Senin, 09 Desember 2019

Serba Teknologi, Pengurus Koperasi Diminta Jangan Gaptek

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat meninjau produk UMKM pada peringatan HUT Koperasi ke 72 tingkat Kabupaten Serang di Lapangan Taman Ciruas Permai, Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas pada Selasa, 13 Agustus 2019.[Foto: InilahBanten/Arif Soleh]
Selasa, 13 Agt 2019 | 18:45 WIB - Serang Ekonomi & Bisnis

lBC, Serang – Ketua Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah meminta para pengurus koperasi di Kabupaten Serang tidak gaptek (gagap teknologi). Soalnya saat ini semua sudah serba teknologi, sehingga koperasi didalamnya harus ikut serta kalau tidak akan tertinggal.

"Sekarang ini semua sudah serba pakai teknologi, koperasi didalamnya harus ikut serta, kalau tidak kita ketinggalan," ujarnya kepada wartawan usai menghadiri acara peringatan HUT Koperasi ke 72 tingkat Kabupaten Serang di Lapangan Taman Ciruas Permai, Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas pada Selasa, 13 Agustus 2019.

Tatu mengatakan, salah satunya adalah pemasaran, dimana saat ini sudah dilakukan dengan sistem online. Oleh karena itu koperasi harus ikut serta menggunakan sistem online tersebut.

"Makanya  diberi pelatihan oleh kadis, diberi sarana prasarana supaya mereka juga bisa tampilkan produk di online. Jadi alasan tadi pemasaran sulit nggak ada yang sulit sekarang, apapun jualan barang bisa dipasarkan (melalui online)," katanya.

Untuk saat ini, kata tatu yang juga Bupati Serang ini, sebagian produk UMKM Kabupaten Serang sudah mulai dipasarkan secara online. Bahkan untuk penjualan UMKM sudah bekerjasama dengan Bukalapak.

"Terus produk kita juga sudah ada yang ekspor misalnya emping, kita berharap produk lainnya bisa jadi eksportir seperti emping," katanya.

Tatu meminta agar koperasi kedepan tidak hanya digeluti oleh generasi tua tapi juga generasi muda. "Jadi saya sampaikan bagaimana caranya anak muda harus mau bergelut di dunia koperasi. Kalau tidak ada estafet, nanti hilang dengan sendiri, yang tidak gagap teknologi itu anak muda. Jadi kalau anak muda sudah bisa ditarik ke koperasi otomatis era digital ini kita bisa ikut serta. Kalau misal di dalamnya sepuh ketinggalan jadi punah nanti," ucapnya.

Menurut dia, masih minimnya generasi muda yang bergelut di koperasi karena keberadaan koperasi belum menjanjikan. "Kalau usaha itu sudah menjanjikan secara profit maka akan ketarik, nah ini yang kita terus buat produk UMKM dibentuk koperasi dan menciptakan produk yang menjanjikan secara profit. Supaya anak muda masuk kesana," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang, Abdul Wahid mengatakan saat ini masih ada koperasi yang masih terbelenggu dengan sistemnya sendiri. Sehingga tidak berkembang pesat.

"Jadi ada koperasi simpan pinjam dan koperasi yang serba usaha, kalau mereka menggabung dua koperasi simpan pinjam dan serba usaha bisa lebih maju," ujarnya.

Wahid mengatakan koperasi harus bersinergi dengan UMKM. Sebab dalam koperasi ada pelaku UMKM. "Karena koperasi bisa membawa ratusan UMKM, kalau satu koperasi bisa menghimpun 100 UMKM maka permodalan mereka akan besar, mereka tidak perlu lagi ke bank karrna dari simpanan wajib, pokok, sukarela akan berputar. Itu harus digalakkan kepada mereka, untuk itu yang namanya koperasi harus benar benar terbuka, makanya syarat wajib koperasi rapat anggota tahunan," ucapnya.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Serba Teknologi, Pengurus Koperasi Diminta Jangan Gaptek

PEMERINTAHAN

353 dibaca
Soal Aset, Bupati Serang Tegaskan Gubernur Tidak Perlu Mediasi
124 dibaca
Peringati Hari Korpri, Bupati Serang Minta ASN Berinovasi

POLITIK

147 dibaca
Hadiri Launching Pilbup Serang 2020, Pandji Pastikan ASN Netral
171 dibaca
KPU Launching Pilbup dan Wabup Serang 2020

HUKUM & KRIMINAL

337 dibaca
Polisi Limpahkan Tersangka Penambangan Ilegal ke Kejari Serang
213 dibaca
Ibu dan Ayah Pembuang Bayi di Pagelaran Ditetapkan Jadi Tersangka

PERISTIWA

114 dibaca
Pemkab Serang Siaga Hadapi Musim Penghujan
180 dibaca
Warga Pagelaran Dihebohkan Penemuan Mayat Bayi

EKONOMI & BISNIS

146 dibaca
Wagub Banten Minta Walikota/Bupati Evaluasi Regulasi Hambat InvestasiĀ 
157 dibaca
Inflasi di Kabupaten Serang Terendah di Banten
Top