Kamis, 30 Januari 2020

Salip Samsung, OPPO Jadi Raja Ponsel di Indonesia

[foto istimewa]
Minggu, 17 Nov 2019 | 20:58 WIB - Teknologi

lBC, Serang - Merk ponsel asal China, OPPO, berada di urutan teratas untuk segmen ponsel kelas menengah di Indonesia, mengungguli Samsung.

Data dari IDC Indonesia untuk kuartal ketiga 2019, pasar ponsel di Indonesia mengalami penurunan 9,9 persen dari kuartal ke kuartal (QoQ), atau sebesar 8,8 juta unit.

Tapi, pasar ponsel pintar tetap meningkat 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengiriman ponsel pintar kelas menengah tumbuh 11,1 persen karena kebutuhan untuk mengganti ponsel maupun untuk menikmati konten seperti game.

IDC menaruh rentang harga 200 dolar hingga 400 dolar AS, atau antara Rp2,8 juta hingga Rp5,6 juta untuk ponsel kelas menengah.

Menurut data IDC, OPPO berada di urutan teratas limas besar ponsel kelas menengah di Indonesia, dengan pangsa pasar sebesar 26,2 persen. Samsung, yang selama ini disebut sebagai merk terbesar di Indonesia, harus puas berada di urutan ketiga dengan 19,4 persen untuk segmen kelas menengah.

Posisi kedua masih diisi merk dari China, yaitu Vivo, sister company OPPO, yang menduduki pangsa pasar 22,8 persen.

IDC mencatat OPPO memegang pangsa pasar terbesar di segmen menengah dan low-end (100 hingga 200 dolar) dengan ponsel antara lain K3, A5 dan A9.

Samsung, di sisi lain kehilangan pangsa pasar akibat kompetisi dengan merk asal China, namun, mereka juga terlalu cepat memperbarui seri Galaxy A.

Vivo menarik konsumen untuk ponsel kelas menengah berkat Z1 Pro, yang disebut IDC memiliki fitur menarik dengan harga yang wajar.

Mayoritas ponsel kelas menengah di Indonesia dibanderol dengan prosesor Snapdragon dari Qualcomm.

Dua merk lainnya yang berada di lima besar ponsel menengah juga dipegang merk asal China.

Xiaomi menempati urutan terakhir, dengan pangsa pasar 12,5 persen, sementara Realme, yang juga anak perusahaan OPPO, berada di nomor empat dengan 12,6 persen.

Berdasarkan analisis IDC, popularitas Xiaomi justru menimbulkan pembelian ponsel tidak resmi sehingga mengganggu penjualan unit resmi.

Merk-merk yang tidak masuk ke posisi lima besar terdampak oleh tingginya pangsa pasar merk-merk tersebut sehingga mereka kehilangan pangsa pasar dan mendapat sisa inventoris dari kuartal sebelumnya.

Ponsel-ponsel tersebut menduduki pangsa pasar 6,5 persen.[lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

BlibliMart, Toko Tanpa Kasir dan Uang Tunai
Rabu, 29 Jan 2020 | 21:46 WIB
BlibliMart, Toko Tanpa Kasir dan Uang Tunai
Virus Corona Pengaruhi Rencana Produksi iPhone?
Rabu, 29 Jan 2020 | 09:15 WIB
Virus Corona Pengaruhi Rencana Produksi iPhone?
Google Jadwalkan Gelar Konferensi Tahunan I/O
Senin, 27 Jan 2020 | 15:04 WIB
Google Jadwalkan Gelar Konferensi Tahunan I/O
Dua Flash Sale, 11.000 Unit Realme 5i Ludes
Jumat, 24 Jan 2020 | 17:48 WIB
Dua Flash Sale, 11.000 Unit Realme 5i Ludes

KOMENTAR

Salip Samsung, OPPO Jadi Raja Ponsel di Indonesia

PEMERINTAHAN

158 dibaca
Bupati Serang: Pembangunan 65 KM Jalan Selesai di 2021
247 dibaca
Bupati Serang: APBD Rp 3 Triliun Adalah Amanah Rakyat

POLITIK

70 dibaca
Bersama Gerindra, Tatu Yakin Tuntaskan Program Pemkab Serang
154 dibaca
Juni, KPU Buka Pendaftaran Cabup dan Cawabup Serang

HUKUM & KRIMINAL

49 dibaca
Buron Selama 6 Bulan, Pelaku Pencabulan Akhirnya Ditangkap
127 dibaca
Mau Jual Motor Hasil Curian, Khasan Ditangkap

PERISTIWA

281 dibaca
Banjir, Ratusan Rumah di Kecamatan Kasemen Terendam
490 dibaca
Tak Mampu Penuhi Mahar Janda Idamannya, Pria Ini Tewas Gantung

EKONOMI & BISNIS

28 dibaca
PBNU Kenalkan Keuangan Digital, Namanya NUcash
122 dibaca
Cara Memesan Tiket Kereta Berdasarkan Jenis Kelas di Pegipegi
Top