Sabtu, 26 September 2020

Salip Samsung, OPPO Jadi Raja Ponsel di Indonesia

[foto istimewa]
Minggu, 17 Nov 2019 | 20:58 WIB - Teknologi

lBC, Serang - Merk ponsel asal China, OPPO, berada di urutan teratas untuk segmen ponsel kelas menengah di Indonesia, mengungguli Samsung.

Data dari IDC Indonesia untuk kuartal ketiga 2019, pasar ponsel di Indonesia mengalami penurunan 9,9 persen dari kuartal ke kuartal (QoQ), atau sebesar 8,8 juta unit.

Tapi, pasar ponsel pintar tetap meningkat 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengiriman ponsel pintar kelas menengah tumbuh 11,1 persen karena kebutuhan untuk mengganti ponsel maupun untuk menikmati konten seperti game.

IDC menaruh rentang harga 200 dolar hingga 400 dolar AS, atau antara Rp2,8 juta hingga Rp5,6 juta untuk ponsel kelas menengah.

Menurut data IDC, OPPO berada di urutan teratas limas besar ponsel kelas menengah di Indonesia, dengan pangsa pasar sebesar 26,2 persen. Samsung, yang selama ini disebut sebagai merk terbesar di Indonesia, harus puas berada di urutan ketiga dengan 19,4 persen untuk segmen kelas menengah.

Posisi kedua masih diisi merk dari China, yaitu Vivo, sister company OPPO, yang menduduki pangsa pasar 22,8 persen.

IDC mencatat OPPO memegang pangsa pasar terbesar di segmen menengah dan low-end (100 hingga 200 dolar) dengan ponsel antara lain K3, A5 dan A9.

Samsung, di sisi lain kehilangan pangsa pasar akibat kompetisi dengan merk asal China, namun, mereka juga terlalu cepat memperbarui seri Galaxy A.

Vivo menarik konsumen untuk ponsel kelas menengah berkat Z1 Pro, yang disebut IDC memiliki fitur menarik dengan harga yang wajar.

Mayoritas ponsel kelas menengah di Indonesia dibanderol dengan prosesor Snapdragon dari Qualcomm.

Dua merk lainnya yang berada di lima besar ponsel menengah juga dipegang merk asal China.

Xiaomi menempati urutan terakhir, dengan pangsa pasar 12,5 persen, sementara Realme, yang juga anak perusahaan OPPO, berada di nomor empat dengan 12,6 persen.

Berdasarkan analisis IDC, popularitas Xiaomi justru menimbulkan pembelian ponsel tidak resmi sehingga mengganggu penjualan unit resmi.

Merk-merk yang tidak masuk ke posisi lima besar terdampak oleh tingginya pangsa pasar merk-merk tersebut sehingga mereka kehilangan pangsa pasar dan mendapat sisa inventoris dari kuartal sebelumnya.

Ponsel-ponsel tersebut menduduki pangsa pasar 6,5 persen.[lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Google Akan Hapus Ekstensi Chrome Berbayar
Jumat, 25 Sept 2020 | 20:35 WIB
Google Akan Hapus Ekstensi Chrome Berbayar
Huawei MateBook D15, Layar Besar Fitur Melimpah
Kamis, 24 Sept 2020 | 19:38 WIB
Huawei MateBook D15, Layar Besar Fitur Melimpah
5 Emoji Baru Ekspresikan Perasaan Tahun 2020
Kamis, 24 Sept 2020 | 19:35 WIB
5 Emoji Baru Ekspresikan Perasaan Tahun 2020

KOMENTAR

Salip Samsung, OPPO Jadi Raja Ponsel di Indonesia

PEMERINTAHAN

410 dibaca
Pemkab Serang jadi Pilot Project Arsitektur SPBE Nasional
530 dibaca
Jelang Pilkada, Pemkab Serang Antisipasi Konflik Sosial

POLITIK

216 dibaca
Dapat Nomor Urut 1, Tatu-Pandji Siap Tuntaskan Pembangunan
160 dibaca
Terapkan Prokes Covid, KPU Tetapkan Nomor Urut Paslon Bupati dan Wabup Serang
336 dibaca
KPU Tetapkan Dua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Serang

HUKUM & KRIMINAL

38 dibaca
Dua Gadis ABG Digilir Tujuh Pemuda
263 dibaca
Polres Serang Berhasil Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Provinsi

PERISTIWA

273 dibaca
Curi Kotak Amal, TSP jadi Bulan-bulanan Warga
438 dibaca
Razia Prokes, Gugus Tugas Kabupaten Serang Sanksi Puluhan Pelanggar

EKONOMI & BISNIS

62 dibaca
Dukung Ketahanan Pangan, Polda Banten PT. IP Budidaya Ikan
Top