Minggu, 21 Juli 2019

Salah Seorang Pendiri Facebook Kritik Zuckerberg

[Foto CNBC]
Selasa, 14 Mei 2019 | 16:52 WIB - Teknologi

lBC, New York - Salah seorang pendiri Facebook Chris Hughes dalam tulisan opini berjudul It's Time to Break Up Facebook yang dimuat di The New York Times mengungkapkan kekecewaannya terhadap Mark Zuckerberg dan meminta perusahaan tersebut dipecah demi menciptakan iklim kompetisi yang sehat.

Mengutip The Verge, Hughes membantu Mark Zuckerberg meluncurkan Facebook saat sang CEO masih tinggal di asrama Harvard University. Kritiknya itu didasari argumen ekonomi dan bisnis, Facebook dianggap sebagai pelaku monopoli sehingga membatasi kompetisi dan mengganggu inovasi.

Hughes menilai warganet tidak memiliki pilihan beralih ke media sosial lain karena tidak ada pesaing yang sepadan dengan Facebook.

Berdasarkan pengamatan Hughes, sejak 2011, tidak ada media sosial baru yang muncul sehingga 84 persen iklan dari media sosial masuk ke Facebook.

Hughes pun meminta Federal Trade Commission mengembalikan akuisisi Facebook terhadap WhatsApp dan Instagram agar pasar media sosial dan perpesanan menjadi kompetitif.

Untuk mendukung argumen bahwa hal tersebut mungkin, dia mencontohkan FTC memecah AT&T pada 1980-an dan Whole Food menjual Wild Oats pada 2009 lalu.

Masalah Facebook, menurut Hughes, tak hanya dilihat dari segi ekonomi. Algoritme Kabar Berita (News Feed) dia sebut mendikte konten yang dilihat warganet setiap hari. Kebijakan Facebook terhadap konten menilai apa yang tergolong ujaran kebencian dan proses penilaian tersebut tidak dilakukan secara demokratis.

Tak ada yang mengecek kekuasaan yang dimiliki Zuckerberg, selaku pemegang saham mayoritas di Facebook, dan tidak ada lembaga pemerintah yang secara khusus ditugaskan untuk mengawasi perusahaan seperti Facebook.

"Pengaruh Mark (Zuckerberg) mengejutkan, jauh dari siapa pun yang ada di sektor swasta maupun pemerintah. Dia mengontrol tiga platform komunikasi utama, Facebook, WhatsApp dan Instagram, yang memiliki miliaran pengguna setiap hari," kata Hughes.

Menurut dia, hanya Zuckerberg yang dapat memutuskan algoritme yang akan menampilkan konten yang dilihat warganet di News Feed. Zuckerberg juga yang membuat aturan bagaimana mengenali kekerasan dan ujaran kebencian.

"Mark (Zuckerberg) orang yang baik. Tapi, saya marah, fokusnya terhadap pertumbuhan membuatnya mengorbankan keamanan dan kesopanan demi klik," ucap Hughes.

Dia juga mengharapkan pemerintah AS membuat lembaga yang khusus mengawasi perusahaan teknologi seperti Facebook.

Lembaga tersebut, menurut Hughes, perlu melindungi kerahasiaan data pengguna, membuat panduan bagaimana Facebook beroperasi, mirip dengan regulasi Uni Eropa dengan GDPR.[lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Tahun Ini, FB, WA, dan IG Makin Sering Tumbang
Rabu, 17 Jul 2019 | 14:12 WIB
Tahun Ini, FB, WA, dan IG Makin Sering Tumbang
Xiaomi Mi CC9 Menjelma Jadi Mi A3?
Selasa, 16 Jul 2019 | 19:13 WIB
Xiaomi Mi CC9 Menjelma Jadi Mi A3?
Realme X Meluncur di Indonesia 25 Juli 2019
Senin, 15 Jul 2019 | 20:50 WIB
Realme X Meluncur di Indonesia 25 Juli 2019

KOMENTAR

Salah Seorang Pendiri Facebook Kritik Zuckerberg

PEMERINTAHAN

414 dibaca
Silpa APBD Kabupaten Serang TA 2018 Capai Rp403 Miliar
1677 dibaca
Dinilai Sukses, Bupati Minsel Belajar Kelola BUMD ke Bupati Serang
1705 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik

POLITIK

554 dibaca
Tak Penuhi Kuorum, Paripurna DPRD Kabupaten Serang Batal Digelar
1633 dibaca
Pilkada Serentak 2020, Golkar Banten Prioritaskan Usung Kader
1774 dibaca
Eks Relawan Sebut Kepemimpinan WH–Andika Bergaya Otoriter

HUKUM & KRIMINAL

2081 dibaca
Orang Tua Kades di Kecamatan Ciruas Dibacok
1164 dibaca
Tiga Pelaku Curas Biasa Aksi di Wilayah KP3B Diringkus
1257 dibaca
Miliki Catatan Kriminalitas, Dua Perampok Asal Malaysia Tak Bisa Dibawa ke Indonesia

PERISTIWA

1582 dibaca
Bupati Serang: TMMD Bangkitkan Budaya Gotong Royong di Masyarakat 
1760 dibaca
Diduga Terlibat Jual Aset Negara, Kejari Didesak Usut Walikota Serang
1732 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman

EKONOMI & BISNIS

220 dibaca
Puluhan Perumahan Belum Serah Terima Fasos Fasum ke Pemkab
2826 dibaca
Ratusan Juta Kubik Pasir Laut Banten Bakal Dikeruk untuk Reklamasi
Top