Sabtu, 30 Mei 2020

Salah Seorang Pendiri Facebook Kritik Zuckerberg

[Foto CNBC]
Selasa, 14 Mei 2019 | 16:52 WIB - Teknologi

lBC, New York - Salah seorang pendiri Facebook Chris Hughes dalam tulisan opini berjudul It's Time to Break Up Facebook yang dimuat di The New York Times mengungkapkan kekecewaannya terhadap Mark Zuckerberg dan meminta perusahaan tersebut dipecah demi menciptakan iklim kompetisi yang sehat.

Mengutip The Verge, Hughes membantu Mark Zuckerberg meluncurkan Facebook saat sang CEO masih tinggal di asrama Harvard University. Kritiknya itu didasari argumen ekonomi dan bisnis, Facebook dianggap sebagai pelaku monopoli sehingga membatasi kompetisi dan mengganggu inovasi.

Hughes menilai warganet tidak memiliki pilihan beralih ke media sosial lain karena tidak ada pesaing yang sepadan dengan Facebook.

Berdasarkan pengamatan Hughes, sejak 2011, tidak ada media sosial baru yang muncul sehingga 84 persen iklan dari media sosial masuk ke Facebook.

Hughes pun meminta Federal Trade Commission mengembalikan akuisisi Facebook terhadap WhatsApp dan Instagram agar pasar media sosial dan perpesanan menjadi kompetitif.

Untuk mendukung argumen bahwa hal tersebut mungkin, dia mencontohkan FTC memecah AT&T pada 1980-an dan Whole Food menjual Wild Oats pada 2009 lalu.

Masalah Facebook, menurut Hughes, tak hanya dilihat dari segi ekonomi. Algoritme Kabar Berita (News Feed) dia sebut mendikte konten yang dilihat warganet setiap hari. Kebijakan Facebook terhadap konten menilai apa yang tergolong ujaran kebencian dan proses penilaian tersebut tidak dilakukan secara demokratis.

Tak ada yang mengecek kekuasaan yang dimiliki Zuckerberg, selaku pemegang saham mayoritas di Facebook, dan tidak ada lembaga pemerintah yang secara khusus ditugaskan untuk mengawasi perusahaan seperti Facebook.

"Pengaruh Mark (Zuckerberg) mengejutkan, jauh dari siapa pun yang ada di sektor swasta maupun pemerintah. Dia mengontrol tiga platform komunikasi utama, Facebook, WhatsApp dan Instagram, yang memiliki miliaran pengguna setiap hari," kata Hughes.

Menurut dia, hanya Zuckerberg yang dapat memutuskan algoritme yang akan menampilkan konten yang dilihat warganet di News Feed. Zuckerberg juga yang membuat aturan bagaimana mengenali kekerasan dan ujaran kebencian.

"Mark (Zuckerberg) orang yang baik. Tapi, saya marah, fokusnya terhadap pertumbuhan membuatnya mengorbankan keamanan dan kesopanan demi klik," ucap Hughes.

Dia juga mengharapkan pemerintah AS membuat lembaga yang khusus mengawasi perusahaan teknologi seperti Facebook.

Lembaga tersebut, menurut Hughes, perlu melindungi kerahasiaan data pengguna, membuat panduan bagaimana Facebook beroperasi, mirip dengan regulasi Uni Eropa dengan GDPR.[lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Lebih dari 1,5 Juta Pengembang Daftar AppGallery
Rabu, 27 Mei 2020 | 17:25 WIB
Lebih dari 1,5 Juta Pengembang Daftar AppGallery
Jaga Mental, Instagram Luncurkan Kampenye Positif
Selasa, 19 Mei 2020 | 20:33 WIB
Jaga Mental, Instagram Luncurkan Kampenye Positif
LINE Tambah Kapasitas Video Call Hingga 200 Orang
Jumat, 15 Mei 2020 | 21:58 WIB
LINE Tambah Kapasitas Video Call Hingga 200 Orang

KOMENTAR

Salah Seorang Pendiri Facebook Kritik Zuckerberg

PEMERINTAHAN

148 dibaca
Pakai Protokol Kesehatan, Pemkab Serang Gelar Halabihalal Terbatas
550 dibaca
Pemkab Serang Bentuk Satgas Ketahanan Pangan Daerah

POLITIK

1084 dibaca
DPP Serahkan ke DPD Gerindra Banten Tentukan Balon Kada
1175 dibaca
PDIP Usulkan Tatu-Pandji di Pilkada Kabupaten Serang 2020

HUKUM & KRIMINAL

86 dibaca
Salah Sasaran, Warga Tanara Kena Bacok
67 dibaca
Kantongi Sabu, Seorang Pemuda di Cilegon Diciduk Polisi

PERISTIWA

74 dibaca
Diduga Stres, Mahasiswi Bina Bangsa Gantung Diri
510 dibaca
Warga Curug Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai

EKONOMI & BISNIS

480 dibaca
Sekretaris Bapenda: Bank Banten Gagal Bayar Disebabkan Utang ASN dan DPRD
559 dibaca
Bupati Serang Sebut Bantuan Beras Harus Serap Petani Lokal
Top