Selasa, 11 Agustus 2020

Sahabat Buruk Rupa yang Sangat Dicintai Rasulullah

[foto ilustrasi]
Selasa, 14 Jan 2020 | 23:44 WIB - Mozaik Islami

JULAIBIB adalah seorang sahabat Anshar yang sangat dicintai Nabi SAW walau ia tidak diketahui nasabnya dengan jelas, keadaannya-pun fakir dan wajahnya juga buruk.

Tentu saja kecintaan beliau kepadanya ini adalah karena kualitas keimanan dan ketakwaannya, juga karena kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun demikian ia belum menikah karena kebanyakan orang enggan mengambilnya sebagai menantu karena keadaan lahiriahnya tersebut.

Para sahabat Anshar mempunyai kebiasaan, jika memiliki anak perempuan atau anggota keluarga perempuan yang belum menikah, baik gadis atau janda, mereka akan "menunjukkannya" kepada Rasulullah SAW. Jika beliau telah mengetahui dan tidak memintanya atau memintanya untuk orang lain yang dikehendaki beliau, barulah mereka menikahkannya dengan orang lain yang dikehendakinya.

Bahkan tak jarang para wanita tersebut, atau melalui walinya, "menyodorkan" diri untuk dinikahi beliau, atau orang lain yang dipilih oleh beliau. Sungguh kecintaan para sahabat Anshar kepada Nabi SAW sangat luar biasa.

Suatu ketika Nabi SAW bertemu dengan salah seorang sahabat Anshar dan bersabda, "Aku melamar putrimu!!" "Baik, ya Rasulullah," Kata sahabat tersebut, "Ini suatu kehormatan besar dan sangat membanggakan!!"

"Tetapi aku tidak menginginkannya untuk diriku sendiri!!" Kata Nabi SAW.

"Untuk siapa ya, Rasulullah?" Kata sahabat tersebut.

"Untuk Julaibib...!!"

Sahabat tersebut tampak terkejut, tetapi kemudian berkata, "Kalau begitu saya akan bermusyawarah dahulu dengan ibunya!!"

Nabi SAW mengijinkannya, kemudian sahabat tersebut berlalu pulang. Sampai di rumah, ia berkata kepada istrinya, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melamar putrimu!!"

"Baik, sungguh ini sangat menyenangkan!!" Kata istrinya dengan gembira.

"Beliau tidak melamar untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Julaibib!!"

Seketika kegembiraan di wajah istrinya menghilang, dan berkata, "Untuk Julaibib?? Tidak, demi Allah kita tidak akan mengawinkannya dengan Julaibib!!"

Tampaknya kehebohan yang terjadi antara kedua orang tuanya menyebabkan sang gadis menghampiri mereka dan meminta penjelasan atas apa yang terjadi. Sang ibu menjelaskan permintaan Nabi SAW dan sikap yang diambilnya, maka si gadis berkata, "Apakah kalian akan menolak urusan Rasulullah SAW? Pertemukanlah (nikahkanlah) aku dengan dia, sungguh dia tidak akan menyia-nyiakan aku!!"

Tentu tidak ada pertimbangan lain dari sang gadis kecuali ketaatan dan kecintaan kepada Nabi SAW. Ia meyakini, di balik semua kekurangan yang ada pada Julaibib yang memang sudah diketahui banyak orang, tentu ia memiliki banyak kelebihan lainnya yang membuatnya mendapat kedudukan yang baik di sisi Rasulullah SAW.

Sahabat Anshar tersebut kembali kepada Nabi SAW dan berkata, "Ya Rasulullah, engkau lebih berhak berurusan dengan anak gadisku!!"

Nabi SAW memanggil Julaibib dan menikahkannya dengan putri sahabat Anshar tersebut.

Julaibib hampir tidak pernah absen dalam medan pertempuran bersama Rasulullah SAW. Suatu ketika setelah berakhirnya suatu pertempuran, Nabi SAW bertanya kepada para sahabat, "Apakah kalian tidak kehilangan seseorang?"

"Tidak, ya Rasulullah!!" Kata mereka.

"Tetapi aku kehilangan Julaibib," Kata Nabi SAW, "Carilah dia!!"

Mereka menyebar, dan akhirnya salah seorang sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, inilah dia orangnya, ia tertutup di antara tujuh orang musuh yang dibunuhnya, dan ia juga terbunuh oleh mereka!"

Nabi SAW mendatangi tempat Julaibib tewas. Beliau memangku jenazahnya dan menyuruh beberapa sahabat menggali lobang untuk kuburnya. Sambil bercucuran air mata, beliau bersabda, "Dia ini bagian dari diriku dan aku bagian dari dirinya"

Setelah lubang kuburnya siap, beliau mengangkat sendiri jenazahnya dan membaringkannya di dalam kubur. Tidak ada tikar atau kain lainnya untuk menutup jenazahnya, sehingga langsung dikuburkan begitu saja. Tetapi semua itu tidak berarti mengurangi kemuliaan dan ketinggian derajadnya di sisi Allah dan Rasul-Nya, bahkan meningkatkannya karena tangan Nabi SAW sendiri yang memakamkannya. [ lnilah]

Bagikan:

KOMENTAR

Sahabat Buruk Rupa yang Sangat Dicintai Rasulullah

PEMERINTAHAN

137 dibaca
Permudah Koordinasi, Ombudsman Banten Kunjungi Pemkab Serang
224 dibaca
Pemkot Bengkulu dan Pemkab Serang MoU Program Keagamaan

POLITIK

251 dibaca
Siap Menangkan Tatu-Pandji, Barata Fokus Perkuat Akar Rumput
134 dibaca
FSKP Baros Bantah Dukung Nasrul-Eki di Pilkada Kabupaten Serang
193 dibaca
Relawan Baret Sebut Tatu-Pandji Terbukti, Tak Mau Coba-coba

HUKUM & KRIMINAL

278 dibaca
Polda Banten Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja di Tol Tangerang-Merak
365 dibaca
Duh, Bocah 13 Tahun di Pontang Dicabuli Ayah Tirinya

PERISTIWA

331 dibaca
Simulasi, Polisi Tangani Gangguan Pilkada Kabupaten Serang
2414 dibaca
Ustadz di Pontang Meninggal Dunia Saat Menyembelih Hewan Kurban

EKONOMI & BISNIS

182 dibaca
Shopee Ikut Serta dalam ASEAN Online Sale Day 2020
216 dibaca
Atasi Kelangkaan LPG Melon, Pertamina Gerak Cepat
Top