Kamis, 04 Maret 2021

Rupiah Loyo Respons Peluang Kenaikan Bunga AS

(foto ilustrasi)
Kamis, 15 Mar 2018 | 21:53 WIB - Ekonomi & Bisnis

lBC, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis 15 Maret 2018 sore, bergerak melemah sebesar 13 poin menjadi Rp13.741 dibanding posisi sebelumnya Rp13.728 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (15/3/2018) mengatakan bahwa pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS masih berada dalam area konsolidasi cenderung melemah menjelang terbukanya peluang bagi The Fed menaikan suku bunganya.

"The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini, dengan kenaikan pertama yang diantisipasi pasar akan dilaksanakan pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan depan," katanya.

Ia menambahkan bahwa harga minyak mentah yang dalam kondisi mendatar juga turut mempengaruhi permintaan terhadap mata uang berbasis komoditas, seperti rupiah.

Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Kamis 15 Maret naik 0,15 persen ke posisi 61,05 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude turun 0,05 persen menjadi 64,86 dolar AS per barel.

Kendati demikian, lanjut dia, penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia relatif terbatas karena kekhawatiran mengenai proteksionisme perdagangan dan gejolak politik di Amerika Serikat pasca pemecatatan menteri luar negeri AS.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (15/3) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi Rp13.748 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.739 per dolar AS. [lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Rupiah Loyo Respons Peluang Kenaikan Bunga AS

BERITA TERKAIT

dinsos dewan ac as Fae SF

INILAH SERANG

25 dibaca
Jasad Endang Korban Hanyut di Sungai Ciujung Belum Ditemukan
Top