Selasa, 25 Februari 2020

Ricuh Saat Demo Gubernur, HMI Lapor ke Propam Polda Banten

[Foto Istimewa]
Jumat, 12 Apr 2019 | 19:41 WIB - Banten Serang Peristiwa

lBC, Serang – Para aktivis dari Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabek-Banten mendatangi Mapolda Banten pada Kamis, 11 April 2018 malam. Kedatangan mereka untuk melaporkan  kekerasan buntut kericuhan saat aksi menuntut Gubernur Banten, Wahidin Halim mundur dari jabatannya di KP3B Curug Kota Serang.  

“Terkait tindakan kekerasaan pada saat unjuk rasa sudah kita laporkan ke Propam Polda Banten untuk masalah kode etik kepolisian, dan untuk masalah tindak pidananya kita akan melapor ke bagian SPKT Polda Banten,” kata Wasekum Bidang Eksternal Badko HMI Kabodetabek-Banten, Aliga Abdillah kepada lnilahBanten melalui pesan singkat pada Jum’at, 12 April 2019.

Sebagai mahasiswa, pihaknya mengecam segala bentuk tindakan represifitas dan akan memasifkan gerakan ke seluruh wilayah yang terdapat Badko dan Cabang HMI dengan melalui prosedur rapat harian Badko, yang kemudian akan di rekomendasikan kepada PB HMI untuk dijadikan sebagai intruksi dan seruan aksi. “Sebagai bahan evaluasi, bahwa hari ini Banten sedang mengalami fase darurat demokrasi,”tegas Aliga.

Aliga memastikan, tidak akan berhenti disini dan tetap akan terus konsisten dijalur perlawanan. “Kita juga akan menghimpun kekuatan dari semua elemen masyarakat dan menyolidkannya. Karena sesungguhnya suara yang kami suarakan itu bukan perampok yang ingin meraih harta,”katanya.

“Saat aksi, kami hanya ingin bicara, namun mengapa mereka balas dengan pukulan dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan,”ucap Aliga memertanyakan.

Sebelumnya Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabeka – Banten kembali melakukan unjuk rasa menuntut Wahidin Halim mundur lantaran dinilai melibatkan ASN dalam politik praktis. Aksi yang di gelar di depan pintu KP3B Curug Kota Serang ini, tuntutan utamanya adalah segera jatuhkan sanksi terberat kepada ASN yang terjerat pelanggaran netralitas pesta demokrasi.

Awalnya, peserta aksi sebanyak 50 orang melakukan unjuk rasa berjalan tertib dengan bergantian orasi. Mereka juga menggelar aksi dengan membakar ban bekas, karena dianggap mengangggu aparat pun memadamkan api. Entah berasal darimana kericuhan akhirnya terjadi, antara mahasiswa dan petugas kepolisian.  

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Ricuh Saat Demo Gubernur, HMI Lapor ke Propam Polda Banten
HPN1

PEMERINTAHAN

181 dibaca
Bupati Serang Raih Penghargaan dari Menteri Agama
214 dibaca
SAKIP Berpredikat A, Pemkab Serang Siap Jadi Rujukan Daerah Lain

POLITIK

484 dibaca
Tatu Ajak PKB jadi Partai Pengusung di Pilkada Serang 2020
173 dibaca
DPP Serahkan ke DPD Gerindra Banten Tentukan Balon Kada

HUKUM & KRIMINAL

180 dibaca
Enam Bandit Spesialis Pencurian Baterai Cctv Diringkus
168 dibaca
Ancam Ratakan Mapolsek Curug, TNI Gadungan Diringkus

PERISTIWA

128 dibaca
Warga Temukan Mayat Mengambang di Sungai Ciujung
297 dibaca
Kapolres Serang: Penyebab Banjir Akibat Pendangkalan Sungai dan Sampah

EKONOMI & BISNIS

129 dibaca
Mau Ke Bandung? Cobain Nikmati Perjalanannya dengan Kereta
137 dibaca
Bupati Serang: Kawal UMKM Hingga Tuntas
Top