Jumat, 26 April 2019

Ricuh Saat Demo Gubernur, HMI Lapor ke Propam Polda Banten

[Foto Istimewa]
Jumat, 12 Apr 2019 | 19:41 WIB - Banten Serang Peristiwa

lBC, Serang – Para aktivis dari Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabek-Banten mendatangi Mapolda Banten pada Kamis, 11 April 2018 malam. Kedatangan mereka untuk melaporkan  kekerasan buntut kericuhan saat aksi menuntut Gubernur Banten, Wahidin Halim mundur dari jabatannya di KP3B Curug Kota Serang.  

“Terkait tindakan kekerasaan pada saat unjuk rasa sudah kita laporkan ke Propam Polda Banten untuk masalah kode etik kepolisian, dan untuk masalah tindak pidananya kita akan melapor ke bagian SPKT Polda Banten,” kata Wasekum Bidang Eksternal Badko HMI Kabodetabek-Banten, Aliga Abdillah kepada lnilahBanten melalui pesan singkat pada Jum’at, 12 April 2019.

Sebagai mahasiswa, pihaknya mengecam segala bentuk tindakan represifitas dan akan memasifkan gerakan ke seluruh wilayah yang terdapat Badko dan Cabang HMI dengan melalui prosedur rapat harian Badko, yang kemudian akan di rekomendasikan kepada PB HMI untuk dijadikan sebagai intruksi dan seruan aksi. “Sebagai bahan evaluasi, bahwa hari ini Banten sedang mengalami fase darurat demokrasi,”tegas Aliga.

Aliga memastikan, tidak akan berhenti disini dan tetap akan terus konsisten dijalur perlawanan. “Kita juga akan menghimpun kekuatan dari semua elemen masyarakat dan menyolidkannya. Karena sesungguhnya suara yang kami suarakan itu bukan perampok yang ingin meraih harta,”katanya.

“Saat aksi, kami hanya ingin bicara, namun mengapa mereka balas dengan pukulan dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan,”ucap Aliga memertanyakan.

Sebelumnya Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabeka – Banten kembali melakukan unjuk rasa menuntut Wahidin Halim mundur lantaran dinilai melibatkan ASN dalam politik praktis. Aksi yang di gelar di depan pintu KP3B Curug Kota Serang ini, tuntutan utamanya adalah segera jatuhkan sanksi terberat kepada ASN yang terjerat pelanggaran netralitas pesta demokrasi.

Awalnya, peserta aksi sebanyak 50 orang melakukan unjuk rasa berjalan tertib dengan bergantian orasi. Mereka juga menggelar aksi dengan membakar ban bekas, karena dianggap mengangggu aparat pun memadamkan api. Entah berasal darimana kericuhan akhirnya terjadi, antara mahasiswa dan petugas kepolisian.  

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Ricuh Saat Demo Gubernur, HMI Lapor ke Propam Polda Banten

PEMERINTAHAN

202 dibaca
Tatu Optimis Pemkab Serang Raih WTP Tanpa Catatan dari BPK RI
6828 dibaca
Soal Tiga Guru Dilantik jadi Pejabat, Gubernur WH: Apa, Apa?
5969 dibaca
Guru Diangkat jadi Pejabat, Ombudsman Sebut Melanggar SE MenPAN- RB

POLITIK

21747 dibaca
Akui Kalah di Banten, Ketua TKD Salahkan Masyarakat dan Kyai Ma'ruf
224 dibaca
Tunggu Hasil Resmi KPU, Andika: Kita Jaga Kondusifitas
201 dibaca
Gubernur Tunggu Rekomendasi KASN Soal Tiga ASN Dukung Calon DPD RI

HUKUM & KRIMINAL

194 dibaca
Polisi Tembak Dua Tersangka Perampok Spesialis Mini Market
125 dibaca
Dua Ribu Gram Sabu dari Jaringan Internasional Dimusnahkan
181 dibaca
Polda Selidiki Pemalsuan 80 SPBJ Palsu di Tangerang

PERISTIWA

1252 dibaca
Pertemuan Gubernur Banten dengan HMI Serang Tuai Kritikan
262 dibaca
Satu Petugas KPPS Meninggal Dunia, Bupati Serang Berduka
269 dibaca
Ricuh Saat Demo Gubernur, HMI Lapor ke Propam Polda Banten

EKONOMI & BISNIS

64 dibaca
Layani Pensiunan, Bank Banten Jalin Kemitraan dengan BPR Baturaja
186 dibaca
Bank Banten Dukung Layanan Samsat Nasional Modern Channel
Top