Kamis, 27 Juni 2019

Ricuh Saat Demo Gubernur, HMI Lapor ke Propam Polda Banten

[Foto Istimewa]
Jumat, 12 Apr 2019 | 19:41 WIB - Banten Serang Peristiwa

lBC, Serang – Para aktivis dari Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabek-Banten mendatangi Mapolda Banten pada Kamis, 11 April 2018 malam. Kedatangan mereka untuk melaporkan  kekerasan buntut kericuhan saat aksi menuntut Gubernur Banten, Wahidin Halim mundur dari jabatannya di KP3B Curug Kota Serang.  

“Terkait tindakan kekerasaan pada saat unjuk rasa sudah kita laporkan ke Propam Polda Banten untuk masalah kode etik kepolisian, dan untuk masalah tindak pidananya kita akan melapor ke bagian SPKT Polda Banten,” kata Wasekum Bidang Eksternal Badko HMI Kabodetabek-Banten, Aliga Abdillah kepada lnilahBanten melalui pesan singkat pada Jum’at, 12 April 2019.

Sebagai mahasiswa, pihaknya mengecam segala bentuk tindakan represifitas dan akan memasifkan gerakan ke seluruh wilayah yang terdapat Badko dan Cabang HMI dengan melalui prosedur rapat harian Badko, yang kemudian akan di rekomendasikan kepada PB HMI untuk dijadikan sebagai intruksi dan seruan aksi. “Sebagai bahan evaluasi, bahwa hari ini Banten sedang mengalami fase darurat demokrasi,”tegas Aliga.

Aliga memastikan, tidak akan berhenti disini dan tetap akan terus konsisten dijalur perlawanan. “Kita juga akan menghimpun kekuatan dari semua elemen masyarakat dan menyolidkannya. Karena sesungguhnya suara yang kami suarakan itu bukan perampok yang ingin meraih harta,”katanya.

“Saat aksi, kami hanya ingin bicara, namun mengapa mereka balas dengan pukulan dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan,”ucap Aliga memertanyakan.

Sebelumnya Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabeka – Banten kembali melakukan unjuk rasa menuntut Wahidin Halim mundur lantaran dinilai melibatkan ASN dalam politik praktis. Aksi yang di gelar di depan pintu KP3B Curug Kota Serang ini, tuntutan utamanya adalah segera jatuhkan sanksi terberat kepada ASN yang terjerat pelanggaran netralitas pesta demokrasi.

Awalnya, peserta aksi sebanyak 50 orang melakukan unjuk rasa berjalan tertib dengan bergantian orasi. Mereka juga menggelar aksi dengan membakar ban bekas, karena dianggap mengangggu aparat pun memadamkan api. Entah berasal darimana kericuhan akhirnya terjadi, antara mahasiswa dan petugas kepolisian.  

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Ricuh Saat Demo Gubernur, HMI Lapor ke Propam Polda Banten

PEMERINTAHAN

554 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik
1199 dibaca
Pemprov Banten Merubah RPJMD 2017-2022, Ini Sebabnya
1403 dibaca
Perencanaan APBD Banten 2019, Pembangunan Fisik Harus Selesai November

POLITIK

1204 dibaca
Pilkada Kabupaten Serang 2020, KPU Ajukan Anggaran Rp85 Miliar
1388 dibaca
2 Tahun Kepemimpinan WH-Andika, Eks Relawan Bentuk Tim Kajian 
10969 dibaca
Arwan Benarkan Ucapan Gubernur WH ‘Siapa Suruh jadi Relawan’

HUKUM & KRIMINAL

640 dibaca
Cabuli Siswa Hingga Hamil, 3 Oknum Guru Terancam 20 Tahun Penjara
2154 dibaca
Kapolda Banten Berhentikan Dua Anggota Polri
493 dibaca
Dua Spesialis Pencuri Rumsong Dibekuk Resmob

PERISTIWA

371 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman
303 dibaca
Angka Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Pemkab Serang Siaga Satu
1417 dibaca
Ops Cipta Kondisi, Polres Serang Minimalisir Pergerakan Massa

EKONOMI & BISNIS

539 dibaca
Dekopinwil Banten Diminta Lakukan Perubahan di Era Digital
521 dibaca
WH Ingatkan Tertinggal Revolusi 4.0, Menganggur Kita
Top