Kamis, 18 Oktober 2018

Rezeki Orang Banten Harus Berkah

[foto ilustrasi]
Selasa, 07 Agt 2018 | 20:04 WIB - Suara Pembaca

Oleh: Chudori Sukra

Penulis Pendiri dan Pengasuh Ponpes Riyadlul Fikar, Jawilan, Serang

Dua pemuda datang mengunjungi pesantren, bersilaturahim ke rumah saya, mengadukan berbagai hal mengenai taraf hidupnya yang konon kurang beruntung dan serba kekurangan. Sudah membanting tulang memeras keringat tetapi hasilnya begitu dan segitu saja. Sudah berdoa dan melakukan amalan tiap hari tetapi yang didapatkan tak kunjung meningkat. Di sisi lain, ada orang yang kualitas kerjanya nampak biasa-biasa saja, tetapi taraf hidupnya semakin meningkat, dan rezeki seakan memihak kepadanya. Lalu, kesimpulannya dapat mudah ditebak, dua orang itu seakan menyangsikan keadilan Tuhan, bahwa hidup ini seakan tak bermakna dan sia-sia belaka.

 Rasulullah bersabda bahwa untuk mendapatkan perkara dunia harus dengan ilmu, untuk memperoleh akhirat juga harus dengan ilmu, dan untuk meraih keduanya juga harus dengan kekayaan ilmu. Kerja pontang-panting tanpa didasari ilmu, sama saja dengan kerja rodi atau kuli panggul di terminal Pakupatan, stasiun Rangkasbitung maupun pelabuhan Merak. Tapi kerja yang didasari ilmu, tanpa disertai iman, juga akan berimplikasi pada kualitas rezeki yang tidak membawa keberkahan dan kebahagiaan.

Untuk lebih detilnya, saya uraikan kepada dua pemuda Banten tersebut, khususnya mengenai kualitas dan kategori rezeki, yang saya kira bukan rahasia lagi, karena secara eksplisit Alquran sudah menjelaskannya dengan lugas dan gamlang.

Dalam surat Hud ayat ke-6, ada kategori rezeki yang sudah dijamin oleh Allah bagi semua makhluk hidup, baik manusia, tumbuhan maupun binatang melata yang hidup di bawah tanah sekalipun. Bahkan seorang bayi di perut ibunya selama sembilan bulan, juga dijamin pemenuhan rezekinya oleh Allah. Di sisi lain, ada rezeki yang dihasilkan dari usaha dan jerih payah manusia, dan Allah akan memberikan sesuai dengan kemampuan dan kinerja seseorang.

Jika ia bekerja dengan jam kerja yang lebih banyak, tekun dan giat mengerjakannya, ditambah dengan ilmu yang dikuasainya, niscaya Allah akan memberikan lebih banyak ketimbang pekerjaan yang standar dan dilakukan oleh orang yang biasa-biasa saja.

Adapun rezeki berkualitas yang dijanjikan Allah akan bertambah terus dan terus, adalah rezeki orang yang pandai mensyukuri nikmat Allah. Dan seperti yang termaktub dalam surat Ibrahim ayat ke-7, bahwa Allah berjanji akan menambah nikmat-Nya bagi orang-orang yang pandai bersyukur.

Kategori rezeki istimewa yang datang dari arah yang tak disangka-sangka tercantum dalam surat at-Thalaq ayat 2 dan 3:“Barangsiapa bertaqwa pada Allah niscaya Dia akan mengadakan bagi-Nya jalan keluar, serta memberi rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Barangsiapa bertawakkal pada Allah niscaya Allah akan cukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu.”

Orang Banten sering menjuluki ayat-ayat di atas dengan istilah “ayat seribu dinar”. Banyak kiai dan orang pintar menganjurkan murid dan pasiennya agar rajin membaca ayat-ayat tersebut sehubungan dengan keinginan pada peningkatan rezeki, serta peningkatan taraf hidup seseorang. Rezeki yang datang dari arah yang tak disangka-sangka ini seakan ada elemen hoki di dalamnya. Sebenarnya dalam ajaran Islam, tidak ada elemen hoki dan keberuntungan yang datang secara tiba-tiba. Semuanya mesti ada sebab-musababnya. Segala nasib baik maupun buruk tak terlepas dari mata-rantai jejak-langkah dan perjalanan hidup seseorang, di mana ia menghadapi akibat dari apa-apa yang ia sebabkan terlebih dahulu.

Seorang istri Nabi Ibrahim, Siti Hajar, sepintas ada elemen hoki yang datang pada dirinya dengan memancarnya mata air (oase) dari hentakan kaki bayinya (Ismail). Tapi seandainya ia tidak berjuang bolak-balik sebanyak tujuh kali dari bukit Shafa ke Marwa mencari-cari sumber air, siapa yang menjamin mata air itu akan muncul dari hentakan kaki anaknya? Dalam bahasa religius, kita wajib berjuang sekuat tenaga untuk meraih dan mencapai suatu tujuan. Adapun perkara hasilnya wajib kita serahkan kepada Allah Swt.

Boleh jadi, Allah juga akan tetap membiarkan hamba-Nya bila ia tidak mau bergerak untuk berbuat, hingga elemen hoki itu tidak diturunkan oleh para malaikat. Oleh karena itu, jika manusia kurang peka dan peduli pada fenomena yang ada, peluang sebesar gajah yang lewat di pelupuk mata, mungkin saja tidak kelihatan, dan tidak ia hiraukan. Tapi sebaliknya, peluang sekecil semut yang ada di seberang lautan, dalam pandangan orang yang peka dan peduli, ia akan berusaha untuk mencari-cari sampan dan berjuang menghampirinya.

Rezeki yang datang dari arah yang tak disangka-sangka – bila merujuk dari pengalaman Siti Hajar – tak lepas dari faktor “keterdesakan” orang beriman yang percaya pada rahmat dan kasih sayang Allah. Karena ketika waktunya tiba, Allah pasti akan menurunkan anugerah-Nya yang melimpah bagi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa dan istiqomah di jalan kebenaran. Kalau orang yang jahat dan zalim saja diberi peluang rezekinya oleh Allah, mustahil kita yang beriman dan berusaha berbuat baik, tidak dijamin oleh-Nya?

Suatu hari, beberapa sahabat yang hidupnya miskin pernah mengadukan nasibnya kepada Rasulullah. Mereka mengaku telah berjuang mencari nafkah dan penghidupan, tapi nilai kekayaannya tak pernah kunjung meningkat. Sementara beberapa sahabat lain yang juga melakukan perjuangan yang sama, tapi Allah begitu murah hati memberikan rezeki-Nya yang melimpah untuk mereka. “Maukah aku beritahu amalan yang membuat kekayaan kalian dapat melebihi mereka?” pancing Rasulullah.

“Tentu saja, ya Rasul,” jawab mereka dengan penuh antusias.

“Bacalah subhanallah, walhamdulillah, wallahu akbar, masing-masing sebanyak 33 kali.”

 Selang beberapa waktu, mereka pun mendatangi Rasul sambil menyatakan bahwa bocoran amalan tersebut telah sampai ke telinga orang-orang kaya, lalu mereka ikut pula mengamalkannya. Rasulullah tersenyum seraya menegaskan bahwa kemurahan Allah tiada terbatas, dan Dia memberi kelapangan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, serta memberi keterbatasan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Di sinilah letak kualitas sabar dan syukur bagi orang-orang beriman agar senantiasa mampu berserah-diri pada anugerah Allah, apakah anugerah itu berupa ujian kenikmatan ataukah ujian kesempitan dan keterbatasan.

Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi orang-orang beriman untuk putus asa dan frustasi dari rahmat Allah, hanya karena dililit masalah ekonomi dan takut miskin. Jika ada orang Banten yang merasa depresi hanya karena soal utang atau kesulitan ekonomi, lalu melakukan tindakan anarki – entah dengan dalih jihad atau mati syahid – itu sama saja dengan tindakan kekufuran, karena merasa kurang yakin pada pertolongan Allah Yang Maha Kaya, Maha Pengasih dan Maha Memberi anugerah kepada setiap makhluk-Nya tanpa batas.... (*)

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Melumpuhkan Kekuatan Syirik
Senin, 15 Okt 2018 | 19:09 WIB
Melumpuhkan Kekuatan Syirik
Hoaks dan Rekam Jejak Anda
Kamis, 11 Okt 2018 | 17:05 WIB
Hoaks dan Rekam Jejak Anda
Jujur Itu Kekuatan
Selasa, 09 Okt 2018 | 19:14 WIB
Jujur Itu Kekuatan
Bahkan Dukun Terkena Disrupsi
Senin, 08 Okt 2018 | 16:58 WIB
Bahkan Dukun Terkena Disrupsi

KOMENTAR

Rezeki Orang Banten Harus Berkah

PEMERINTAHAN

210 dibaca
ASN Pemprov Banten jangan Main-main dalam Absen
269 dibaca
HUT Ke-492, Pemkab Serang Diminta Perkuat Ekonomi Desa
246 dibaca
Dilantik, Pj Walikota Serang Diminta Perbaiki Jalan

POLITIK

128 dibaca
Pemilu 2019, Andika Ajak Masyarakat Cek Data Diri Sebagai Pemilih
415 dibaca
Ratusan Buruh Cikoja Deklarasi Pemilu Damai 2019
322 dibaca
Serempak di 29 Kecamatan, KPU Kabupaten Serang Lakukan GMHP

HUKUM & KRIMINAL

287 dibaca
6 Oknum Anggota Ormas Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara
310 dibaca
Pengguna dan Pengedar Narkotika, Tiga Warga Cilegon Diringkus
215 dibaca
Alfamart Dibobol Maling, Uang Rp60 Juta Raib

PERISTIWA

155 dibaca
Polres Serang Kota Sita 3500 Lebih Botol Miras
184 dibaca
Tim PFA Dompet Dhuafa Pulihkan Anak-anak Pasca Gempa-Tsunami Sulteng
218 dibaca
Warga Petir Ditemukan Tewas Gantung Diri

EKONOMI & BISNIS

166 dibaca
MoU dengan DP3AKKB, Bank Banten Dukung Pemberdayaan Perempuan
181 dibaca
Andika Launching Toko Online Industri Rumahan Sijelita
Top