Jumat, 27 November 2020

Rasulullah SAW Saja Berselawat

(Foto Ilustrasi)
Kamis, 21 Sept 2017 | 20:51 WIB - Mozaik Islami

Allah subhanahu wata'ala memerintahkan hambaNya agar berselawat kepada Nabi Muhammad saw. Ada pertanyaan apakah Rasulullah juga berselawat kepada dirinya, bagaimana cara Nabi berselawat, dan adakah dalilnya?

Menurut Ustadz Ammi Nur Baits, ada beberapa kalimat yang terdapat nama atau gelar Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Di antaranya, pertama, pada lafadz tasyahud,

"Segala ucapan selamat, selawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakahNya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang salih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hambaNya dan utusanNya."

Lafadz tasyahud ini diajarkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam kepada Ibnu Masud Radhiyallahu anhu sebagaimana disebutkan dalam riwayat Bukhari (no .6265).

Dalam lafadz tasyahud itu ada dua kalimat yang mengandung nama Nabi Shallallahu alaihi wa sallam,

Kalimat: "Assalamu alaika ayyuhan Nabi"

Kalimat syahadat: "Wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluh"

Kedua, lafadz salawat, "Ya Allah, semoga salawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim" Salawat ini diriwayatkan Bukhari (no. 4797) dan Muslim (no. 406) dari sahabat Kaab bin Ujrah Radhiyallahu anhu.

Apakah dalam kalimat salam, tasyahud, dan salawat, kalimat yang beliau baca sama dengan kalimat yang kita baca?

Ustadz mengajak kita agar menyimak keterangan beberapa ulama salaf berikut,

Keterangan Imam Zakariya al-Anshari, ulama Syafiiyah; Terdapat nukilan, bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam membaca tasyahud dengan mengucapkan, "Wa asyhadu annii rasulullah.." (Saya bersaksi bahwa saya adalah utusan Allah). Demikian keterangan ar-Rafii dalam kitab al-Adzan. Namun menurut az-Zarkasyi, beliau mengatakan, "Ini tidak mungkin. Bahkan yang dinukil dari beliau, bahwa tasyahud beliau sama seperti tasyahud kita." Demikian pula yang diriwayatkan Malik dalam al-Muwatha, dan ini pendapat yang disebutkan Ibnu Rifah dalam al-Kifayah. (Asna al-Mathalib, 2/458).

Keterangan yang sama juga disampaikan Mula Ali Qori, ulama madzhab hanafi; Terdapat nukilan bahwa tasyahud Nabi Shallallahu alaihi wa sallam sama dengan tasyahud kita. Sementara keterangan ar-Rafii bahwa ada nukilan tasyahud beliau berbunyi, "Wa asyhadu annii rasulullah.." ini pendapat tertolak, karena tidak ada dasarnya. (Mirqah al-Mafatih, 2/733).

Lantas bagaimana dengan salawat beliau? Allah perintahkan kita untuk bersalawat kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, melalui firman-Nya, "Wahai orang-orang yang beriman, berilah salawat dan salam kepadanya.." (QS. al-Ahzab: 56).

Kaidah yang berlaku, bahwa perintah untuk Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berlaku juga untuk orang yang beriman dan sebaliknya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Allah memerintahkan orang yang beriman sebagaimana yang Dia perintahkan kepada para rasul. (HR. Ahmad 8570 & Muslim 2393).

As-Suyuthi menuliskan, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari az-Zuhri, bahw beliau mengatakan, "Apabila Allah berfirman, Wahai orang-orang yang beriman, maka segera kerjakan, karena Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bagian dari mereka." (al-Itqan, 2/47).

Berdasarkan kaidah ini, ulama menyimpulkan bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersalawat untuk diri beliau sendiri. Beliau membaca salawat sebagaimana kita bersalawat.

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

Mengingat perintah bersalawat juga mencakup Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dan yang lainnya, maka tidak diragukan bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersalawat untuk diri beliau sendiri. Karena beliau adalah orang yang paling bersegera melaksanakan perintah Rabnya. (Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 75551)

Berdasarkan keterangan di atas, kita menyimpulkan pada dasarnya, bacaan salawat dan tasyahud beliau, sama dengan bacaan salawat dan tasyahud yang disyariatkan untuk umatnya. Dan tidak ada yang aneh ketika Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersalawat dengan menyebut nama beliau sendiri.

Sebagaimana ini juga berlaku dalam doa-doa beliau lainnya, seperti, "Ya Allah, jadikanlah rezeki keluarga Muhammad cukup untuk kebutuhan pokoknya." (HR. Ahmad 7372 dan Muslim 7630). Allahu alam.

[Ustaz Ammi Nur Baits adalah Dewan Pembina Konsultasisyariah.com/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Berbanggalah bagi Para Wanita yang Hamil
Kamis, 26 Nov 2020 | 20:41 WIB
Berbanggalah bagi Para Wanita yang Hamil
Pandai-pandailah Menyesuaikan diri dengan Musim
Rabu, 25 Nov 2020 | 20:05 WIB
Pandai-pandailah Menyesuaikan diri dengan Musim
Jaga Lisan, Sibukkan Diri dengan Aib Sendiri!
Rabu, 25 Nov 2020 | 19:58 WIB
Jaga Lisan, Sibukkan Diri dengan Aib Sendiri!
Yuk Biasakan Anak Perempuan Berhijab dari Kecil
Senin, 23 Nov 2020 | 20:09 WIB
Yuk Biasakan Anak Perempuan Berhijab dari Kecil

KOMENTAR

Rasulullah SAW Saja Berselawat

BERITA TERKAIT

PEMERINTAHAN

150 dibaca
Jelang Nataru, TPID Kabupaten Serang Diminta Antisipasi Gejolak Harga
319 dibaca
Sekda Entus: DWP Kabupaten Serang Harus jadi Perekat Masyarakat

POLITIK

66 dibaca
Pjs Bupati Serang Optimis Target 75 Persen Partisipasi Pemilih Tercapai
59 dibaca
Apel Bersama Pangdam Siliwangi, Wagub Pastikan Pilkada di Banten Aman

HUKUM & KRIMINAL

37 dibaca
Staf Khusus Menteri KKP Turut Diciduk KPK
89 dibaca
Resmob Polres Serang Kota Tembak Satu Pelaku Curanmor

PERISTIWA

74 dibaca
Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK
75 dibaca
Di Wilayah Hukum Polres Serang, Spanduk dan Baligho Ilegal Diturunkan

EKONOMI & BISNIS

96 dibaca
Pemkab Serang Upayakan Empat BUMD Dapat Suntikan Dana
112 dibaca
Widih, Start up Kaesang Dapat Dana Rp 29 Miliar
Top