Sabtu, 24 Agustus 2019

R-APBD Banten 2020, Hampir Rp3 Triliun untuk BOS

[Foto ilustrasi/net]
Rabu, 14 Agt 2019 | 22:19 WIB - Banten Pemerintahan

lBC, Serang – Pemerintah Provinsi Banten mengajukan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 untuk dibahas DPRD Banten dalam rapat paripurna DPRD Banten di gedung rapat paripurna DPRD Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang pada Rabu, 14 Agustus 2019.

Dalam rancangan APBD tersebut, pemprov mengajukan anggaran untuk BOS atau biaya operasional sekolah, baik BOS sebagai dana hibah ke kabupaten/kota maupun BOSDA atau belanja operasional sekolah-daerah yang dialokasikan dalam belanja langsung. Dana BOS tersebut diantaranya dialokasikan di anggaran belanja hibah sebesar Rp2,17 triliun. Berikutnya, dalam belanja langsung, Pemprov juga menganggarkan BOSDA untuk pendidikan menengah sebesar Rp981,19 miliar.

“Anggaran belanja langsungnya sendiri  sebesar Rp4,90 triliun,” kata Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat membacakan nota pengantar Rancangan APBD 2020 dalam rapat paripurna DPRD Banten dengan agenda tersebut di gedung DPRD Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang pada Rabu, 14 Agustus 2019. Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Banten Ali Zamroni itu sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim membacakan nota pengantar rancangan Perda tentang Perubahan APBD Banten 2019.

Terkait belanja langsung yang diajukan sebesar Rp4,90 triliun itu, Andika memaparkan, anggaran tersebut diperuntukkan bagi urusan wajib pelayanan dasar sebanyak 6 bidang urusan, dan urusan wajib bukan pelayanan dasar sebanyak 18 bidang urusan, urusan pilihan sebanyak 7 bidang urusan, dan urusan penunjang fungsi pemerintahan sebanyak 7 bidang urusan, yang semuanya dilaksanakan oleh 41 perangkat daerah termasuk biro-biro.

Untuk urusan wajib pelayanan dasar, kata Andika, dialokasikan sebesar Rp1,83 triliun yang diperuntukkan bagi 6  bidang urusan antara lain yaitu bidang pendidikan yang diprioritaskan untuk penyelenggaran pendidikan menengah, yang khusus dalam bentuk BOS dan BOSDA sebesar Rp981,19 miliar. Berikutnya, untuk pengadaan lahan untuk gedung pendidikan 24 titik/lokasi senilai Rp49,6 miliar, pembangunan unit sekolah baru sebanyak 33 unit dan ruang kelas baru sebanyak 64 ruangsenilai Rp167,91 miliar.

selanjutnya untuk bidang kesehatan, kata Andika, diprioritaskan untuk pembiayaan jaminan pemeliharaan kesehatan dalam rangka mewujudkan universal health coverage sebesar Rp250 miliar, pengadaan lahan RSUD Banten sebesar Rp28,79 miliar dan, pembangunan RSUD Banten 8  lantai secara multi years sebesar Rp290 miliar.  “Untuk tahap I di tahun 2020 dianggarkan sebesar Rp60 miliar,” imbuhnya.

Berikutnya, lanjut Andika, untuk pembangunan rumah sakit jiwa tahap II sebesar Rp37,45 miliar, dan pembangunan RSUD Cilograng tahap I sebesar Rp27,70 miliar.

untuk bidang pekerjaan umum, kata Andika, belanja langsung diprioritaskan untuk pemenuhan target jalan mantap, yang pada tahun anggaran 2020 tersisa sepanjang 16 km dari total target keseluruhan sepanjang 762,03 km. Di samping itu, kata dia, juga terdapat kegiatan pembangunan jalan baru yang diawali dengan pembebasan lahan untuk 3 ruas jalan dan penataan Simpang Gondrong Tangerang senilai Rp75 miliar. Adapun 3 ruas jalan baru meliputi exit tol Cikeusal – Boru Kota Serang sepanjang 10,37 km, Tonjong Kabupaten Serang-Banten Lama Kota Serang sepanjang 1,57 km, dan Palima Kota Serang-Baros Kabupaten Serang sepanjang 4,05 km.

“Belanja langsung juga diperuntukkan bagi pembangunan jembatan sebanyak 5  unit, dan pembebasan lahan kebinamargaan seluas 128.210,35 m2 senilai Rp182,39 miliar,” imbuhnya.

Untuk bidang perumahan rakyat dan kawasan permukiman, lalnjut andika, diprioritaskan untuk peningkatan kualitas insfrastruktur kawasan kumuh sebesar Rp82,45 miliardengan luas 71,26 hektar, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni sebesar Rp13,78 miliar sebanyak 260 unit, dan pembangunan stadion di kawasan sport centre (multiyears) sebesar Rp618,99 miliar. Berikutnya, untuk penataan kawasan wisata religi Cikaduen Syech Mansyur Pandeglang, Caringin Syech Asnawi Pandeglang sebesar Rp19,7 miliar, dan pembangunan infrastruktur persampahan regional untuk melayani 1.422.261 jiwa sebesar Rp10 miliar.

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

R-APBD Banten 2020, Hampir Rp3 Triliun untuk BOS
katarBanten

PEMERINTAHAN

5472 dibaca
Disebut Masuk Bursa Menteri Jokowi, Ini Jawaban Andika
1232 dibaca
TAPD Tak Boleh Pangkas Anggaran Tanpa Seizin KPU dan Bawaslu
katarBanten1

POLITIK

329 dibaca
Hasil Muktamar, PKB Usung Kader di Pilkada Serang 2020
313 dibaca
Tak Penuhi Kuorum, Rapat Paripurna DPRD Banten Bahas APBD-P Batal

HUKUM & KRIMINAL

366 dibaca
Pemuda Ini Gunakan Akun Facebook Untuk Menipu Orang

PERISTIWA

257 dibaca
Kekeringan, Polda Banten Salurkan Air Bersih untuk Warga Pontang

EKONOMI & BISNIS

311 dibaca
Ini Dia Perlengkapan Perkayuan yang Wajib Dimiliki untuk Wood Working
Top