Minggu, 13 Juni 2021

Pulihkan Ekonomi Pasca Covid, Pemerintah Alokasikan Rp 695 Triliun

Ilustrasi
Sabtu, 21 Nov 2020 | 21:18 WIB - Nasional Ekonomi & Bisnis

IBC, SERANG - Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran Rp 695,2 Triliun untuk perekonomian dan kesehatan pasca Covid. Alokasi  anggaran terbesar yakni untuk menyokong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yakni Rp 123,46 Triliun.

Anggaran tersebut disalurkan dal bentuk program subsidi bunga, penjaminan kredit, relaksasi pajak, dan bantuan produktif. Pemerintah juga melakukan pendampingan bagi pengelolaan usaha, sumber daya manusia, sarana prasarana, termasuk memfasilitasi digitalisasi UMKM. Digitalisasi UMKM pada dasarnya adalah agenda besar pemerintah untuk melakukan pemulihan juga transformasi ekonomi digital.

Bagi UMKM konvensional yang selama ini lebih banyak bertransaksi secara tradisional, bertatap muka baik dengan konsumen maupun penyedia bahan baku, digitalisasi akan sangat membantu di masa pandemi ini.

“Sekarang salah satu cara bertahan di saat pandemi adalah digitalisasi. Dengan bertransformasi secara digital, hubungan dengan konsumen maupun dengan penyedia bahan baku bisa dilakukan”, ujar T. M. Zakir Machmud, Kepala UKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia dalam acara Dialog Produktif bertema “Naik Kelas UMKM Lewat Digitalisasi” yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (18/11) dilansir dari laman covid19.go.id Sabtu (21/11/2020).

Upaya mendigitalisasi proses bisnis pelaku UMKM, terutama yang masih asing dengan perkembangan teknologi, masih sulit karena terbentur pola pikir pelakunya sendiri.

“Jadi walaupun kita bicara digitalisasi, kita tetap harus melakukan pendampingan. Pendampingan itu macam-macam bentuknya, bisa melalui training, coaching, gathering, dan konsultasi. Intinya UMKM harus mempersiapkan diri ke arah digitalisasi”, ungkap Zakir.

Perjalanan ke arah proses bisnis digital ini diakui Zakir membawa perubahan.

“Jangan lupa, bahwa dengan digital itu ada peluang baru juga yang akan muncul. Peluang baru ini akan besar efeknya dalam perekonomian. Istilahnya dalam perubahan itu pasti ada yang dikalahkan (looser) dan yang bangkit (gainer)," ungkapnya.

Kehadiran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menurut Zakir sendiri merupakan bentuk kehadiran negara bagi pelaku UMKM.

“Namun harus kita lihat yang bisa memanfaatkan hal itu jumlahnya masih terbatas, karena mayoritas UMKM ada di level Mikro yang belum tersentuh layanan perbankan, atau belum memiliki NPWP, sehingga butuh penanganan khusus seperti Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), ini yang membantu usaha Mikro yang sebelumnya turun paling tidak kembali ke titik semula," ucapnya.

Saat ini dengan perubahan situasi, UMKM harus mampu beradaptasi, salah satu caranya adalah dengan digitalisasi dan mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia baru.

“Digital itu bukan sekedar masuk saja, tapi mempersiapkan diri untuk perubahan dan konsekuensinya nanti”, tutup Zakir.

Head of Sales Wahyoo start up aplikasi bagi usaha warung makan , Triatmojo Suprasetyo tidak menampik apabila saat ini, segala aspek tengah bertransformasi ke arah digitalisasi untuk menjawab lanskap perubahan akibat pandemi COVID-19.

“Dukungan digitalisasi khususnya pada warung-warung makan berimbas positif pada pelaku bisnis. Dukungan yang kami berikan kita sebut P3K (Pelatihan, Pembimbingan, Pendapatan, dan Kemudahan). Ini yang menaikan derajat pelaku UMKM kita, terutama pemilik warung makan," katanya.

Kehadiran aplikasi seperti Wahyoo turut membantu mentransformasi UMKM ke arah proses bisnis digital.

“Mereka itu kita bantu naik kelas dengan digitalisasi dari segi apapun. Mulai dari digitalisasi pembukuan, dari situ kita bisa lihat cashflow mereka, kita bisa tahu apa kebutuhan mereka”, terang Triatmojo.

Kuncinya saat ini kata dia, segera berubah dari segi inovasi, sehingga UMKM bisa menaikan kelas. Jadi harus benar-benar melek digital. (Nunu)***

Redaktur: Nunu
Bagikan:

LAINNYA

Kapolri Launching Aplikasi Propam Presisi
Selasa, 13 Apr 2021 | 15:38 WIB
Kapolri Launching Aplikasi Propam Presisi
Pemerintah Buka 1,3 Juta Formasi Calon ASN
Sabtu, 20 Mar 2021 | 21:59 WIB
Pemerintah Buka 1,3 Juta Formasi Calon ASN
Pendukung Jokowi Mulai Keluarkan Taring Lawan SBY
Minggu, 14 Mar 2021 | 20:14 WIB
Pendukung Jokowi Mulai Keluarkan Taring Lawan SBY

KOMENTAR

Pulihkan Ekonomi Pasca Covid, Pemerintah Alokasikan Rp 695 Triliun

BERITA TERKAIT

INILAH SERANG

143 dibaca
Polres Serang Bagikan Masker ke Pengunjung Ponpes Syech Nawawi Tanara
702 dibaca
Polres Serang Amankan Belasan Preman dan Sita Uang Pungli
160 dibaca
Polres Serang Ringkus Dua Pengedar Obat Tramadol dan Hexymer

HUKUM & KRIMINAL

43 dibaca
Polda Banten Gagalkan Penyelundupan 90 Ribu Bibit Lobster
702 dibaca
Polres Serang Amankan Belasan Preman dan Sita Uang Pungli
160 dibaca
Polres Serang Ringkus Dua Pengedar Obat Tramadol dan Hexymer

POLITIK

388 dibaca
Pemkab Serang Soroti Pilkades Serentak di Dua Kecamatan
444 dibaca
Amankan Pemilihan Anggota BPD Tanara, Polres Serang Prokes Covid-19
648 dibaca
Andika Minta PPP Banten Dukung Pemprov Sejahterakan Masyarakat

PENDIDIKAN

353 dibaca
Andika: Data BPS Menunjukkan Kualitas Pendidikan Penduduk Banten Meningkat
380 dibaca
PPDB di Kabupaten Serang Dibuka 21 Juni, Ini Tahapannya
Top