Jumat, 07 Mei 2021

Program BPS, Cikolelet Wakili Kabupaten Serang jadi Desa Cantik

Selasa, 04 Mei 2021 | 22:01 WIB - Serang

lBC, Serang - Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka mewakili Kabupaten Serang sebagai Desa Cantik atau Desa Cinta Statistik dari 74 ribu desa yang masuk 100 besar tersebar di seluruh Indonesia. Desa Cantik merupakan Program Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, dalam rangka mewujudkan satu data Indonesia.   

Kepala BPS Kabupaten Serang, Tutty Amalia mengungkapkan untuk di Provinsi Banten selain Kabupaten Serang ada dua desa di Kota Serang dan Kabupaten Lebak yang terpilih menjadi Desa Cantik. Sedangkan untuk di Kabupaten Serang di Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka.

“Ini adalah salah satu program percepatan dari BPS dalam rangka mewujudkan satu data Indonesia,”ujar Tutty usai Sosialisasi Desa Cantik di Aula Kantor Desa Cikolelet pada Selasa, 4 Mei 2021. 

Kenapa pihaknya memulainya dari desa, jelasnya, karena desa ini sebagai objek untuk pengumpulan data. Bahkan semua pembangunan pun objeknya di desa. “Jadi, kalau datanya sudah terhimpun dengan bagus, sudah di kelola dengan bagus kedepannya Insya Allah akan lebih baik,”kata Tutty.

Dengan begitu, bagaimana caranya agar tercapainya program Desa Cantik menuju satu data Indonesia, sebut Tutty, pertama pihaknya memunculkan kesadaran aparat pemerintahan desa agar paham terlebih dahulu tentang pentingnya data. Setelah mereka paham, maka akan mudah untuk menularkan ke masyarakat. “Itu intinya,”tegas Tutty.

Sedangkan alasan dengan memilih Desa Cikolelet, Tutty mengatakan, bahwa untuk pemilihan dari BPS Pusat. Yang pertama mungkin dilihat dari kepala desa yang kooperatif dan desanya juga terlihat ada keinginan ingin maju, desa berkembang dan mandiri.

“Kebetulan juga Desa Cikolelet desa wisata yang mana program Pemda Kabupaten Serang juga prioritas untuk Desa Cikolelet, karena kami juga berkoordinasi dengan Pemda untuk memilih calon desa cantik,”terang Tutty.

Selanjutnya, jika Desa Cikolelet selesai menjadi Desa Cantik akan menjadi desa percontohan untuk desa lain yang ada di Kabupaten Serang. “Kami akan coba dengan desa lainnya tapi tentunya dengan kebutuhan desa masing-masing. Kalau Cikolelet Desa wisata, kalau daerah Cikande industrinya,”ungkapnya.

Pada intinya, tambah Tutty, program Desa Cantik bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terlebih dahulu seperti saat ini dilaksanakan sosialisasi menjelaskan apa statistik itu dan tanya jawab.

“Paling tidak masyarakat desa paham tidak bingung lagi terkait statistik atau data. Salah satunya contohnya, Desa Cikolelet belum memiliki website, nanti kita bantu untuk membuat website tersebut,”tuturnya.

Hadir pada sosialisasi tersebut, Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfosatik, Shuinta Asfilian Harjani, Plt Kades Cikolelet Ahmad Zaeni, Sekmat Cinangka tokoh masyarakat, dan pegawai Pemerintah Desa Cikolelet.

Kepala Diskominfosatik Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan dengan terpilihnya Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka merupakan pilot projek dari 100 desa cantik se indonesia, dan di Banten juga baru ada 3 desa yang dipilih termasuk Desa Cikolelet ini.

"Terkait dengan desa cantik ini, tentunya desa merupakan basic data yang harus valid , berkualitas, dan update. Desa saat ini adalah subyek pembangunan, sehingga pembangunan yang berkelanjutan dapat berkelanjutan, dapat terlaksana dengan baik. Tentunya dengan desa sebagai basik data, pemda dapat merencanakan pembangunan secara lebih terarah,"ujar Anas.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Program BPS, Cikolelet Wakili Kabupaten Serang jadi Desa Cantik
hut cilegon pa aef

INILAH SERANG

21 dibaca
Lagi, Polres Serang Ringkus Pengguna dan Pengedar Sabu

HUKUM & KRIMINAL

21 dibaca
Lagi, Polres Serang Ringkus Pengguna dan Pengedar Sabu

POLITIK

250 dibaca
Dinilai Sudah Tak Sehat, Pengurus Bapera Tangsel Membubarkan Diri

PENDIDIKAN

253 dibaca
Pemkab Serang Mulai Pembelajaran Tatap Muka Dimasa Pandemi
Top