Minggu, 17 Februari 2019

Produksi Pangan Kabupaten Serang Surplus dan Aman

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat meninjau areal tanaman padi beberapa waktu lalu. [Foto Istimewa]
Rabu, 13 Feb 2019 | 23:04 WIB - Serang Ekonomi & Bisnis

IBC, Serang - Kabupaten Serang menjadi salah satu daerah dengan tingkat ketahanan dan swasembada pangan yang aman. Bahkan produksi pangan di daerah tertua di Provinsi Banten ini mengalami surplus atau kelebihan produksi setiap tahun.

Menurut catatan Dinas Pertanian Kabupaten Serang, produksi padi pada tahun 2018 di Kabupaten Serang mencapai 524.228 ton, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 520.105 ton. Produksi jagung tercapai 639,5 ton dari target produksi 212,1 ton. Kemudian produksi kedelai mencapai 1.206 ton dari target produksi 757 ton.

"Semua target produksi tanaman pangan tercapai pada tahun 2018. Kabupaten Serang surplus melebihi 100 persen. Bahkan produksi jagung surplus hingg 301,52 persen.” Kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana dalam keterangan tertulis pada Rabu, 13 Februari 2018.

Zaldi menegaskan, setiap tahun Kabupaten Serang mengalami swasembada pangan, terutama beras dan jagung. Capaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari kebijakan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang menekankan agar melakukan optimalisasi percepatan tanam dalam rangka mendukung swasembada pangan.

"Kami optimis selalu mampu melakukan swasembada pangan. Bahkan Kabupaten Serang menjadi salah satu daerah yang menyuplai kebutuhan pangan untuk dalam dan luar Banten," ujarnya.

Diketahui, hasil dari analisa Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), semua kecamatan di Kabupaten Serang kategori berwarna kuning pada peta ketersediaan pangan. Pada indikator akses pangan, dikategorikan aman dengan peta akses berwarna hijau di semua Kecamatan.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, sesuai amanat Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 65 Tahun 2010  tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota, setiap kabupaten diwajibkan memiliki cadangan pangan 100 ton setara beras. 

"Kabupaten Serang sudah memenuhi amanat Permentan. Dengan jumlah 210 ton gabar kering giling atau setara 130 ton beras. Jumlah cadangan pangan dikategorikan relatif aman. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Ia menyatakan, ketersediaan pangan di Kabupaten Serang bisa mencapai kategori aman karena pada tiga tahun terakhir hasil produksi panen di Kabupaten Serang selalu surplus. Hampir semua kecamatan di Kabupaten Serang merupakan produksi pangan walaupun hasil produksinya bervariasi.

"Setiap tahun produksi kita selalu surplus sekitar 80 ribu ton per tahun,” ujarnya.

Saat ini, kata Suhardjo, masih ada 14 desa yang dianggap masih rentan pangan. Kerentanan pangan berkaitan dengan tingkat kemampuan masyarakat dalam menanggulangi situasi kekurangan pangan.

"Namun Kabupaten Serang masih bisa dikategorikan aman pangan. Setiap kekurangan pangan di setiap kecamatan, disa disuplai dari kecamatan sentra produksi pangan," katanya.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Produksi Pangan Kabupaten Serang Surplus dan Aman

PEMERINTAHAN

512 dibaca
Ketua dan Pengurus PPDI Kecamatan Jawilan Dilantik
400 dibaca
Tahun Ini, Dana Desa Pemprov Banten Tembus Rp61,9 Miliar
301 dibaca
Dihadapan Kades se-Lebak, Andika Beberkan Prioritas Penggunaan Dana Desa

POLITIK

340 dibaca
KPU Kabupaten Serang Target Satu Relawan Demokrasi 1000 Pemilih
246 dibaca
Warga Belum Paham Berpartisipasi pada Pemilu 2019
4239 dibaca
Gubernur Banten Wahidin Halim Dilaporkan ke Bawaslu

HUKUM & KRIMINAL

104 dibaca
Buron Curanmor Pingsan Saat Persembunyiannya Digerebag
84 dibaca
Diringkus, Dua dari Enam Bandit Jalanan Ditembak
502 dibaca
BNN Gagalkan Penyelundupan Narkotika di Pelabuhan Bojonegara

PERISTIWA

297 dibaca
Jelang Pemilu, Pejabat Polres Serang Gencar Kunjungi Ponpes dan Ulama
319 dibaca
Suhendar Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kontrakan

EKONOMI & BISNIS

285 dibaca
Produksi Pangan Kabupaten Serang Surplus dan Aman
277 dibaca
Pencairan Bansos, Dinsos Banten Libatkan Dua Lembaga Perbankan
Top