Kamis, 27 Juni 2019

Produksi Pangan Kabupaten Serang Surplus dan Aman

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat meninjau areal tanaman padi beberapa waktu lalu. [Foto Istimewa]
Rabu, 13 Feb 2019 | 23:04 WIB - Serang Ekonomi & Bisnis

IBC, Serang - Kabupaten Serang menjadi salah satu daerah dengan tingkat ketahanan dan swasembada pangan yang aman. Bahkan produksi pangan di daerah tertua di Provinsi Banten ini mengalami surplus atau kelebihan produksi setiap tahun.

Menurut catatan Dinas Pertanian Kabupaten Serang, produksi padi pada tahun 2018 di Kabupaten Serang mencapai 524.228 ton, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 520.105 ton. Produksi jagung tercapai 639,5 ton dari target produksi 212,1 ton. Kemudian produksi kedelai mencapai 1.206 ton dari target produksi 757 ton.

"Semua target produksi tanaman pangan tercapai pada tahun 2018. Kabupaten Serang surplus melebihi 100 persen. Bahkan produksi jagung surplus hingg 301,52 persen.” Kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana dalam keterangan tertulis pada Rabu, 13 Februari 2018.

Zaldi menegaskan, setiap tahun Kabupaten Serang mengalami swasembada pangan, terutama beras dan jagung. Capaian tersebut, kata dia, tidak lepas dari kebijakan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang menekankan agar melakukan optimalisasi percepatan tanam dalam rangka mendukung swasembada pangan.

"Kami optimis selalu mampu melakukan swasembada pangan. Bahkan Kabupaten Serang menjadi salah satu daerah yang menyuplai kebutuhan pangan untuk dalam dan luar Banten," ujarnya.

Diketahui, hasil dari analisa Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), semua kecamatan di Kabupaten Serang kategori berwarna kuning pada peta ketersediaan pangan. Pada indikator akses pangan, dikategorikan aman dengan peta akses berwarna hijau di semua Kecamatan.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, sesuai amanat Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 65 Tahun 2010  tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota, setiap kabupaten diwajibkan memiliki cadangan pangan 100 ton setara beras. 

"Kabupaten Serang sudah memenuhi amanat Permentan. Dengan jumlah 210 ton gabar kering giling atau setara 130 ton beras. Jumlah cadangan pangan dikategorikan relatif aman. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Ia menyatakan, ketersediaan pangan di Kabupaten Serang bisa mencapai kategori aman karena pada tiga tahun terakhir hasil produksi panen di Kabupaten Serang selalu surplus. Hampir semua kecamatan di Kabupaten Serang merupakan produksi pangan walaupun hasil produksinya bervariasi.

"Setiap tahun produksi kita selalu surplus sekitar 80 ribu ton per tahun,” ujarnya.

Saat ini, kata Suhardjo, masih ada 14 desa yang dianggap masih rentan pangan. Kerentanan pangan berkaitan dengan tingkat kemampuan masyarakat dalam menanggulangi situasi kekurangan pangan.

"Namun Kabupaten Serang masih bisa dikategorikan aman pangan. Setiap kekurangan pangan di setiap kecamatan, disa disuplai dari kecamatan sentra produksi pangan," katanya.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Produksi Pangan Kabupaten Serang Surplus dan Aman

PEMERINTAHAN

552 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik
1198 dibaca
Pemprov Banten Merubah RPJMD 2017-2022, Ini Sebabnya
1402 dibaca
Perencanaan APBD Banten 2019, Pembangunan Fisik Harus Selesai November

POLITIK

1203 dibaca
Pilkada Kabupaten Serang 2020, KPU Ajukan Anggaran Rp85 Miliar
1387 dibaca
2 Tahun Kepemimpinan WH-Andika, Eks Relawan Bentuk Tim Kajian 
10968 dibaca
Arwan Benarkan Ucapan Gubernur WH ‘Siapa Suruh jadi Relawan’

HUKUM & KRIMINAL

639 dibaca
Cabuli Siswa Hingga Hamil, 3 Oknum Guru Terancam 20 Tahun Penjara
2152 dibaca
Kapolda Banten Berhentikan Dua Anggota Polri
493 dibaca
Dua Spesialis Pencuri Rumsong Dibekuk Resmob

PERISTIWA

370 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman
301 dibaca
Angka Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Pemkab Serang Siaga Satu
1416 dibaca
Ops Cipta Kondisi, Polres Serang Minimalisir Pergerakan Massa

EKONOMI & BISNIS

537 dibaca
Dekopinwil Banten Diminta Lakukan Perubahan di Era Digital
519 dibaca
WH Ingatkan Tertinggal Revolusi 4.0, Menganggur Kita
Top