Selasa, 19 Februari 2019

Praktisi Hukum: Gerakan #2019GantiPresiden Bukan Bughot/Makar

Asep Abdullah Busro [Foto Istimewa]
Jumat, 03 Agt 2018 | 14:32 WIB - Serang Politik

IBC, Serang - Rencana Deklarasi #2019GantiPresiden yang akan dilaksanakan pada 10 Agustus 2018 di Kota Serang menuai polemik. Bahkan, ada yang menganggap gerakan tersebut makar terselubung. Padahal, aspirasi tersebut dianggap sah dimana tidak melawan hukum. 

Seperti yang diungkapkan Praktisi Hukum, Asep Abdullah Busro. Dijelaskan dia, bahwa bughot itu ada dalam terminologi hukum islam yang artinya memberontak/pemberontakan/melawan penguasa yang sah kalau dalam konteks hukum positif di NKRI bughot = MAKAR masuk dalam delik Tindak Pidana Kejahatan terhadap Keamanan Negara yaitu Pasal 107 KUH ancamannya penjara 15 tahun dan buat pemimpinnya dipenjara seumur hidup atau minimal 20 tahun. 

Akan tetapi, rumusan pembuktian delik pidana teraebut syaratnya adalah ada upaya "perbuatan penggulingan pemerintahan dengan cara yang tidak sah (illegal)" seperti kudeta oleh militer, pembunuhan terhadap presiden dan/ atau contoh lain ada pemberontakan PRRI/Permesta, DI/TII dan sebagainya. 

"Tapi kalau dalam konteks gerakan #2019GantiPresiden, maka gerakan tersebut tidak masuk kualifikasi bughot/makar seperti dalam Pasal 107 KUHP, karena sifatnya hanya aktifitas berkumpul & mengeluarkan pendapat dimuka umum yang mengajak masyarakat untuk mengganti presiden pada saat Pemilu 2019,"kata Asep melalui keterangan tertulisnya pada Jum'at, 3 Agustus 2018. 

Sambungnya, hal mana Pemilu 2019 adalah mekanisme pemilihan pemimpin nasional in casu : Presiden/Wapres, jadi gerakan tersebut merupakan aktifitas yang legal secara hukum sebagaimana dilindungi dan diatur dalam Pasal 28 jo Pasal 28E UUD 1945 (landasan hukum konstitusional) serta UU No.9 Tahun1998 tentang Kemerdekaan Mengeluarkan Pendapat dimuka umum dan UU No.39 Tahun 1999 tentang Perlindungan HAM. "Jadi itu pendapat saya dalam perspektif hukum hal mana bisa saja terdapat perbedaan pendapat dengan teman-teman lainnya. 

"Semoga bermanfaat dan bisa mencerahkan. Khoirunnas Anfa'uhum Linnas, sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat bagi manusia lainnya. Wallahu'alam bishowab,"tutur Asep.

​​​​​

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Praktisi Hukum: Gerakan #2019GantiPresiden Bukan Bughot/Makar

PEMERINTAHAN

212 dibaca
Pj Sekda Ajak ASN Tingkatkan Pemahaman Tupoksi
582 dibaca
Ketua dan Pengurus PPDI Kecamatan Jawilan Dilantik
446 dibaca
Tahun Ini, Dana Desa Pemprov Banten Tembus Rp61,9 Miliar

POLITIK

343 dibaca
KPU Kabupaten Serang Target Satu Relawan Demokrasi 1000 Pemilih
250 dibaca
Warga Belum Paham Berpartisipasi pada Pemilu 2019
4243 dibaca
Gubernur Banten Wahidin Halim Dilaporkan ke Bawaslu

HUKUM & KRIMINAL

127 dibaca
Buron Curanmor Pingsan Saat Persembunyiannya Digerebag
95 dibaca
Diringkus, Dua dari Enam Bandit Jalanan Ditembak
510 dibaca
BNN Gagalkan Penyelundupan Narkotika di Pelabuhan Bojonegara

PERISTIWA

317 dibaca
Jelang Pemilu, Pejabat Polres Serang Gencar Kunjungi Ponpes dan Ulama
327 dibaca
Suhendar Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kontrakan

EKONOMI & BISNIS

87 dibaca
Jetstar Perluas Boarding Prioritas Kepada Lebih Banyak Penumpang
428 dibaca
Kabupaten Serang Berpotensi Jadi Sentra Udang Vaname
Top