Sabtu, 25 Mei 2024

Polisi Bongkar Praktek Pemalsuan, Tiga Tersangka Diamankan

(Foto Aden/lnilahBanten)
Rabu, 07 Mar 2018 | 18:00 WIB - Serang Hukum & Kriminal

lBC, Serang - Jajaran Reskrim Polres Serang Kota berhasil membongkar jaringan pemalsuan data kependudukan meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akte Kelahiran (AK), Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dalam kasus ini tiga tersangka telah diamankan yakni Arwansyah alias Iwan alias Odoy (34 tahun), dan Tubagus Haerohman (43 tahun), keduanya warga Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang dan Salomo Siahaan (56 tahun), Keluarahan/Kecamatan Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

"Dari ketiga tersangka ini, kita amankan blangko kosong KK, AK, SKCK, Ijazah, KTP palsu, SIM, ratusan stempel berbagai instansi termasuk kepolisian, laptop, printer serta hologram," ungkap Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin dalam ekspose di Aula Mapolres Serang Kota pada Rabu, 7 Maret 2018.

Kapolres mengatakan pengungkapan kasus pemalsuan dokumen ini bermula dari informasi masyarakat tentang mudahnya mendapatkan SIM. Berbekal dari laporan itu, Tim Unit Reskrim Polsek Kramatwatu yang dipimpin Iptu Tatang, langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya diketahui, pembuatan SIM aspal tersebut adalalah tersangka Odoy.

"Tersangka Odoy ditangkap di rumahnya pada 7 Pebruari. Dari rumah tersangka juga ditemukan barang bukti ratusan stempel dan blangko kosong," ungkap Kapolresres didampingi Kapolsek Kramatwatu Kompol Dudung Junaedi dan Kasat Reskrim AKP Richardo Hutasoit.

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin mengatakan kasus pemalsuan dokumen negara ini masih terus didalami. Dari hasil pemeriksaan ketiga tersangka, kasus pemalsuan dokumen negara ini, diduga banyak melibatkan banyak pihak, diantaranya pengusaha travel. Meski demikian Kapolres belum dapat menyebutkan identitas travel tersebut karena untuk kepentingan penyidikan. 

"Dari pengakuan tersangka, dokumen palsu hasil karya tersangka Odoy ini banyak digunakan untuk keperluan pembuatan paspor bagi jemaah umroh dan haji," ungkap Kapolres.

Dikatakan Kapolres, modus yang dilakukan para tersangka yaitu mencetak menggunakan laptop dan printer yang sudah disiapkan. Untuk membuat kartu KK, AK dan SKCK, tersangka Odoy bisa langsung mencetak format yang sudah dibuat di laptop dengan format meniru SKCK asli, lalu distempel dengan stempel palsu. Sedangkan untuk memalsukan KTP dan SIM, tersangka mencetak dengan menggunakan plastik bening dan selanjutnya ditempelkan diatas SIM atau KTP yang sudah kadaluarsa.

"Jadi ketiga tersangka memiliki peran berbeda, TH diminta pengusaha travel untuk membuatkan persyaratan dokumen pembuatan paspor. Tersangka Odoy membuat dokumen sesuai pesanan, sedangkan Salomo adalah penyedia material," kata Kapolres.

Dari pengakuan para tersangka tersangka pemalsuan dokumen negara ini sudah berjalan 2 tahun. Dokumen KTP, KK, AK dan SKCK palsu ini ditarif mulai dari Rp200 ribu, sedangkan KTP seharga Rp500 ribu. Sedangkan untuk ijazah palsu ini dihargai Rp200 ribu untuk SMA, dan Rp700 untuk sarjana.

"Pemesannya tidak hanya warga Banten, melainkan juga dari Jakarta dan Sumatera. Ini dibuktikan dengan adanya stempel Pemprov DKI Jakarta dan Univerisitas di Sumatera yang dipalsukan. Kalau untuk SKCK banyak digunakan untuk persyaratan kerja di pabrik," kata Kapolres.[Aden]

Reporter: Haji Imat
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Polisi Bongkar Praktek Pemalsuan, Tiga Tersangka Diamankan

INILAH SERANG

1684 dibaca
Polsek Kragilan Bagikan 1000 Pinsil
962 dibaca
Hari Kedua Operasi Zebra Kalimaya, 148 Pengendara Ditilang

HUKUM & KRIMINAL

1314 dibaca
Sabu 2,5 Kg dan 51 Pil Ekstasi Siap Edar di Tangsel Diamankan
894 dibaca
Tangkap Residivis, Polisi Amankan 90 Paket Sabu

POLITIK

1076 dibaca
Kinerja Direspon Positif, Tatu-Pandji Kembali Diusung PKB
1827 dibaca
Gubernur WH Sebut Andika Pemimpin Masa Depan

PENDIDIKAN

2082 dibaca
Sekolah Ini Sama Berkualitas dengan SDN Terbaik di Amerika
1001 dibaca
Hari Sumpah Pemuda, Pemkab Serang Kuliahkan 53 Mahasiswa di Untirta
Top