Sabtu, 25 Mei 2024

PMI Banten Intensifkan Sosialisasi Donor Darah

[Foto Istimewa]
Minggu, 11 Jun 2023 | 15:41 WIB - Banten Serang Kesehatan

lBC, Serang - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten terus meningkatkan sosialisasi dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan pemenuhan stok darah. Tidak hanya itu, tujuh unit donor darah (UDD) PMI akan didorong dan difasilitasi untuk mendapatkan sertifikasi.

Sekretaris PMI Provinsi Banten dr. Rahmat Fitriadi mengatakan, pemenuhan stok darah PMI diperlukan partisipasi masyarakat, instansi pemeirntah, dan perusahaan swasta. “Kami harus mengajak stakeholder atau para pihak untuk bersama memenuhi stok darah di semua UDD PMI. Kita bersama menjadi pahlawan kemanusiaan untuk yang lain,” kata Rahmat melalui siaran pers, kemarin.

Terbaru, PMI Banten telah menggelar Sosialisasi Donor Darah dan Kebijakan PMI Banten Tahun 2023, Selasa (6/6/2023). Sosialisasi ini diikuti peserta dari TNI, Polri, unsur pemerintah daerah, perusahaan, organisasi kedokteran, organsasi klinik dan rumah sakit, perguruan tinggi, Pramuka, dan media massa. Kegiatan tersebut digelar di Markas PMI Provinsi Banten, Kota Serang.

“Kami perlu menjalin kerja sama dalam tugas-tugas kemanusiaan, khususnya pelayanan sosial, kesehatan, dan donor darah. Kami harus terus menyampaikan pentingnya donor darah untuk menolong sesama kita yang membutuhkan darah,” ujarnya.

Salah satu kebijakan yang dilakukan PMI Banten, kata dia, tahun ini akan dilakukan sertifikasi terhadap tujuh UDD. “Kami harus terus menjamin kualitas pelayanan darah, dan sertifikasi ini selain amanah pemerintah, juga bagian dari penguatan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh PMI,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UDD PMI Kota Tangerang dr. David H Sidabutar saat menjadi pembicara sosialisasi donor darah mengatakan, pelayanan darah yang dilakukan UDD PMI dilakukan mulai dari perekrutan pendonor, pengambilan, pengolahan, pengamanan, hingga distribusi darah. “Dalam prosesnya, kami membutuhkan partisipasi, terutama dalam meningkatkan jumlah pendonor,” ujarnya.

Saat ini, kata David, masih ada persepsi dari masyarakat bahwa darah harus dibeli. Ia menegaskan, yang dikeluarkan untuk pengambilan darah adalah biaya pengganti pengolahan darah (BPPD). Ketentuannya sesuai dengan Surat Edaran Kemenkes Nomor HK/Menkes/31/1/2014.

“Dalam proses pengambilan, pengolahan, dan pengamanan darah dibutuhkan alat-alat hingga mesin berteknologi. Termasuk untuk tenaga, utilitas, barang habis pakai, dan operasional UDD PMI. Kami harus memastikan darah yang ditransfusi aman bagi pasien yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menyatakan, donor darah merupakan tindakan kemanusiaan. Selain itu, darah tidak bisa diproduksi oleh mesin, hanya bisa disumbangkan oleh sesama kita. “Donor darah dan pelayanan darah merupakan tanggungjawab semua pihak." ujarnya.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

PMI Banten Intensifkan Sosialisasi Donor Darah

INILAH SERANG

599 dibaca
Target Sentra Kedelai Nasional, Petani Kabupaten Serang Dilatih Khusus
1609 dibaca
Diduga Aniaya Mantan Istri, Pejabat Dinkes Banten Dilaporkan ke Polisi

HUKUM & KRIMINAL

963 dibaca
Pengedar Obat Terlarang, Polda Amankan 45 Tersangka
781 dibaca
Gelar Konferensi Pers, Polda Banten Libatkan Juru Bahasa Isyarat

POLITIK

1834 dibaca
KPU Kabupaten Serang Verifikasi Faktual Parpol
1550 dibaca
Pilkada Kota Serang 2018, Vera Berharap Nasdem jadi Teman Koalisi Golkar

PENDIDIKAN

1844 dibaca
Wabup Ajak Anggota Pramuka Jadi Manusia Pancasila
373 dibaca
Gelar Workshop Praktek Aplikasi AI, AIMI Gagas Bentuk Kelompok Peneliti
Top