Kamis, 15 April 2021

Persoalan Penyakit TBC Indonesia Masih jadi PR Bersama

Selasa, 30 Mar 2021 | 22:17 WIB - Serang Kesehatan

lBC, Serang - Penyakit Tuberkulosis atau TB paru di Kabupaten Serang masih terus ditemukan. Namun demikian penderita TB tersebut jangan sampai dijauhi layaknya pasien terkonfirmasi positif Covid 19. Sebab penderita penyakit menular tersebut bukan lah aib.

Hal tersebut terungkap dalam acara Hari TBC sedunia dengan tema eliminasi TBC untuk kabupaten serang maju sehat bebas TBC 2030 yang dilakukan di aula Tubagus Suwandi, Selasa 30 Maret 2021. Dalam kegiatan yang dihadiri Asda III Pemkab Serang Ida Nuraida, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Kepala Dinkes Kabupaten Serang drg Agus Sukmayadi tersebut dilakukan pula penandatanganan kerjasama antara konsorsium komunitas penabuluh STPI dengan Dinkes Kabupaten Serang.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang drg Agus Sukmayadi mengatakan peringatan hari TBC sedunia diperingati setiap 9 Maret. TBC merupakan penyakit menular yang sudah ada sejak dimulai dimulai peradaban dunia.

"Mungkin sejak adanya komunitas manusia TB sudah terjadi sampai sekarang. Karena TB merupakan penyakit sangat menular," ujar dalam sambutan.

Agus mengatakan sejak berkembangnya pandemi Covid 19, keberadaan penyakit TB terlupakan. Sebab semua fokus pada penanganan Covid, padahal TB paru sendiri lebih menular dibandingkan Covid 19.

"Tapi kita tidak sadar. Semua sumber daya ekonomi, kesehatan sejak 2020 fokus pada Covid dengan kegiatan ini mudah mudahan diingatkan kembali dengan eliminasi TB sebagai prioritas nasional," ucapnya.

Ia berharap dengan mengurangi TB paru akan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat. Karena dengan seseorang usia produktif menderita TB paru berpengaruh pada aktivitas bersangkutan.

"Dengan mengundang kader TB diharapkan peran bapak ibu bisa dioptimalkan dalam mencari dan melakukan pelacakan suspek TB. Diharapkan pendampingan memberikan informasi semangat pada penderita TB paru bahwa TB paru bisa disembuhkan dan dicegah TB paru sama dengan Covid 19 harus tetap menjaga prokes setiap saat," ucapnya.

Ia mengatakan sebelum covid kita tidak pernah mengatakan meneraokan prokes pada penderita TB paru. Oleh karena itu pandemi menjadi momentum untuk tenaga kesehatan dan kader TB untuk menerapkan bahkan meningkatan prokes di lingkungan pada pasien TB. "Karena dengan prokes dapat mencegah penularan paru," katanya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum mengatakan ada stigma yang harus diatasi bersama terkait pasien TB, yaitu sebuah ketakutan. Dimana jika dirinya terkonfirmasi Covid atau TBC maka ia akan minder untuk berinteraksi dengan yang lain.

"Kalau dulu rame HIV kita maklumi orang terkonfirmasi HIV adalah aib karena penyebaran dari sesutu yang tidak dibenarkan agama. Beda dengan TBC dan Covid maka jadi tugas bersama bagaimana mengeliminasi TBC di Kabupaten Serang yang masih luar biasa," ujarnya.

Ulum mengatakan berdasarkan data WHO, pada tahun 2020 Indonesia menjadi peringkat dua dengan pasien TB tertinggi setelah India. Padahal jika bicara jumlah penduduk Cina jauh lebih besar namun bisa turun dari peringkat dua dan digeser Indonesia. "Berarti persoalan TBC Indonesia masih jadi PR bersama," ucapnya.

Ia pun mengapresiasi apa yang dikerjasamakan Pena buluh bersama Dinkes dan merupakan satu langkah besar yang memiliki tugas pertama membuat agar masyarakat tidak malu ketika mengidap TB dan mau berobat. Sebab TBC bukan aib, TBC adalah penyakit bisa disembuhkan asal rajin untuk melakukan pengobatan.

Tugas kedua memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa TBC adalah penyakit bisa sembuh. Sehingga masyarakat bisa melakukan penanganan secara berkala, minum obat sesuai anjuran kesehatan. Ketiga prokes harus dilakukan oleh para pasien TBC. Karena penyebaran melalui droplet. "Tiga PR ini menjadi pekerjaan semua dari Dinkes dan pena bulu dalam rangka memutus penyebaran Covid dan TBC.

Target 2030 bebas TBC semoga bisa selesai sebelum 2030. Saya berharap sambil antisipasi Covid juga sekaligus TBC karena penyebaran sama prokse sama ancaman kematian sama," ucapnya.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Persoalan Penyakit TBC Indonesia Masih jadi PR Bersama
pa aef

INILAH SERANG

60 dibaca
Beli Sabu Patungan, Dua Sekawan Dicokok Polres Serang
121 dibaca
Supporter Bola dan Club Motor Sepakat Jaga KondusivitasRamadhan

HUKUM & KRIMINAL

60 dibaca
Beli Sabu Patungan, Dua Sekawan Dicokok Polres Serang
119 dibaca
Lagi, Polres Serang Ringkus Penjual Obat Tramadol dan Hexymer

POLITIK

201 dibaca
Antisipasi Kerawanan Pilkades, Pemkab Serang Lakukan Pemetaan
755 dibaca
Ngopi Bareng Kapolres, Apdesi dan DPMD Bahas Pilkades Aman, Damai dan Sehat

PENDIDIKAN

420 dibaca
Mendikbud: Sekolah Diperbolehkan Belajar Tatap Muka Terbatas
544 dibaca
Pemkab Serang Akan Tingkatkan Penerima dan Insentif Guru Paud
Top