Rabu, 19 Februari 2020

Perempuan Terbaik Itu yang Menyenangkan Hati Suami

(foto ilustrasi)
Sabtu, 24 Feb 2018 | 23:49 WIB - Mozaik Islami

SIAPAKAH kiranya wanita terbaik itu? Apakah dia yang muda usianya, cantik rupanya, wangi baunya, cerdas pemikirannya dan lemah lembut tutur katanya? Lalu, siapa pula wanita terburuk itu? Apakah dia yang telah layu dimakan usia, bodoh tingkah lakunya, kasar ucapannya dan tak indah lagi dipandang mata? Ternyata bukan kriteria semacam itulah yang menjadikan seorang muslimah disematkan julukan wanita terbaik oleh Rasulullah.

Seorang sahabat bertanya pada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, wanita yang bagaimana yang paling baik?" maka beliau menjawab, "Wanita yang menyenangkan hati jika dilihat (suami), taat jika diperintah dan tidak menyelisihi pada sesuatu yang ia benci terjadi pada dirinya (istri) dan harta suaminya." (HR Ahmad)

Hal ini selaras pula dengan penuturan seorang badui ketika ditanya tentang wanita, ia menjawab, "Wanita yang paling utama adalah yang paling tinggi ketika berdiri dan paling besar ketika duduk, paling jujur ketika berbicara, jika tertawa cukup tersenyum, jika membuat sesuatu sangatlah baik, taat kepada suaminya, mengurusi rumahnya, mulia di hadapan kaumnya, rendah dalam dirinya, penuh cinta kasih dan banyak anak, serta yang segala sesuatunya terpuji."

Selanjutnya dia menjawab, "Yang paling jelek di antara mereka adalah yang tertawa tanpa sebab yang pasti, berkata bohong, suka menyumpahi suaminya, hidungnya di langit (sombong), dan pantatnya di air (rendah martabatnya)."

Begitulah wanita yang terbaik, yaitu mereka yang taat kepada suaminya, memenuhi hak-hak suaminya dan mampu menjaga amanah diri dan harta suaminya ketika ditinggal berpergian. Wanita ini pula yang mampu menjadi penyejuk suami kala di dunia dan teman setia meniti tangga menuju surga.

Sedangkan wanita terburuk adalah mereka yang menjadi neraka bagi suaminya, yang merasa angkuh dan lebih tinggi kedudukannya, padahal Allah telah berfirman dalam surah An Nisa' ayat 34 yang berbunyi, "Laki-laki adalah pemimpin bagi wanita." maka sudah seyogyanya pula seorang wanita harus menaati suaminya dengan catatan bahwa segala perintah tersebut tidak bertentangan dengan syariat agama Islam.

Marilah kita simak perbincangan indah Abu Darda kepada istrinya Ummu Darda, "Jika kamu melihatku sedang marah, relakanlah aku. Jika aku melihatmu sedang marah, aku akan merelakanmu. Jika tidak, kita tidak akan pernah berteman (bersatu)."

Shalihat, maukah kita berusaha menjadi wanita terbaik sesuai penuturan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam? Semoga yang belum menikah memanfaatkannya sebagai ilmu memantaskan diri sedangkan yang sudah menikah dijadikannya semangat perbaikan hingga layak menyaingi para bidadari di surga kelak. Aamiin ya Rabbal 'alamin. [lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Berguru kepada Imam Syafii
Selasa, 18 Feb 2020 | 19:21 WIB
Berguru kepada Imam Syafii
Untukmu yang Suka Mengeluhkan Musibah
Selasa, 18 Feb 2020 | 15:05 WIB
Untukmu yang Suka Mengeluhkan Musibah
Inilah Tiga Macam Upah yang Haram dalam Agama
Senin, 17 Feb 2020 | 00:12 WIB
Inilah Tiga Macam Upah yang Haram dalam Agama

KOMENTAR

Perempuan Terbaik Itu yang Menyenangkan Hati Suami

BERITA TERKAIT

HPN1

PEMERINTAHAN

145 dibaca
SAKIP Berpredikat A, Pemkab Serang Siap Jadi Rujukan Daerah Lain
210 dibaca
Wagub Banten Cecar Soal Call Center, Kepala BPBD Gelagapan

POLITIK

136 dibaca
DPP Serahkan ke DPD Gerindra Banten Tentukan Balon Kada
252 dibaca
PDIP Usulkan Tatu-Pandji di Pilkada Kabupaten Serang 2020

HUKUM & KRIMINAL

59 dibaca
Enam Bandit Spesialis Pencurian Baterai Cctv Diringkus
111 dibaca
Ancam Ratakan Mapolsek Curug, TNI Gadungan Diringkus

PERISTIWA

112 dibaca
Warga Temukan Mayat Mengambang di Sungai Ciujung
281 dibaca
Kapolres Serang: Penyebab Banjir Akibat Pendangkalan Sungai dan Sampah

EKONOMI & BISNIS

87 dibaca
Bupati Serang: Kawal UMKM Hingga Tuntas
275 dibaca
KADIN Serang Diharap Jadi Tulang Punggung Perekonomian Daerah
Top