Selasa, 20 Agustus 2019

Peningkatan Rata-rata Lama Sekolah Kabupaten Serang Tertinggi

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah-[Foto Istimewa]
Senin, 04 Feb 2019 | 22:09 WIB - Serang Pendidikan

IBC, Serang - Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka rata- rata lama sekolah warga Kabupaten Serang pada tahun 2016  sebesar 6,98 tahun. Meningkat menjadi 7,17 tahun pada tahun 2017. Peningkatan sebesar 0,19 sebagai angka tertinggi di wilayah Provinsi Banten bersama-sama dengan Kota Tangerang Selatan. 

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya, peningkatan angka rata-rata lama sekolah tidak lepas dari program prioritas yang dicanangkan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Yakni fokus pada peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) yang merupakan indeks komposit dari angka pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

"Angka rata-rata lama sekolah ini merupakan salah satu penyumbang IPM, dan meningkat sangat baik,” kata Asep dalam keterangan tertulis pada Senin, 4 Februari 2019. 

Asep menjelaskan, berbagai program digulirkan semasa kepemimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Mulai dari beasiswa, pendidikan kesetaraan, insentif guru, perbaikan ruang kelas, hingga pengembangan sekolah satu atap (satap). 

Ada 1.650 siswa SD dan 2.452 siswa SMP yang diberi beasiswa. Bukan hanya itu, ada 351 guru PAUD mendapat beasiswa dan 2.851 guru PAUD yang mendapatkan insentif.

"Beasiswa ini untuk menjamin semua warga bisa sekolah. Pesan Ibu Bupati, tidak boleh ada siswa putus sekolah,” ujarnya. 

Guru di Kabupaten Serang pun dibanjiri insentif. Terbaru, untuk 1720 guru honorer non K2. Sebelumnya, ada insentif untuk 8.686 guru ngaji dan 1.165 guru TPQ dengan anggaran Rp 6,04 miliar, dan insentif untuk dua guru TKK dengan anggaran Rp 57,6 juta. 

Kemudian, insentif untuk 152 pegawai honorer K2 nonguru total Rp 638,4 juta, insentif untuk 6.190 guru madrasah diniyah awaliyah total Rp 7,4 miliar, insentif untuk 5 guru bantu sekolah total Rp 84 juta, insentif untuk 691 guru SD K2 total Rp 5,8 miliar, dan insentif untuk 121 guru SMP K2 total Rp 1,01 miliar. "Pengembangan kompetensi guru juga terus dilakukan," ujar Asep.  

Untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah, digulirkan program kesetaraan Paket A, B, dan C. Paket A sebanyak 360 siswa, Paket B 1.620 siswa, dan Paket C sebanyak 2.310 siswa.

"Kemudian pengembangan dan dukungan untuk program SMP Satap, juga terus kami lakukan,” ujar Asep. 

Menurutnya, per tahun sudah dilaksanakan perbaikan 252 ruang kelas rusak dengan anggaran Rp26,6 miliar. Perbaikan ruang kelas yang dilakukan tidak hanya fokus dari APBD, juga dari bantuan sosial perusahaan.

"Perbaikan ruang kelas ini membutuhkan anggaran besar sehingga kami membutuhkan bantuan dari berbagai pihak,” ujarnya. 

Program pendidikan yang sudah dilaksanakan, kata Asep, telah menghasilkan peningkatan rata-rata lama sekolah sebesar 0,19 tahun dan sebagai angka tertinggi di Banten. “Padahal pada kurun tahun 2015 sampai 2016, peningkatan rata-rata lama sekolah hanya 0,01 tahun,” ujarnya.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Peningkatan Rata-rata Lama Sekolah Kabupaten Serang Tertinggi
katarBanten

PEMERINTAHAN

669 dibaca
TAPD Tak Boleh Pangkas Anggaran Tanpa Seizin KPU dan Bawaslu
204 dibaca
Tatu: Efisiensi Anggaran Dilakukan Sejak Menjabat Bupati Serang
katarBanten1

POLITIK

214 dibaca
Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten Serang Digelar 3 November
218 dibaca
Pilkada Serang 2020, PKS Sebut Belum Ada Penantang Petahana

HUKUM & KRIMINAL

198 dibaca
Pelaku Curanmor di Kibin Tewas Setelah Dianiaya Warga

PERISTIWA

518 dibaca
Gunakan Water Canon Salurkan Bantuan Air Bersih di Pontang

EKONOMI & BISNIS

297 dibaca
Ini Dia Perlengkapan Perkayuan yang Wajib Dimiliki untuk Wood Working
Top