Selasa, 28 Januari 2020

Penggerebegan Bandar Ganja, BNK Serang Mengaku Kecolongan

Petugas mengamankan ganja seberat 82 kilogram yang di sembunyikan dalam septic tank di Kampung Padurung Wetan, Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang pada Senin, 9 September 2019. [Foto Istimewa]
Rabu, 11 Sept 2019 | 15:14 WIB - Serang

lBC, Serang – Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Serang, Pandji Tirtayasa mengaku kecolongan terkait penggerebegan bandar narkoba jenis ganja di Kecamatan Cikeusal pada Senin, 9 September 2019. Padahal, pihaknya ingin membangun kesadaran kolektif akan bahaya narkoba. 

“Kita merasa prihatin. Ini pengembangan temuan yang di Cippocok Jaya Kota Serang, kemudian pengembangan ternyata biangnya ada di Cikeusal, kita merasa kecolongan,”kata Pandji kepada wartawan ditanya perihal penggerebegan bandar narkoba jenis ganja di Setda Kabupaten Serang pada Selasa, 11 September 2019.

Baca juga: Polisi Amankan 82 Kg Ganja dan 5 Tersangka di Cikeusal

“Ini jadi koreksi bagi kita terutama aparat di kecamatan dan desa. Bahwa ada gembong narkoba namun tidak terdeteksi, baru ketahuan sesudah digerebeg oleh Polda Banten,”ujar Pandji menyesalkan.

Semestinya, sebut Pandji, justru pihaknya ingin membangun kesadaran kolektif di masyarakat agar ada hal-hal yang mencurigakan terkait bahaya narkoba agar segera melaporkan. Apalagi disitu sirkulasi ganja yang dalam sirkulasi dalam kapisitas tidak sedikit, itu besar.

Oleh karena itu, dengan adanya kejadian penggerebegan bandar narkoba ini menjadi koreksi bagi unsur aparat pemerintahan terutama di kecamtan dan pemerintahan desa, karena belum mampu memahami situasi di medan atau wilayah kerjanya sampai kecolongan.

“Itu gembong (narkoba), bukan bandar kecil, ini bandar besar,”tegas Pandji yang juga Wakil Bupati (Wabup) Serang ini.

“Maka, ini koreksi bagi kita kedepan apapun yang terjadi di wilayahnya harus di kuasai sehingga sebelum terjadi kita bisa mengetahui. (Kabupaten Serang) Ini jalur lintasan Sumatera ke Jawa, ini menjadi peredaran yang menjanjikan. Ini tadinya hanya lintasan malah jadi tempat peredaran. Kalau dibilang banyak pengguna (narkoba) relatif, tapi kalau penyimpanan sementara itu bisa jadi,”ungkap Pandji.

Ditanya apakah perlu dibentuknya tim terpadu guna mengantisipasi peredaran dan pemberantasan narkoba, Pandji mengatakan, perlu didiskusikan terlebih dahulu bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Ditresnarkoba Polda Banten.

Karenanya, dirinya sebagai Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Serang sifatnya hanya membaca situasi. Sedangkan untuk pencegahan dan pemberantasan itu ranahnya BNN dan Kepolisian. “Perlu tim terpadu, Kabupaten Serang memang termasuk kategori gawat narkoba,”jelas Pandji.

Sebelumnya Ditresnarkoba Polda Banten berhasil mengamankan narkotika jenis ganja seberat 82 kilogram yang di sembunyikan dalam septic tank di Kampung Padurung Wetan, Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang pada Senin, 9 September 2019. Pengungkapan ganja seberat 82 kilogram, merupakan hasil pengembangan dari tersangka narkoba jenis sabu berinisial MD yang diamankan di wilayah Cipocok Jaya, Kota Serang pada Sabtu, 7 September 2019 dengan barang bukti 500 gram.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Didi Rosadi
Bagikan:

KOMENTAR

Penggerebegan Bandar Ganja, BNK Serang Mengaku Kecolongan

PEMERINTAHAN

244 dibaca
Bupati Serang: APBD Rp 3 Triliun Adalah Amanah Rakyat
346 dibaca
Lantik 277 Pejabat, Bupati Serang Minta Pemerintah Kecamatan Siaga Bencana

POLITIK

116 dibaca
Juni, KPU Buka Pendaftaran Cabup dan Cawabup Serang
225 dibaca
Puji Program Infrastruktur, Tatu Direkomendasikan ke DPP Berkarya

HUKUM & KRIMINAL

69 dibaca
Mau Jual Motor Hasil Curian, Khasan Ditangkap
202 dibaca
Bosan Pelayanan Istri, Kakek di Pandeglang Cabuli 2 Bocah

PERISTIWA

281 dibaca
Banjir, Ratusan Rumah di Kecamatan Kasemen Terendam
484 dibaca
Tak Mampu Penuhi Mahar Janda Idamannya, Pria Ini Tewas Gantung

EKONOMI & BISNIS

223 dibaca
Andika: Banten Siap Dukung Kebijakan Strategis OJK
160 dibaca
Produksi Pertanian Surplus, Bupati Serang Kampanyekan Beras Jaseng
Top