Selasa, 17 September 2019

Penataan Tahap Pertama Wisata Religi Syeh Nawawi Telan Rp7 M

Photo: InilahBanten.co.id/Arif Soleh]
Sabtu, 14 Sept 2019 | 08:12 WIB - Serang Mozaik Islami

lBC, Serang - Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten (BPPW) kementrian PUPR Rozali Indra Saputra mengatakan, penataan wisata religi di kawasan pondok pesantren An Nawawi Tanara akan dimulai tahun ini. Untuk tahap pertama akan menelan anggaran sekitar Rp7 miliar dan akan selesai pada Desember 2019.

"Karena waktu mepet cuma empat bulan untuk pelaksanaan. Jadi mungkin beberapa komponen kita lanjutkan di 2020," ujarnya kepada wartawan di Serang kemarin.

Indra mengatakan, kawasan yang akan ditata ini memiliki wilayah yang cukup luas. Dimana ada pondok pesantren juga mesjid agung. "Nah yang utama kita angkat potensi vokal point' dari mesjid agung Tanara dan kawasan. Sekitarnya. Jadi infrastruktur pemukiman air bersih, limbah, sampah dan beberapa akses jalan juga jadi ada penataan," katanya.

Kemudian juga akan ada penataan kawasan untuk tempat haul Syeh Nawawi. Dimana selama ini hampir 5.000 orang setiap tahun berkumpul di Tanara. "Orang numpuk disana,  orang berjualan berantakan sampah kemana mana, ini coba kita buat skenario agar semua potensi disana bisa kita angkat," katanya.

Proyek ini rencananya akan dilaunching Minggu depan. Bahkan paket pekerjaan proyek ini saat ini sudah dilelang dan sudah ada pemenangnya. "Untuk sementara dengan penataan air minum anggaran yang dibutuhkan cuma Rp 7 miliar sampai Desember itu juga baru tata kawasan, penghijauan, persampahan, air limbah jadi kita buat mck, tempat wudhu, dan ada kios 10. Jadi nanti bisa di tingkatkan vitalitas ekonomi masyarakat disitu, jual yang sifatnya religi bisa khas Banten atau lokal Tanara kita bisa jual beli kan disitu," tuturnya.

Disinggung soal penyelesaian tahun 2020, Indra mengatakan tidak menjamin. Sebab tahun 2020 tetap akan dalam proses. Dimana pihaknya memiliki mimpi besar untuk kemudian merevitalisasi hingga makam pangeran sunya Raras sampai ke wisata Kalimati.

"Juga terkoneksi dengan islamic center yang akan dibangun oleh Pemkab Serang. Ini satu satu baru kita mulai trigger, harapannya ekonomi yang bisa ditingkatkan melalui infrastruktur bisa meningkat," katanya.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, program penataan kawasan wisata religi ini bersumber dari pusat melalui kemen PUPR. Dimana akan ditata sekitar masjid agung, aksesibilitas, air bersih, taman dan lainnya agar menjadi satu icon wisata.

"Masjid agung peninggalan Syeh Nawawi. Sekarang di perubahan anggaran penataan enggak nyebrang, 2020 akan ada program lainnya. Ini dana dari APBN semua karena program Kemen PUPR," ujarnya.

Sedangkan dalam hal ini, Pemkab Serang sendiri akan konsen membangun pusat kajian kitab kuning. Sehingga penyelesaian wisata religi ini dilakukan sharing antar institusi. "Kementrian PU di infrastruktur, Kementrian pariwisata di desain pariwisata, kita benahi daerah dan masyarakat agar jadi subjek pariwisata," katanya.

Ia mengatakan, pusat kajian kitab kuning akan dibangun diatas lahan seluas 5 hektar. Lokasinya sendiri berada di dekat terminal Tanara atau berjarak dari pondok pesantren an Nawawi. "Pokoknya kita jadikan icon wisata itu pusat kajian, masjid agung dan ponpes. Ada museumnya. Pembebasan lahan tahun ini," ucapnya.

Walau di tata, Pandji menegaskan penataan itu tidak akan menghilangkan bentuk aslinya. Sebab masjid agung Tanara merupakan cagar budaya. "Karena kita tetap jaga keasliannya tapi kalau ada tambahan bangunan hanya untuk meningkatkan kapasitas karena luas aslinya hanya 12x12 meter ,aslinya enggak mampu tampung jamaah," tuturnya.

Pandji mengatakan, jika bicara penataan fisik seperti membangun masjid dan jalan yang lebih sulit adalah membangun masyarakatnya. "Ketika kita kembangkan destinasi wisata, bagaimana kita siapkan masyarakat agar mensuport. Oleh karena itu jadi tugas kita ini terutama untuk mempersatukan masyarakat agar mendukung program ini. Oleh karena itu kita belum sampai kepada masyarakat yang tourist minded. Bagaimana membangun suasana pesantren dan objek wisata disana dengan bangun masyarakat," tuturnya.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Saka Bhayangkara Ikuti Pelatihan Kamtibmas
Minggu, 15 Sept 2019 | 19:52 WIB
Saka Bhayangkara Ikuti Pelatihan Kamtibmas
Kerap Lakukan Pemerasan di KP3B, 4 Pemuda Diringkus
Sabtu, 14 Sept 2019 | 15:48 WIB
Kerap Lakukan Pemerasan di KP3B, 4 Pemuda Diringkus
Kapolsek Ciruas Anjangsana ke Mess Siswa Asal Papua
Sabtu, 14 Sept 2019 | 14:57 WIB
Kapolsek Ciruas Anjangsana ke Mess Siswa Asal Papua

KOMENTAR

Penataan Tahap Pertama Wisata Religi Syeh Nawawi Telan Rp7 M

PEMERINTAHAN

179 dibaca
Bangun 28 Gedung OPD di Puspemkab Serang Butuh Dana Rp300 M
234 dibaca
Bangun Gedung Puspemkab, Pemprov Siap Kucurkan Bankeu
katarBanten1

POLITIK

694 dibaca
Pilkada Serang 2020, Tatu Berharap dapat Dukungan Partai Lain
1000 dibaca
Pilkada Serang 2020, Tatu-Pandji Kembali Maju jadi Balon Bupati dan Wabup

HUKUM & KRIMINAL

377 dibaca
Kerap Lakukan Pemerasan di KP3B, 4 Pemuda Diringkus
914 dibaca
Diduga Peras Kades, Oknum LSM Terjaring OTT

PERISTIWA

906 dibaca
Duuh, Sepasang Kekasih di Cikande Dipaksa Preman Lepas Pakaian
1376 dibaca
Mengenaskan, Gadis Baduy Tewas Dibacok

EKONOMI & BISNIS

330 dibaca
Geram, Bupati Serang Ancam Sanksi Perusahaan yang Abaikan CSR
270 dibaca
Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Andika Kunjungi Bank bjb Banten
Top