Rabu, 19 Februari 2020

Pemkab Serang Pamerkan Gerabah Bumijaya di Bandara Soetta

Selasa, 10 Des 2019 | 22:34 WIB - Tangerang Ekonomi & Bisnis

lBC, Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) bekerjasama dengan PT Angkasa Pura II melakukan peresmian Display Promosi Gerabah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kota Tangerang pada Selasa, 10 Desember 2019. Gerabah yang dipamerkan di Terminal 2 F tersebut merupakan produksi dari Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. 

Peresmian dilakukan dengan pengguntingan pita oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri, didampingi Kepala Diskoperindag Abdul Wahid, Deputi Airport Service Fasility PT Angkasa Pura II Hufron Kurniadi, dan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten Eneng Nurcahyati. 

Entus mengaku bangga dengan dipamerkannya hasil produksi gerabah Bumijaya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Menurutnya, akan banyak dilihat masyarakat dalam negeri maupun luar negeri. “Ini suatu kebanggaan baik pribadi dan Pemerintah Kabupaten Serang,” ujarnya. 

Dikatakan Entus, Gerabah Bumijaya selama ini sudah masuk sampai mancanegara diantaranya Korea dan Eropa. Dalam setiap ekspor sebanyak satu kontainer. Namun, pemasarannya tidak langsung melalui Bumijaya, tetapi dari Bali.  “Kalau ekspor dari Bumijaya langsung belum. Jadi pemasaran gerabah selama ini jauh dari tempat aslinya yaitu melalui Bali,” ujarnya. 

Dengan ekspor melalui Bali, Entus menjelaskan, masyarakat Bumijaya mengirim bahan baku berupa tanah liat dan pengrajinnya ke Bali. “Jadi dibanding tanah dikirim ke Bali, toh pengrajin ada di kita, lebih baik kita langsung yang memasarkannya,” terang Entus.

Dengan dipamerkannya di Bandara Soetta, mudah-mudahan bisa membantu pemasaran dan mengundang langsung wisatawan atau peminat gerabah ke Bumijaya. “Kami meyakini bahwa sarana ini akan mengangkat pemasaran produksi masyarakat Bumijaya. Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang,” ungkapnya.

Entus menilai, gerabah Bumijaya memiliki keunggulan tanah liatnya lebih bagus ketimbang gerabah dari daerah lain, salah satunya dari Bantul. “Tanah liat dari Bumijaya, tingkat pembakarannya tidak perlu diolah dengan mesin. Kalau di luar harus diolah dengan mesin. Ini salah satu keunggulan gerabah Bumijaya tanahnya bagus,” papar Entus. 

Selain itu, pengrajin dari Bumijaya mempertahankan nilai-nilai klasik tradisional. Motifnya didesain modern tanpa mengubah kearifan lokal. “Gerabah Bumijaya merupakan kearifan lokkal sejak Zaman Kesultanan Banten abad ke 15,” terang Entus.

Di tempat yang sama, Deputi Airport Service Fasility PT Angkasa Pura II, Hufron Kurniadi, mengatakan bahwa event-event ini bagian dari promosi sehingga bisa menjadikan wisatawan akan lebih tertarik lagi. “Apalagi dengan ikon-ikon cukup unik ini seperti gerabah Bumijaya menjadi bagian dari promosi,” ujarnya.

Dengan dipamerkannya Gerabah Bumi Jaya di Terminal 2 F pemberangkatan ini, sebut Hufron, juga menjadi bagian promosi yang secara tidak langsung berdampak keingintahuan dari para penumpang. “Sehingga lebih penasaran. Ada potensi mengunjungi baik event dan pariwisata di Kabupaten Serang,” katanya.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Pemkab Serang Pamerkan Gerabah Bumijaya di Bandara Soetta
HPN1

PEMERINTAHAN

138 dibaca
SAKIP Berpredikat A, Pemkab Serang Siap Jadi Rujukan Daerah Lain
206 dibaca
Wagub Banten Cecar Soal Call Center, Kepala BPBD Gelagapan

POLITIK

131 dibaca
DPP Serahkan ke DPD Gerindra Banten Tentukan Balon Kada
250 dibaca
PDIP Usulkan Tatu-Pandji di Pilkada Kabupaten Serang 2020

HUKUM & KRIMINAL

45 dibaca
Enam Bandit Spesialis Pencurian Baterai Cctv Diringkus
107 dibaca
Ancam Ratakan Mapolsek Curug, TNI Gadungan Diringkus

PERISTIWA

111 dibaca
Warga Temukan Mayat Mengambang di Sungai Ciujung
280 dibaca
Kapolres Serang: Penyebab Banjir Akibat Pendangkalan Sungai dan Sampah

EKONOMI & BISNIS

86 dibaca
Bupati Serang: Kawal UMKM Hingga Tuntas
274 dibaca
KADIN Serang Diharap Jadi Tulang Punggung Perekonomian Daerah
Top