Minggu, 19 Agustus 2018

Panitia #2019GantiPresiden: Soal Spanduk Bentuk Provokatif

Spanduk terpasang di Alun-alun Kota Serang yang di anggap provokatif. [Foto Istimewa]
Senin, 06 Agt 2018 | 16:00 WIB - Serang Politik

lBC, Serang – Ketua Divisi Humas Panitia Deklarasi relawan #2019GantiPresiden di Banten, Khoirul Umam menegaskan, bahwa pihaknya tidak terafiliasi secara langsung baik vertikal atau horizontal dengan partai politik (parpol) atau kandidat calon presiden (capres) penantang petahana. Karena yang dilakukan pihaknya secara sadar sebagai masyarakat yang melek politik.

"Terlebih di kaitkan dengan gerakan khilafah itu terlalu mengada ada,” tegasnya kepada lnilahBanten di Kota Serang pada Senin, 6 Agustus 2018.

Sambungnya, dengan beredarnya spanduk-spanduk provokatif itu terlalu mengada ada dan berlebihan. Sebaiknya kelompok lain yang berbeda posisi politik memakai cara-cara elegan dan mendidik. “Itu dilakukan agar sama-sama masyarakat cerdas memandang dinamika dan perbedaan sikap pada pilihan politiknya,”tukas Umam yang juga Sekretaris Jenderal DPP  Pemuda Islam ini.

"Deklarasi #2019gantipresiden akan tetap kami laksanakan bila pun alun-alun barat Kota Serang tidak di izinkan Pemkot Serang, kami hargai dengan segala argumentasinya. Soal tempat itu teknis kita akan pakai tempat lain,”ucapnya.

Pihaknya berharap lembaga-lembaga independen seperti MUI juga berdiri di tengah-tengah di antara dinamisasi politik menjelang Pemilu dan Pilpres serentak ini. Bila yang mendukung incumbent merasa cinta NKRI, pihaknya pun sangat cinta tanah air Indonesia ini. “Insya Allah kami sudah sangat faham tentang Pancasila dan NKRI harga mati,”tandasnya.

"Perbedaan dalam negara demokrasi itu kekayaan yang harus di jaga sebagai asset bangsa, karena Pancasila dan UUD 45 sudah final sebagai landasan Ideologis dan Konstitusi kita,”tutur Umam.

Senada dikatakan Ketua Panitia Deklarasi Relawan #GantiPresiden, Sudrajat Syafrudin. “Kami tidak berafiliasi dengan parpol mana pun. Adapun yang hadir nanti memilik KTA partai tertentu kami tidak bisa mencegahnya. Tapi secara strtuktur kami tidak berafialiasi dengan partai mana pun,”tegasnya.

Sedangkan terkait pemahaman dengan tagar 2019 ganti presiden itu di identikan dengan ganti Jokowi ini pemahaman yang kabur dan keliru. “Bisa saja 2019 ganti presiden Pak Jokowi mengganti Jokowi. Bisa jadi Pak Prabowo mengganti Pak Jokowi. Bisa jadi Pak Anis Baswedan mengganti Pak Jokowi dan juga AHY mengganti Pak Jokowi,”ujarnya.

Sebab, sebut Ajat sapaan Sudrajat, seolah-olah yang muncul di permukaan adalah 2019 ganti presiden mengganti Jokowi. Tegas dia, ini hanya mengganti presiden. “Kemudian Kemudian Pak Jokowi mengganti Pak Jokowi silahkan saja. Namun kami lebih manut kepada ijtima ulama,”tandasnya.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Panitia #2019GantiPresiden: Soal Spanduk Bentuk Provokatif

PEMERINTAHAN

251 dibaca
Cegah Korupsi, APIP dan APH Teken MoU
218 dibaca
HUT ke-11, Andika Minta Pemkot Serang Tingkatkan Pelayanan

POLITIK

3135 dibaca
Panitia Deklarasi #2019GantiPresiden Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok
171 dibaca
Anggaran 5 Raperda Inisiatif DPRD Banten Tidak Transparan

HUKUM & KRIMINAL

183 dibaca
3.678 Warga Binaan di Lapas dan Rutan se-Banten Dapat Remisi
296 dibaca
Kadinkes Banten Terjerat Korupsi, WH: Pemecatan Ketika Sudah Inkrah
Top