Selasa, 11 Agustus 2020

Panggilan Bunda Menyerupai Nasrani, Bolehkah?

(Foto: Ilustrasi)
Sabtu, 10 Mar 2018 | 00:28 WIB - Mozaik Islami

APAKAH benar panggilan bunda terlarang bagi muslim? Karena sebagian anak ada yang diajarkan memanggilnya ibunya dengan panggilan bunda. Sebagian mengkritik hal ini karena panggilan seperti ini adalah panggilan di kalangan Nashrani, seperti panggilan untuk Bunda Maria.

Sesungguhnya panggilan untuk ibu berkaitan dengan masalah adat. Sehingga hukum yang berlaku seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyah, "Hukum asal adat (kebiasaan masyarakat) adalah tidaklah masalah selama tidak ada yang dilarang oleh Allah di dalamnya" (Majmuah Al-Fatawa, 4: 196).

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata pula, "Adat adalah kebiasaan manusia dalam urusan dunia mereka yang mereka butuhkan. Hukum asal kebiasaan ini adalah tidak ada larangan kecuali jika Allah melarangnya." (Majmuah Al-Fatawa, 29: 16-17)

Guru penulis, Syaikh Saad bin Nashir Asy-Syatsri berkata, "Hukum asal adat adalah boleh, tidak kita katakan wajib, tidak pula haram. Hukum boleh bisa dipalingkan ke hukum lainnya jika (1) ada dalil yang memerintah, (2) ada dalil yang melarang." (Syarh Al-Manzhumah As-Sadiyyah, hal. 88).

Sedangkan untuk panggilan bunda sama sekali tidak ada dalil tegas yang melarangnya. Bagaimana kalau alasannya itu tasyabbuh (meniru-niru) Nashrani karena panggilan Maria di kalangan Nashrani adalah dengan Bunda Maria?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata, "Patokan tasyabbuh adalah jika melakukan sesuatu yang menjadi kekhususan orang yang ditiru. Misalnya, tasyabbuh pada kafir adalah bila seorang muslim melakukan sesuatu yang menjadi kekhususan orang kafir. Adapun jika sesuatu sudah tersebar di tengah-tengah kaum muslimin dan itu tidak menjadi ciri khas atau pembeda dengan orang kafir, maka tidak lagi disebut tasyabbuh. Demikian itu tidaklah dihukumi sebagai tasyabbuh, namun bisa jadi dinilai haram dari sisi lain." (Majmu Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin, 3:30)

Sekarang, apakah ada yang dapat mengatakan jika ada seorang ibu yang dipanggil "bunda" oleh anaknya, lantas dituduh, "Ooh, orang itu non muslim yah"? Tentu tidak ada yang menyatakan seperti itu. Panggilan bunda masih sama posisinya dengan panggilan mama, ibu, mbok, mam, dll. Kalau non-muslim memakainya, bukan berarti seorang muslim terlarang memakainya karena panggilan tersebut adalah panggilan umum tanpa memandang agama. Kalau ada yang memanggil ibunya dengan ummi (ibuku), itu juga sah-sah saja.

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. [Muhammad Abduh Tuasikal/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Panggilan Bunda Menyerupai Nasrani, Bolehkah?

BERITA TERKAIT

PEMERINTAHAN

137 dibaca
Permudah Koordinasi, Ombudsman Banten Kunjungi Pemkab Serang
224 dibaca
Pemkot Bengkulu dan Pemkab Serang MoU Program Keagamaan

POLITIK

249 dibaca
Siap Menangkan Tatu-Pandji, Barata Fokus Perkuat Akar Rumput
134 dibaca
FSKP Baros Bantah Dukung Nasrul-Eki di Pilkada Kabupaten Serang
190 dibaca
Relawan Baret Sebut Tatu-Pandji Terbukti, Tak Mau Coba-coba

HUKUM & KRIMINAL

278 dibaca
Polda Banten Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja di Tol Tangerang-Merak
365 dibaca
Duh, Bocah 13 Tahun di Pontang Dicabuli Ayah Tirinya

PERISTIWA

331 dibaca
Simulasi, Polisi Tangani Gangguan Pilkada Kabupaten Serang
2414 dibaca
Ustadz di Pontang Meninggal Dunia Saat Menyembelih Hewan Kurban

EKONOMI & BISNIS

182 dibaca
Shopee Ikut Serta dalam ASEAN Online Sale Day 2020
216 dibaca
Atasi Kelangkaan LPG Melon, Pertamina Gerak Cepat
Top