Jumat, 01 Maret 2024

Palsukan Ijazah, Kades Umbul Jaya Ditahan

Ilustrasi
Selasa, 24 Okt 2017 | 14:46 WIB - Lebak Hukum & Kriminal

IBC, Lebak  – Kepala Desa (Kades) Umbuljaya, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Jahari ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak akhir pekan lalu. Penahanan orang nomor satu di Desa Umbuljaya itu setelah Korp Adhyaksa, menerima limpahan berkas tahap 2 dari kepolisian Polres Lebak. Saat ini Jahari telah dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) klas II B Rangaksbitung.

Awal terungkapnya kasus tersebut, sang Kades menggunakan ijazah palsu paket A atau setara SD saat pencalonan Kades pada Pilkades serentak 2016 lalu, hingga akhirnya terpilih. Namun belakangan ijazah yang digunakan ternyata palsu, ini setelah adanya laporan dari warga.

“Ya, berkas dugaan Ijazah palsu paket A setara SD dengan tersangka Jahari kepala desa Umbuljaya, Kecamatan Banajrasri lengkap alias P21. Berkas dinyatakan lengkap setelah dilakukan penelitian dan gelar perkara. Kasus tersebut merupakan limpahan dari Polres Lebak,” ujar Kasi Pidum Kejari Lebak Surya Dharma, kepada wartawan.  Selasa 24-Oktober-2017.

Penahan terhadap tersangka Jahari, kata Surya merupakan subjektivitas penyidik. Karena penyidik menganggap untuk mempermudah proses penyidikan sekaligus pelimpahan berkas ke Pengadilan (PN) Rangkasbitung.

“Tersangka di jerat dengan pasal 263 ayat 2 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman kurungan 6 tahun penjara,” tukasnya.

Terpisah Kasat reskrim Polres Lebak Ajun komisari polisi (AKP) Zamrul Aini membenarkan, kasus dugaan ijazah palsu paket A dengan tersangka Jahari Kades Umbul Jaya telah lengkap alias P21.

“Setelah kita lakukan penyidikan selama ini, akhirnya berkas dinyatakan P 21, semua barang bukti berupa ijazah palsu dan tersangka sudah kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Lebak,” kata Zamrul Aini.

Terpisah Camat Banjarsari Abdurohim mengatakan, meskipun kades Umbuljaya ditahan. Namun, roda pemerintahan desa tetap berjalan. Saat ini, roda pemerintahan desa untuk melayani masyarakat dilakukan oleh Sekretaris desa (Sekdes).

“Agar roda pemerintahan tidak pakum alias bisa tetap berjalan, sementara dipimpin oleh Sekdes. Tapi itupun surat menyurat yang tidak mengikat, bukan ditataran kebijakan,” ujar Abdurohim. 

Reporter: Fahdi Khalid
Redaktur: Akew
Bagikan:

KOMENTAR

Palsukan Ijazah, Kades Umbul Jaya Ditahan

INILAH SERANG

3436 dibaca
Mayat Laki-laki Membusuk di Rumah Kontrakan Gegerkan Warga Cikande
639 dibaca
Pemprov Banten Masuk Tiga Besar Persentase Realisasi APBD Tahun 2022

HUKUM & KRIMINAL

1295 dibaca
Satpol PP Kota Tangerang Gelar Sidang Tipiring
1528 dibaca
Tertangkap Warga, Pencuri Hewan Ternak Babak Belur

POLITIK

53 dibaca
Forkopimda Kabupaten Bupati Serang Monitoring TPS Khusus di Kibin dan Cikande
1423 dibaca
Gema Kosgoro Tarik Diri Kepengurusan di KNPI Banten

PENDIDIKAN

1592 dibaca
Dilema Jokowi di Full Day School
1354 dibaca
Gubernur Ajak Kepsek Lakukan Perubahan di Bidang Pendidikan
Top