Selasa, 11 Agustus 2020

Pahala Orang yang Sabar tidak Terbatas

[foto ilustrasi]
Rabu, 15 Jan 2020 | 19:58 WIB - Mozaik Islami

SETIAP orang Mukmin mampu bersabar terhadap bencana yang menimpanya, namun tidak bisa bersabar atas kesenangan yang dianugerahkan guna mendukung, kecuali orang yang benar (orang yang jujur).

Allah SWT. berfirman: "Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah datang bersama orang-orang yang menunggu." (Qs Al-Anfal: 46). Ada beberapa hal yang diterima untuk orang-orang yang menunggu, dan tidak diberikan kepada mereka. Allah SWT. berfirman: "Mereka yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat Tuhannya, dan mereka yang menerima orang-orang yang mendapat petunjuk." (Qs Al-Baqarah: 157).

"Dan sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang menunggu dengan pahala yang lebih baik dan apa yang telah mereka kerjakan." (Qs An-Nahl: 96).

"Dan Kami jadikan di antara mereka pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami kompilasi mereka sabar." (Qs As-Sajdah: 24).

Firman Allah Swt, "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Qs Az-Zumar: 10).

Allah SWT. mengutip kata "sabar" dalam Alquran lebih dari tujuh puluh tempat.

Rasulullah Saw. bersabda, "Sabar itu separo dari iman." Rasulullah Saw. juga bersabda, "Di antara yang terbatas (paling sedikit) yang diberikan kepada kalian adalah kepercayaan dan kesabaran yang kokoh. Barangsiapa mendapatkan bagian dari kedua hal tersebut, dia selalu memperhatikan mendapatkan malam dan puasa siang."

"Sabar merupakan salah satu simpanan dari simpanan-simpanan surga."

Pada suatu kesempatan Nabi Muhammad Saw. Tentang iman, jawabnya, "iman itu adalah sabar." Nabi Isa as. pernah bersabda, "Sungguh, kalian tidak akan tahu apa yang kalian senangi, kecuali dengan kesabaran kalian atas apa yang kalian benci."

Esensi Sabar

Esensi sabar adalah, keteguhan yang mendorong hidup beragama, dalam dorongan dorongan hawa nafsu. Itu adalah salah satu ciri manusia yang terkomposisi dari malaikat dan malaikat. Hewan hanya dikuasai oleh dorongan-dorongan nafsu birahi, sedangkan para malaikat diaktifkan dikuasai oleh hawa nafsu. Mereka semata-mata diarahkan pada kerinduan untuk menelusuri keindahan hadirat ketuhanan dan dorongan ke arah derajat kedekatan dengan-Nya.

Mereka bertasbih menyucikan Allah Swt. sepanjang siang dan malam tiada henti. Pada diri mereka tidak ada dorongan-dorongan hawa nafsu. Sementara pada diri manusia dan hewan tidak termasuk sifat sabar, bahkan manusia itu perlu dikuasai oleh dua macam yang saling menyerang dan berebut untuk menguasainya. Salah satunya, pasukan Allah dan para malaikat-Nya, terdiri dari akal yang mengikuti seluruh instrumennya. Yang kedua, dari pasukan setan, yaitu hawa nafsu dan seluruh instrumennya, setelah ada informasi yang tidak pendorong agama dan akal. Sebab, pandangannya terpaku pada akibat-akibatnya.

Serangan dimulai dengan memulai pasukan setan. Jika pendorong agama lebih kuat dalam menghadapi pendorong, hawa nafsu, sehingga dapat mengalahkannya, maka berarti telah mencapai kemenangan sabar. Sabar itu tidak akan pernah terwujud, kecuali setelah meluncurkan perang antara kedua pendorong tersebut. Hal ini terkait dengan kesabaran saat meneguk obat pahit yang didukung oleh dorongan pikiran, namun dicegah oleh dorongan-dorongan hawa nafsu. Setiap orang yang dikalahkan oleh hawa nafunya, tidak akan menerima obat pahit tersebut, sebaliknya orang yang berpikiran dapat mengalahkan hawa nafsunya, ia mampu bersabar dengan rasa pahit obat itu agar dapat dipulihkan. Separo keimanan itu akan terpenuhi dengan kesabaran, karena sudah memenuhi Rasulullah Saw. bersabda, "Sabar itu separo dan iman."

Karena keimanan itu bertindak pada pengetahuan dan melakukan sekaligus. Sementara seluruh amal yang membentangkan dua sisi; preventif dan ekspresif penyucian dan penghiasan diri hanya bisa selesai dan sempurna dengan kesabaran. Sebab mewakili perbuatan iman selalu berhadapan dengan dorongan hawa nafsu. Karenanya, tindakan iman tidak dapat sempurna, kecuali dengan peneguhan pendorong agama dalam melakukan hawa nafsu. Karena itulah, Rasulullah Saw. bersabda, "Puasa itu terpisah dari kesabaran."

Karena kadang-kadang berhubungan dengan dorongan-dorongan hawa nafsu dan kadang-kadang berurusan dengan dorongan-dorongan amarah; Sementara puasa bekerja sebagai penghancur dan pemusnah hawa nafsu. [Sufinews/lnilah]

Bagikan:

KOMENTAR

Pahala Orang yang Sabar tidak Terbatas

PEMERINTAHAN

137 dibaca
Permudah Koordinasi, Ombudsman Banten Kunjungi Pemkab Serang
224 dibaca
Pemkot Bengkulu dan Pemkab Serang MoU Program Keagamaan

POLITIK

241 dibaca
Siap Menangkan Tatu-Pandji, Barata Fokus Perkuat Akar Rumput
134 dibaca
FSKP Baros Bantah Dukung Nasrul-Eki di Pilkada Kabupaten Serang
190 dibaca
Relawan Baret Sebut Tatu-Pandji Terbukti, Tak Mau Coba-coba

HUKUM & KRIMINAL

278 dibaca
Polda Banten Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja di Tol Tangerang-Merak
365 dibaca
Duh, Bocah 13 Tahun di Pontang Dicabuli Ayah Tirinya

PERISTIWA

331 dibaca
Simulasi, Polisi Tangani Gangguan Pilkada Kabupaten Serang
2406 dibaca
Ustadz di Pontang Meninggal Dunia Saat Menyembelih Hewan Kurban

EKONOMI & BISNIS

178 dibaca
Shopee Ikut Serta dalam ASEAN Online Sale Day 2020
216 dibaca
Atasi Kelangkaan LPG Melon, Pertamina Gerak Cepat
Top