Selasa, 21 Januari 2020

Pahala Orang yang Sabar tidak Terbatas

[foto ilustrasi]
Rabu, 15 Jan 2020 | 19:58 WIB - Mozaik Islami

SETIAP orang Mukmin mampu bersabar terhadap bencana yang menimpanya, namun tidak bisa bersabar atas kesenangan yang dianugerahkan guna mendukung, kecuali orang yang benar (orang yang jujur).

Allah SWT. berfirman: "Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah datang bersama orang-orang yang menunggu." (Qs Al-Anfal: 46). Ada beberapa hal yang diterima untuk orang-orang yang menunggu, dan tidak diberikan kepada mereka. Allah SWT. berfirman: "Mereka yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat Tuhannya, dan mereka yang menerima orang-orang yang mendapat petunjuk." (Qs Al-Baqarah: 157).

"Dan sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang menunggu dengan pahala yang lebih baik dan apa yang telah mereka kerjakan." (Qs An-Nahl: 96).

"Dan Kami jadikan di antara mereka pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami kompilasi mereka sabar." (Qs As-Sajdah: 24).

Firman Allah Swt, "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Qs Az-Zumar: 10).

Allah SWT. mengutip kata "sabar" dalam Alquran lebih dari tujuh puluh tempat.

Rasulullah Saw. bersabda, "Sabar itu separo dari iman." Rasulullah Saw. juga bersabda, "Di antara yang terbatas (paling sedikit) yang diberikan kepada kalian adalah kepercayaan dan kesabaran yang kokoh. Barangsiapa mendapatkan bagian dari kedua hal tersebut, dia selalu memperhatikan mendapatkan malam dan puasa siang."

"Sabar merupakan salah satu simpanan dari simpanan-simpanan surga."

Pada suatu kesempatan Nabi Muhammad Saw. Tentang iman, jawabnya, "iman itu adalah sabar." Nabi Isa as. pernah bersabda, "Sungguh, kalian tidak akan tahu apa yang kalian senangi, kecuali dengan kesabaran kalian atas apa yang kalian benci."

Esensi Sabar

Esensi sabar adalah, keteguhan yang mendorong hidup beragama, dalam dorongan dorongan hawa nafsu. Itu adalah salah satu ciri manusia yang terkomposisi dari malaikat dan malaikat. Hewan hanya dikuasai oleh dorongan-dorongan nafsu birahi, sedangkan para malaikat diaktifkan dikuasai oleh hawa nafsu. Mereka semata-mata diarahkan pada kerinduan untuk menelusuri keindahan hadirat ketuhanan dan dorongan ke arah derajat kedekatan dengan-Nya.

Mereka bertasbih menyucikan Allah Swt. sepanjang siang dan malam tiada henti. Pada diri mereka tidak ada dorongan-dorongan hawa nafsu. Sementara pada diri manusia dan hewan tidak termasuk sifat sabar, bahkan manusia itu perlu dikuasai oleh dua macam yang saling menyerang dan berebut untuk menguasainya. Salah satunya, pasukan Allah dan para malaikat-Nya, terdiri dari akal yang mengikuti seluruh instrumennya. Yang kedua, dari pasukan setan, yaitu hawa nafsu dan seluruh instrumennya, setelah ada informasi yang tidak pendorong agama dan akal. Sebab, pandangannya terpaku pada akibat-akibatnya.

Serangan dimulai dengan memulai pasukan setan. Jika pendorong agama lebih kuat dalam menghadapi pendorong, hawa nafsu, sehingga dapat mengalahkannya, maka berarti telah mencapai kemenangan sabar. Sabar itu tidak akan pernah terwujud, kecuali setelah meluncurkan perang antara kedua pendorong tersebut. Hal ini terkait dengan kesabaran saat meneguk obat pahit yang didukung oleh dorongan pikiran, namun dicegah oleh dorongan-dorongan hawa nafsu. Setiap orang yang dikalahkan oleh hawa nafunya, tidak akan menerima obat pahit tersebut, sebaliknya orang yang berpikiran dapat mengalahkan hawa nafsunya, ia mampu bersabar dengan rasa pahit obat itu agar dapat dipulihkan. Separo keimanan itu akan terpenuhi dengan kesabaran, karena sudah memenuhi Rasulullah Saw. bersabda, "Sabar itu separo dan iman."

Karena keimanan itu bertindak pada pengetahuan dan melakukan sekaligus. Sementara seluruh amal yang membentangkan dua sisi; preventif dan ekspresif penyucian dan penghiasan diri hanya bisa selesai dan sempurna dengan kesabaran. Sebab mewakili perbuatan iman selalu berhadapan dengan dorongan hawa nafsu. Karenanya, tindakan iman tidak dapat sempurna, kecuali dengan peneguhan pendorong agama dalam melakukan hawa nafsu. Karena itulah, Rasulullah Saw. bersabda, "Puasa itu terpisah dari kesabaran."

Karena kadang-kadang berhubungan dengan dorongan-dorongan hawa nafsu dan kadang-kadang berurusan dengan dorongan-dorongan amarah; Sementara puasa bekerja sebagai penghancur dan pemusnah hawa nafsu. [Sufinews/lnilah]

Bagikan:

LAINNYA

Solusi Supaya Doa Cepat Dikabulkan Allah
Senin, 20 Jan 2020 | 21:17 WIB
Solusi Supaya Doa Cepat Dikabulkan Allah
Semua Menangis di Hari Kiamat ditolak 3 Hal Ini
Minggu, 19 Jan 2020 | 13:06 WIB
Semua Menangis di Hari Kiamat ditolak 3 Hal Ini
Seorang Muslim Lebih Bernilai Dibandingkan Dunia
Sabtu, 18 Jan 2020 | 14:28 WIB
Seorang Muslim Lebih Bernilai Dibandingkan Dunia
Subhanallah, Kita Lelah Saja Disukai Oleh Allah
Sabtu, 18 Jan 2020 | 00:24 WIB
Subhanallah, Kita Lelah Saja Disukai Oleh Allah

KOMENTAR

Pahala Orang yang Sabar tidak Terbatas
x.ackd

PEMERINTAHAN

231 dibaca
Bupati Serang: APBD Rp 3 Triliun Adalah Amanah Rakyat
325 dibaca
Lantik 277 Pejabat, Bupati Serang Minta Pemerintah Kecamatan Siaga Bencana

POLITIK

281 dibaca
Buka Pendaftaran Calon PPK, KPU Pastikan Tak Ada TitipanĀ 
484 dibaca
KPU Kabupaten Serang Buka Pendaftaran Calon Anggota PPK

HUKUM & KRIMINAL

139 dibaca
Resmob Polda Banten Ringkus Pelaku Curanmor dan Penadah

PERISTIWA

228 dibaca
Banjir, Ratusan Rumah di Kecamatan Kasemen Terendam

EKONOMI & BISNIS

204 dibaca
Andika: Banten Siap Dukung Kebijakan Strategis OJK
Top