Rabu, 03 Maret 2021

Orang yang Ubun-Ubunnya Dipegang Setan

Ilustrasi/Net
Kamis, 17 Des 2020 | 23:59 WIB - Mozaik Islami

ALLAH mensyariatkan pengangkatan imam di dalam salat untuk ditaati oleh makmum, artinya gerakan atau praktik amalan makmum harus mengikuti gerakan imam, tidak mendahuluinya, juga tidak beriringan dengannya, akan tetapi melakukan gerakan setelah imam melakukannya terlebih dahulu.

Seorang makmum tidak bertakbir sampai imam melakukan takbir, tidak juga rukuk sampai imam terlebih dahulu rukuk, tidak sujud sampai imam sujud, dan tidak pula mengangkat kepalanya dari sujud sampai imam terlebih dahulu mengangkat kepalanya.

Para sahabat nabi radhiallahuanhum telah memahami petunjuk nubuwah ini. Mereka pun mempraktikkannya dengan cara yang terbaik. Barra bin Azib radhiallahuanhu menyatakan, "Kami dahulu salat di belakang Nabi shalallahu alaihi wa sallam. Apabila nabi mengatakan samiallahu liman hamidah maka tidak ada seorang pun di antara kami yang menyondongkan punggungnya sampai Nabi shalallahu alaihi wa sallam meletakkan dahinya di tanah." (Mutafaq alaihi).

Diriwayatkan dari Amr bin Harits, "Aku pernah salat subuh di belakang Nabi shalallahu alaihi wa sallam. Aku mendengar nabi membaca Fala uqsimu bilkhunnas. Aljawaril kunnas. Pada saat itu tidak ada seorang pun di antara kami yang menyondongkan punggungnya sampai nabi sujud dengan sempurna." (HR. Muslim).

Pada saat ini, seringkali kita jumpai orang-orang di masjid yang bergerak berbarengan dengan imam atau bahkan mendahului imam pada saat menyondongkan badan, ketika hendak rukuk, juga turun menuju tempat sujud, atau pada saat bangun dari keadaan tersebut. Tentu saja keadaan yang demikian perlu diluruskan dengan nasihat, pengajaran, dan pengarahan secara intens.

Tentunya seorang makmum menyadari dan mengetahui bahwasanya ia tidak diperkenankan lebih dulu selesai salat dibanding imam. Lalu untuk apa ia berusaha mendahului imam?

Perbuatan mereka itu tentu tidak ada tujuan apa pun kecuali terpengaruh godaan setan yang memperindah perbuatan tersebut agar pahala ibadah mereka berkurang. Abu Hurairah mengatakan, "Penyebab orang-orang yang mengangkat atau menundukkan kepala mereka lebih dahulu dari imam itu karena ubun-ubunnya di tangan setan." (HR. Malik).

Bagi orang-orang yang melakukan perbuatan demikian juga terdapat peringatan keras dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam, "Hendaklah takut salah seorang di antara kalian, apabila ia mengangkat kepalanya sebelum imam melakukannya, Allah akan menjadikan kepalanya kepala keledai atau suara keledai atau bentuk fisik yang menyerupai keledai. (Mutafaq alaihi).

Kita memohon kepada Allah agar mengaruniakan pemahaman terhadap agama dan menasihati hamba-hambanya Allah yang lain. Juga menganugerahkan kita agar mengikuti sunah Nabi shalallahu alaihi wa sallam. [sahib/lnilahkoran]

Bagikan:

LAINNYA

Ciri Lelaki Sejati Itu Cemburu kepada Istrinya
Rabu, 03 Mar 2021 | 00:40 WIB
Ciri Lelaki Sejati Itu Cemburu kepada Istrinya
Kisah Motivasi Jelang Syaban dan Ramadan
Senin, 01 Mar 2021 | 22:34 WIB
Kisah Motivasi Jelang Syaban dan Ramadan
Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Wajib atau Tradisi?
Senin, 01 Mar 2021 | 22:25 WIB
Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Wajib atau Tradisi?

KOMENTAR

Orang yang Ubun-Ubunnya Dipegang Setan
dewan ac as Fae SF

INILAH SERANG

67 dibaca
Pemkab Serang Implementasikan PPKM Mikro di Tingkat Desa

HUKUM & KRIMINAL

41 dibaca
DPO Pelaku Curanmor dan Spesialis Bobol Rumah Diringkus
Top