Rabu, 03 Maret 2021

Oknum Pegawai UPT  Dindik dan Ketua PGRI Kopo Terjaring OTT Tim Saber

Ketua Tim Saber Pungli Polres Serang, Kompol Heri Sugeng Priyanto didampingi Kepala Satuan Reskrim Polres Serang, AKP Gogo Galesung dan AKP Nana Supriyatna, saat ekspose di Mapolres Serang pada Senin, 13 November 2017.(Foto:lnilahBanten/Haji Imat)
Senin, 13 Nov 2017 | 18:34 WIB - Serang Hukum & Kriminal

lBC, Serang - Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli yang dipimpin Kompol Heri Sugeng Priyanto ternyata telah mengamankan Ma (53 tahun), bendahara UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang. Menyusul kemudian Ketua PGRI Kecamatan Kopo berinisial Su (49 tahun), ikut diamankan.

Kedua oknum pejabat struktural ini ditahan karena melakukan pemotongan terhadap tunjungan daerah (tunda) para guru Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Kopo. 

Dari kedua oknum pejabat ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti uang hasil pemotongan sebanyak Rp24.990.000". Untuk proses penyidikan, kedua tersangka ini kini mendekam di Rutan Polres Serang. 

"Keduanya kami amankan di lokasi yang sama yaitu di rumah salah satu tersangka di Desa Mekarbaru, Kecamatan Kopo pada Kamis, 9 November 2017," ungkap Ketua Tim Saber Pungli Polres Serang, Kompol Heri Sugeng Priyanto didampingi Kepala Satuan Reskrim Polres Serang, AKP Gogo Galesung dan AKP Nana Supriyatna, saat ekspose di Mapolres Serang pada Senin, 13 November 2017.

Aksi pungutan liar ini mencuat karena guru-guru yang menerima tunjangan PNS di Kecamatan Kopo merasa gerah dengan pungli yang dilakukan keduanya. Tunjangan yang seharusnya mereka terima dua bulan sekali langsung dipotong oleh keduanya dengan alasan untuk biaya pembayaran hutang gedung PGRI Kecamatan Kopo dan HUT PGRI tahun 2017.

"Sudah kita lakukan pemeriksaan, guru keberatan dengan pemotongan ini. Seandainya guru tidak keberatanpun tetap perbuatan ini salah. Namanya tunjangan harus diberikan tidak boleh dipotong. Pemotongan itu dilakukan untuk periode pencairan Oktober dan November 2017. Tunjangan itu dicairkan dua bulan sekali," kata Heri Sugeng yang juga menjabat Wakapolres Serang. 

"Melihat barang bukti dan hasil pemeriksaan. Kita tidak akan berkordinasi dengan inspektorat. Kita lanjutkan proses pidannaya," ucap Heri.

Pemotongan dana tunjangan tersebut oleh tersangka disesuaikam dengan golongan korban. Untuk HUT PGRI tunjangan PNS Golongan II dipotong Rp50 ribu, Golongan III dipotong Rp75 ribu dan Golongan IV dipotong Rp100 ribu.

Sementara untuk alasan biaya pembangunan gedung PGRI, golongan dua Rp75 ribu, golongan tiga Rp75 ribu dan golongan empat Rp125 ribu.

"Korbannya mulai guru SD hingga DMA dan SMK. Semuanya ada 200 guru lebih yang menjadi korban," tambah Kasat Reskrim Polres Serang AKP Gogo Galesung.

Akibat aksinya, kedua tersangka diancam dengan Pasal 12 poin e Jo Pasal 12 poin f Undang Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor. Keduanya diancam dengan hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. 

Reporter: Haji Imat
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Oknum Pegawai UPT  Dindik dan Ketua PGRI Kopo Terjaring OTT Tim Saber
dewan ac as Fae SF

INILAH SERANG

58 dibaca
Pemkab Serang Implementasikan PPKM Mikro di Tingkat Desa

HUKUM & KRIMINAL

39 dibaca
DPO Pelaku Curanmor dan Spesialis Bobol Rumah Diringkus
Top