Selasa, 24 November 2020

Musibah Terbesar Manusia Lalai dari Makna Alquran

[foto ilustrasi/net]
Sabtu, 21 Nov 2020 | 20:35 WIB - Mozaik Islami

IMAM Al Ghazali menerangkan adanya musibah besar. Bahkan, musibah ini lebih besar dibandingkan musibah-musibah lain yang umumnya ditangisi manusia. Musibah paling besar tersebut adalah lalainya manusia dari makna Alquran.

Membaca Alquran, namun sekadar mengeja huruf-hurufnya. Membaca Alquran, namun sekqdar membunyikan kalimat demi kalimatnya. Sekadar suara yang keluar dari lisan, tidak masuk ke hati, bahkan tidak melewati kerongkongan. Tidak mengerti artinya, sehingga tidak ada perbedaan perasaan ketika membaca satu ayat dengan ayat lainnya. Tidak mengetahui maknanya, sehingga tidak ada perubahan suasana jiwa ketika membaca ayat-ayat yang menerangkan nikmat dan ayat-ayat yang menerangkan azab.

Tentu, membaca Alquran lebih baik daripada sama sekali tidak pernah menyentuhnya. Orang yang membaca Alquran lebih baik daripada orang yang lisannya tak pernah basah dengan ayat-ayatNya. Namun membaca Alquran sekedar membaca, belumlah cukup bagi hambaNya. Sebab hanya membaca tanpa memahami tak ubahnya seperti abai.

"Berkatalah Rasul, Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran itu sesuatu yang tidak diacuhkan" (QS. Al Furqon : 30).

Bagaimana mungkin kita akan mengacuhkan Alquran jika kita tidak mengerti artinya. Sebagaimana kita tidak bisa mentaati rambu-rambu jika tidak mengetahui maksudnya.

Bagaimana mungkin kita akan mengacuhkan Alquran jika kita tidak memahami apa isinya. "Mereka tak mengacuhkannya serta tak menjadikannya sebagai pedoman kehidupan," terang Sayyid Qutb dalam Fi Zhilalil Quran, "Padahal Alquran itu datang agar menjadi manhaj kehidupan yang menuntun mereka ke jalan yang paling lurus."

Para sahabat Nabi mencontohkan bagaimana mereka menjadikan Alquran laksana instruksi panglima militer kepada prajuritnya. Mereka memahami instruksi itu dengan baik dan segera mematuhinya. Saat membaca Alquran, nuansa hati mereka juga terbawa dalam setiap makna. Maka tak heran jika mereka menangis saat membaca dan mentadabburinya.

"Disukai menangis ketika membaca Alquran," simpul Al Ghazali, "Caranya adalah memenuhi hati dengan rasa sedih dan takut dengan menghayati kandungannya baik berupa ancaman atau janji-janji. Kemudian memperhatikan kelalaian atas semua itu. Jika hatinya tak mampu mendatangkan ras sedih, hendaklah ia menangis karena kehilangan hal itu dan menyadari bahwa itu merupakan musibah yang paling besar." [Bersamadakwah]

Bagikan:

LAINNYA

Yuk Biasakan Anak Perempuan Berhijab dari Kecil
Senin, 23 Nov 2020 | 20:09 WIB
Yuk Biasakan Anak Perempuan Berhijab dari Kecil
Mengapa Kesempitan Hidup Masih Menghimpit?
Senin, 23 Nov 2020 | 07:00 WIB
Mengapa Kesempitan Hidup Masih Menghimpit?
Sahabat yang Berhasil Menundukkan Kepalsuan Dunia
Senin, 23 Nov 2020 | 05:53 WIB
Sahabat yang Berhasil Menundukkan Kepalsuan Dunia
Inilah 4 Perbedaan Manusia Menyikapi Musibah
Sabtu, 21 Nov 2020 | 23:50 WIB
Inilah 4 Perbedaan Manusia Menyikapi Musibah

KOMENTAR

Musibah Terbesar Manusia Lalai dari Makna Alquran

PEMERINTAHAN

134 dibaca
Jelang Nataru, TPID Kabupaten Serang Diminta Antisipasi Gejolak Harga
304 dibaca
Sekda Entus: DWP Kabupaten Serang Harus jadi Perekat Masyarakat

POLITIK

101 dibaca
Tinjau Simulasi, Pjs Bupati Serang Optimis Pilkada Sukses Masyarakat Sehat
151 dibaca
Terapkan Prokes, KPU Kabupaten Serang Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara

HUKUM & KRIMINAL

194 dibaca
Resmob Polres Serang Ringkus Tiga Pelaku Curanmor, Dua Ditembak
179 dibaca
214 Ranmor Diungkap Polda Banten

PERISTIWA

55 dibaca
Di Wilayah Hukum Polres Serang, Spanduk dan Baligho Ilegal Diturunkan
173 dibaca
Hujan Deras Akibatkan Tebing Longsor dan Rendam Rumah Warga

EKONOMI & BISNIS

25 dibaca
Widih, Start up Kaesang Dapat Dana Rp 29 Miliar
47 dibaca
Mau Liburan Tahun Baru, Tiket Kereta Api Udah Bisa Dipesen yah
Top