Sabtu, 13 Juli 2024

Menuju Demokrasi yang Berkelanjutan di Era Digital: Menghadapi Peluang dan Tantangan

[Foto Ilustrasi/Net]
Rabu, 15 Nov 2023 | 18:51 WIB - Suara Pembaca

Oleh: Nadira Rahma Tussadiah

 Mahasiswa Semester Satu, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

         Zaman sudah memasuki era digital atau era globalisasi, di mana peran teknologi analog sudah mulai tergantikan, penyebaran informasi semakin cepat, luas, dan mudah. Ternyata, Revolusi Digital sudah muncul sejak abad ke-20, lebih tepatnya akhir abad ke-20, yang merupakan awal dari era digitalisasi. Banyak perubahan yang terjadi pada era baru ini, termasuk perkembangan atau bagaimana jalannya demokrasi di tengah gempuran digitalisasi.

         Setiap negara memiliki sistem pemerintahannya, seperti sistem pemerintahan demokrasi, di mana masyarakat memiliki kebebasan untuk bersuara. Singkatnya, demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat. Indonesia yang manggunakan sistem demokrasi pancasila, yang mana Indonesia menjadi salah satu negara penganut sistem demokrasi terbesar di dunia.

         Demokrasi di era digital merupakan sebutan yang menunjukkan penggunaan teknologi, khususnya internet dan media sosial dalam aktivitas politik dan demokrasi. Dengan adanya demokrasi di era digital ini, banyak akses tersedia untuk memperoleh informasi. Contohnya, ruang publik yang digunakan menjadi prasyarat bagi seluruh tatanan demokrasi, lalu dengan adanya demokrasi di era digital dapat mempengaruhi proses demokrasi itu sendiri, seperti strategi kampanye dan penentangan opini publik.

         Perkembangan teknologi pada bidang informasi dapat membawa kita pada suatu perubahan. Telah terbukti dari sarana komunikasi dan sumber informasi yang sudah berkembang dan sangat berguna oleh masyarakat. Tekonologi tersebut sudah dimanfaatkan hampir di seluruh aspek kehidupan manusia, baik pekerjaan, pendidikan, maupun pemerintahan. Contohnya perkembangan fitur pada sosial media. Hampir seluruh masyarakat sekarang menggunakan media sosial, dari yang muda ataupun yang tua menggunakan sosial media sebagai sarana untuk mendapatkan dan menyampaikan informasi ke publik.

         Demokrasi di era digital memiliki peran penting dalam memperamat-amati partisipasi publik dan akses informasi. Pada era ini, demokrasi memungkinkan orang berpatisipasi dalam proses politik dan pengerahan dukungan melalui saluran baru, seperti platform media sosial yang sudah tersedia. Era digital merupakan era di mana internet menjadi bagian penting dalam kehidupan, selain itu era digital juga berguna dalam bidang politik dan demokrasi. Dengan teknologi yang sudah berkembang, ada banyak peluang dan juga tantangan yang akan dihadapi, Contohnya adalah artai politik yang mendapatkan peluang untuk memanfaatkan media sosial, lalu contoh kedua ada menciptaan kemudahan untuk masyarakat dalam mengakses informasi, komunikasi, berptisipasi. Lalu tantangannya adalah penyebaran informasi yang tidak valid atau hoaks yang sangat berakibat untuk masyarakat.

 

         Tokoh dalam partai politik akan senantiasa memanfaatkan sumber media yang tersedia, menurut mereka dengan memanfaatkan teknologi yang sudah canggih atau berkembang dapat meningkatkan kemampuan atau kecakapan seseorang untuk dipilih menduduki jabatan dan popularitas atau ketenaran ketokohan ataupun organisasi partai politik. Pemanfaatan media sosial oleh tokoh pblik atau organisasi politik diketahui dengan sebutan Komunikasi Politik. Pemerintah dan partai politik menggunakan media komunikasi memiliki tujuan untuk mendapatkan dukungan ketika diselenggarakannya Pemilu atau di luar konteks Pemilu. Mereka akan menggunakan platform seperti YouTube, Instagram, Twitter, Facebook, dan masih banyak lagi, sebagai bentuk promosi dengan cara menampilkan video pasangan yang menarik diringi dan menunjukkan pendukung untuk memberikan sebuah penialaian menurut pandangan dan juga dukungan dari seluruh rakyat Indonesia.

Tidak hanya itu, demokrasi di era digital juga menciptakan peluang untuk rakyat Indonesia. Dengan teknologi digital, kita dapat meningkatkan akses dan pengetahuan politik. Setelah meningkatkan, ada juga mendorong. Peluang ini dapat mendorong masyaraat menjadi lebih aktif, kritis, dan kreatif. Yang mana, tiga hal tersebut cukup penting di era digitalisasi ini.

Masyarakat dapat menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan, seperti pendapat, harapan, kritik, atau dukungan mereka terhadap berbagai hal yang memiliki kaitan dengan politik dan demokrasi, dan melakukan diskusi, kolaborasi, serta interaksi dengan sesama melalui media sosial atau platform yang tersedia dan memperluas ruang politik serta mempercepat jaringan sosial juga politik. Selain itu, dengan teknologi yang sudah digital, seseorang juga bisa mendapatkan suara masyarakat melalui internet sebagai bentuk dukungan dalam menentang sesuatu yang tidak mereka setujui. Dengan peluang juga akan semakin jelas terlihat bagaimana pengaruh masyarakat terhadap proses politik dan demokrasi.

Setelah membahas peluang, sekarang adalah tantangan yang akan dihadapi di era digitalisasi. Biasanya yang marak terjadi adalah disinformasi atau hoaks. Disinformasi atau hoaks akan mendatangkan akibat untuk masyarakat Indonesia, mereka bisa saja merasa resah karena berita tersebut tanpa mencaritahu lebih lanjut mengenai kebenaran atau keasliannya. Sebagai rakyat Indonesia, bersikap kritis adalah salah satu cara agar tidak kebingungan dalam memperoleh informasi. Kita harus pandai memilah, menyerap, dan mencari tahu lebih lanjut mengenai informasi yang tengah ramai atau beredar. Dengan adanya pendidikan mengenai media dan literasi, yang nantinya akan memabantu kita sebagai masyarakat dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi yang sedang kita baca dari sumber-sumber yang ada.(*)

Bagikan:

KOMENTAR

Menuju Demokrasi yang Berkelanjutan di Era Digital: Menghadapi Peluang dan Tantangan
jbkj

INILAH SERANG

1404 dibaca
Akhir Tahun, Bupati Serang Mengajak OPD Evaluasi Bersama
2050 dibaca
Analisis Awal Kemenangan Wahidin-Andika Hasil Quick Count

HUKUM & KRIMINAL

860 dibaca
Mabes Polri: Ada 228 Penangkapan Terorisme Sepanjang 2020
542 dibaca
Asyik Minum Kopi, Pengedar Shabu Ini Diringkus

POLITIK

1590 dibaca
Ini Alasan Warga Baduy Menolak Politik Uang di Ajang Pilkada Lebak?
1479 dibaca
KPU Lebak Minta Bantuan ke Wartawan, Untuk Apa?

PENDIDIKAN

1229 dibaca
Pertama di Asia, AMN Akan Launching Jurnalis BS dan Wisata Religi 
Top