Kamis, 18 Oktober 2018

Menilik Lebih Dalam Susu Kental Manis

[Foto Istimewa]
Minggu, 12 Agt 2018 | 18:55 WIB - Gaya Hidup

lBC, Depok - Belakangan masyarakat dihebohkan dengan polemik susu kental manis. Hal ini berkaitan dengan kandungan gizi dan gula yang terdapat dalam susu tersebut.

Kehebohan mengenai susu kental manis terutama dalam setahun terakhir menarik perhatian dari para akademisi dan peneliti gizi dari berbagai perguruan tinggi. Isu susu kental manis yang ramai muncul di media juga ditanggapi oleh BPOM melalui jumpa pers resmi mereka yang akhirnya meluruskan bahwa susu kental manis adalah produk susu. Tetapi kemudian seolah tenggelam dalam gencarnya arus berita mengenai isu susu kental manis.

Untuk menjawab berbagai informasi yang simpang siur tentang susu kental manis, Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengadakan seminar sehari berjudul "Literasi Gizi : Belajar dari Polemik Kasus Susu Kental Manis," pada Jumat (10/08) di Universitas Indonesia.

Dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN, konsumsi susu nasional masih tergolong rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di tahun 2017 konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 16,5 liter/kapita/tahun.

Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan data USDA Foreign Agricultural Service 2016 (PDF) untuk Malaysia (50,9 liter), Thailand (33,7 liter), dan Filipina (22,1 liter). Produksi susu segar di Indonesia sendiri baru mencapai 920.093,41 ton pada 2017.

Angkanya hanya naik 0,81 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 912.735,01 ton. Dari angka ini, dapat dilihat bahwa budaya minum susu di Indonesia masih rendah. Dan dari berbagai jenis susu yang beredar di pasaran, susu kental manis merupakan jenis susu yang paling banyak dibeli oleh masyarakat Indonesia.

Guru Besar IPB Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS menyatakan bahwa susu kental manis terbuat dari susu segar, kemudian ada kandungan lain seperti susu skim, susu skim powder, gula, lalu ada susu bubuk whey, buttermilk powder, serta palm oil.

"Susu kental manis adalah produk susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu. Atau, merupakan hasil rekonstitusi susu bubuk dengan penambahan gula, dengan atau tanpa penambahan bahan lain. Gula yang ditambahkan digunakan untuk mencegah kerusakan produk. Produk susu kental manis lantas dipasteurisasi dan dikemas secara kedap (hermetis)," jelas Ahmad, seperti yang dikutip dari siaran pers.

Pakar gizi sekaligus Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Universitas Indonesia (PKGK UI) Ir. Ahmad Syafiq M.Sc., Ph.D menyampaikan bahwa susu kental manis memiliki kandungan energi yang diperlukan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, termasuk anak-anak.

"Susu kental manis tidak masalah dikonsumsi secara proporsional. Tapi kalau sudah berlebih, apapun juga tidak boleh. Kandungan lemak dan gula dalam susu kental manis sudah diatur dalam Perka BPOM 21/2016 tentang Kategori Pangan dan Standar Nasional Indonesia Nomor 2971: 2011 tentang susu kental manis," ujarnya.

Dalam aturan tersebut disebutkan kombinasi gula dan lemak pada produk ini adalah 51-56 persen dengan kandungan gula 43-48 persen. Susu kental manis sebagai minuman harus dicampur dengan air, sehingga setelah dilarutkan sesuai saran penyajian, kandungan susu kental manis memiliki kadar lemak susu tidak kurang dari 3,5 gr, total padatan

"susu bukan lemak tidak kurang dari 7,8 gr, dan kadar protein tidak kurang dari 3 gr," jelas Ir. Ahmad.

"Perlu diingat bahwa semua jenis makanan saling melengkapi. Tidak ada makanan atau minuman tunggal yang mampu memenuhi kebutuhan gizi seseorang. Siapa saja boleh mengonsumsi susu kental manis dalam jumlah tidak berlebihan. Namun perlu diingat, susu kental manis tidak cocok untuk bayi (0 12 bulan) dan bukan untuk menggantikan ASI. Susu kental manis boleh disajikan sebagai minuman, tetapi tentu untuk balita harus disesuaikan penyajiannya dan bukan sebagai asupan tunggal.," ujar Ir. Ahmad.

Sumber: lnilahcom

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Penemuan Dini Kanker Anak Cegah Risiko Kematian
Selasa, 16 Okt 2018 | 22:50 WIB
Penemuan Dini Kanker Anak Cegah Risiko Kematian
Ini yang Bisa Rangsang Bayi Jadi Pintar
Senin, 15 Okt 2018 | 23:44 WIB
Ini yang Bisa Rangsang Bayi Jadi Pintar
Kalimat Cinta Spesial untuk Pasangan
Minggu, 14 Okt 2018 | 23:08 WIB
Kalimat Cinta Spesial untuk Pasangan
Masyarakat Indonesia Kurang Peduli Kesehatan
Jumat, 12 Okt 2018 | 22:00 WIB
Masyarakat Indonesia Kurang Peduli Kesehatan

KOMENTAR

Menilik Lebih Dalam Susu Kental Manis

PEMERINTAHAN

210 dibaca
ASN Pemprov Banten jangan Main-main dalam Absen
270 dibaca
HUT Ke-492, Pemkab Serang Diminta Perkuat Ekonomi Desa
247 dibaca
Dilantik, Pj Walikota Serang Diminta Perbaiki Jalan

POLITIK

129 dibaca
Pemilu 2019, Andika Ajak Masyarakat Cek Data Diri Sebagai Pemilih
415 dibaca
Ratusan Buruh Cikoja Deklarasi Pemilu Damai 2019
323 dibaca
Serempak di 29 Kecamatan, KPU Kabupaten Serang Lakukan GMHP

HUKUM & KRIMINAL

288 dibaca
6 Oknum Anggota Ormas Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara
311 dibaca
Pengguna dan Pengedar Narkotika, Tiga Warga Cilegon Diringkus
216 dibaca
Alfamart Dibobol Maling, Uang Rp60 Juta Raib

PERISTIWA

156 dibaca
Polres Serang Kota Sita 3500 Lebih Botol Miras
184 dibaca
Tim PFA Dompet Dhuafa Pulihkan Anak-anak Pasca Gempa-Tsunami Sulteng
219 dibaca
Warga Petir Ditemukan Tewas Gantung Diri

EKONOMI & BISNIS

170 dibaca
MoU dengan DP3AKKB, Bank Banten Dukung Pemberdayaan Perempuan
181 dibaca
Andika Launching Toko Online Industri Rumahan Sijelita
Top