Kamis, 27 Juni 2019

Menilik Lebih Dalam Susu Kental Manis

[Foto Istimewa]
Minggu, 12 Agt 2018 | 18:55 WIB - Gaya Hidup

lBC, Depok - Belakangan masyarakat dihebohkan dengan polemik susu kental manis. Hal ini berkaitan dengan kandungan gizi dan gula yang terdapat dalam susu tersebut.

Kehebohan mengenai susu kental manis terutama dalam setahun terakhir menarik perhatian dari para akademisi dan peneliti gizi dari berbagai perguruan tinggi. Isu susu kental manis yang ramai muncul di media juga ditanggapi oleh BPOM melalui jumpa pers resmi mereka yang akhirnya meluruskan bahwa susu kental manis adalah produk susu. Tetapi kemudian seolah tenggelam dalam gencarnya arus berita mengenai isu susu kental manis.

Untuk menjawab berbagai informasi yang simpang siur tentang susu kental manis, Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengadakan seminar sehari berjudul "Literasi Gizi : Belajar dari Polemik Kasus Susu Kental Manis," pada Jumat (10/08) di Universitas Indonesia.

Dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN, konsumsi susu nasional masih tergolong rendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di tahun 2017 konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 16,5 liter/kapita/tahun.

Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan data USDA Foreign Agricultural Service 2016 (PDF) untuk Malaysia (50,9 liter), Thailand (33,7 liter), dan Filipina (22,1 liter). Produksi susu segar di Indonesia sendiri baru mencapai 920.093,41 ton pada 2017.

Angkanya hanya naik 0,81 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 912.735,01 ton. Dari angka ini, dapat dilihat bahwa budaya minum susu di Indonesia masih rendah. Dan dari berbagai jenis susu yang beredar di pasaran, susu kental manis merupakan jenis susu yang paling banyak dibeli oleh masyarakat Indonesia.

Guru Besar IPB Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS menyatakan bahwa susu kental manis terbuat dari susu segar, kemudian ada kandungan lain seperti susu skim, susu skim powder, gula, lalu ada susu bubuk whey, buttermilk powder, serta palm oil.

"Susu kental manis adalah produk susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu. Atau, merupakan hasil rekonstitusi susu bubuk dengan penambahan gula, dengan atau tanpa penambahan bahan lain. Gula yang ditambahkan digunakan untuk mencegah kerusakan produk. Produk susu kental manis lantas dipasteurisasi dan dikemas secara kedap (hermetis)," jelas Ahmad, seperti yang dikutip dari siaran pers.

Pakar gizi sekaligus Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Universitas Indonesia (PKGK UI) Ir. Ahmad Syafiq M.Sc., Ph.D menyampaikan bahwa susu kental manis memiliki kandungan energi yang diperlukan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, termasuk anak-anak.

"Susu kental manis tidak masalah dikonsumsi secara proporsional. Tapi kalau sudah berlebih, apapun juga tidak boleh. Kandungan lemak dan gula dalam susu kental manis sudah diatur dalam Perka BPOM 21/2016 tentang Kategori Pangan dan Standar Nasional Indonesia Nomor 2971: 2011 tentang susu kental manis," ujarnya.

Dalam aturan tersebut disebutkan kombinasi gula dan lemak pada produk ini adalah 51-56 persen dengan kandungan gula 43-48 persen. Susu kental manis sebagai minuman harus dicampur dengan air, sehingga setelah dilarutkan sesuai saran penyajian, kandungan susu kental manis memiliki kadar lemak susu tidak kurang dari 3,5 gr, total padatan

"susu bukan lemak tidak kurang dari 7,8 gr, dan kadar protein tidak kurang dari 3 gr," jelas Ir. Ahmad.

"Perlu diingat bahwa semua jenis makanan saling melengkapi. Tidak ada makanan atau minuman tunggal yang mampu memenuhi kebutuhan gizi seseorang. Siapa saja boleh mengonsumsi susu kental manis dalam jumlah tidak berlebihan. Namun perlu diingat, susu kental manis tidak cocok untuk bayi (0 12 bulan) dan bukan untuk menggantikan ASI. Susu kental manis boleh disajikan sebagai minuman, tetapi tentu untuk balita harus disesuaikan penyajiannya dan bukan sebagai asupan tunggal.," ujar Ir. Ahmad.

Sumber: lnilahcom

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Cara Hadapi Stress Setelah Libur Panjang
Senin, 10 Jun 2019 | 21:47 WIB
Cara Hadapi Stress Setelah Libur Panjang
Cara Segar Menikmati Kelezatan Kacang Hijau
Kamis, 30 Mei 2019 | 15:01 WIB
Cara Segar Menikmati Kelezatan Kacang Hijau
Merokok Bisa Sebabkan Ukuran Penis Menyusut
Kamis, 30 Mei 2019 | 14:53 WIB
Merokok Bisa Sebabkan Ukuran Penis Menyusut
Asupan Kalori Puasa Sama Seperti Hari Biasa
Jumat, 17 Mei 2019 | 21:59 WIB
Asupan Kalori Puasa Sama Seperti Hari Biasa

KOMENTAR

Menilik Lebih Dalam Susu Kental Manis

PEMERINTAHAN

558 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik
1204 dibaca
Pemprov Banten Merubah RPJMD 2017-2022, Ini Sebabnya
1409 dibaca
Perencanaan APBD Banten 2019, Pembangunan Fisik Harus Selesai November

POLITIK

1209 dibaca
Pilkada Kabupaten Serang 2020, KPU Ajukan Anggaran Rp85 Miliar
1394 dibaca
2 Tahun Kepemimpinan WH-Andika, Eks Relawan Bentuk Tim Kajian 
10975 dibaca
Arwan Benarkan Ucapan Gubernur WH ‘Siapa Suruh jadi Relawan’

HUKUM & KRIMINAL

644 dibaca
Cabuli Siswa Hingga Hamil, 3 Oknum Guru Terancam 20 Tahun Penjara
2160 dibaca
Kapolda Banten Berhentikan Dua Anggota Polri
494 dibaca
Dua Spesialis Pencuri Rumsong Dibekuk Resmob

PERISTIWA

375 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman
307 dibaca
Angka Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Pemkab Serang Siaga Satu
1422 dibaca
Ops Cipta Kondisi, Polres Serang Minimalisir Pergerakan Massa

EKONOMI & BISNIS

544 dibaca
Dekopinwil Banten Diminta Lakukan Perubahan di Era Digital
526 dibaca
WH Ingatkan Tertinggal Revolusi 4.0, Menganggur Kita
Top