Selasa, 13 November 2018

Mengharap Syafaat Nabi Muhammad di Hari Kiamat

[foto ilustrasi]
Kamis, 08 Nov 2018 | 16:30 WIB - Mozaik Islami

DALAM rentang waktu yang lama sekali, mereka berdiri menanti di padang mahsyar. Padahal matahari sangat dekat jaraknya dengan mereka. Mereka dibanjiri keringatnya sendiri sesuai dengan amalannya.

Mereka merasakan panas yang dahsyat, kesempitan hidup dan keletihan yang luar biasa akibat lamanya mereka menunggu keputusan, yakni selama 50 tahun. [1] Ketika hal ini terjadi, sebagian merekadengan hidayah Allahmembicarakan tentang sesuatu yang akan melepaskan mereka dari tempat mereka menunggu keputusan yang sangat lama waktunya dan sangat memberatkan mereka situasinya. (Syarh Lumatul Itiqad, Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hal. 202)

Allah berfirman: "Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan." (Al-Baqarah: 210)

Kisah terjadinya syafaat Rasulullah

Dari Abu Hurairah, dia berkata: "Dihidangkan untuk Rasulullah masakan daging, lalu dipilihkan untuk beliau daging paha bagian depan, yang merupakan kesukaan beliau. Beliaupun menggigitnya lalu bersabda: "Aku adalah pemimpin manusia pada hari kiamat. Tahukah kalian, mengapa? Allah akan mengumpulkan seluruh umat manusia dari yang pertama hingga yang terakhir di suatu tempat, di mana seorang penyeru akan mampu memperdengarkan (seruan) kepada mereka semuanya. Pandangan mata akan mampu menembus mereka semuanya, sedangkan matahari dekat sekali. Maka kesedihan dan kesusahan meliputi mereka, sampai mereka tidak mampu menanggung dan merasakannya.

Maka orang-orang berkata: "Tidakkah kalian saksikan apa yang menimpa kalian? Tidakkah kalian tahu siapa yang mampu memberikan syafaat kepada kalian di hadapan Rabb kalian?" Sebagian mereka lalu berkata kepada sebagian yang lain: "Kalian harus datang kepada Adam." Namun Adam mengajukan alasan.

Kemudian mereka menemui Nuh, namun dia juga mengajukan alasan. Kemudian mereka menemui Ibrahim, namun dia mengajukan alasan pula. Kemudian mereka menemui Musa, ternyata dia juga mengajukan alasan. Kemudian mereka menemui Isa, namun dia juga mengajukan alasannya.

Akhirnya mereka menemui Nabi Muhammad dan mengatakan: "Wahai Muhammad, engkau adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang. Maka berikanlah syafaat kepada kami di hadapan Rabbmu. Tidakkah engkau lihat keadaan kami?"

Maka akupun berangkat sampai di bawah Arsy, lalu aku tersungkur sujud kepada Rabbku. Kemudian Allah membukakan untukku pujian-pujian dan sanjungan yang baik untuk-Nya, yang belum Dia bukakan kepada seorangpun sebelumku. Kemudian dikatakan (kepadaku): "Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, dan mintalah, niscaya kamu akan diberi. Berilah syafaat niscaya akan diterima (syafaatmu)." Maka akupun mengangkat kepalaku kemudian aku katakan: "Umatku wahai Rabbku, umatku wahai Rabbku."

Kemudian datanglah Allah untuk menentukan keputusan hukum di antara hamba-Nya. Maknanya, Allah benar-benar datang dengan cara yang Dia kehendaki, sebagaimana firman-Nya:

"Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Rabbmu; sedang malaikat berbaris-baris." (Al-Fajr: 21-22). Inilah syafaat agung yang khusus bagi Rasulullah. (Syarh Lumatul Itiqad, Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hal. 203)

Allah berfirman kepada Rasul-Nya, Muhammad:"Dan pada sebahagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Rabbmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (Al-Isra: 79)

Oleh karena itulah, Rasulullah bersabda: Barangsiapa yang berdoa setelah mendengar adzan: Ya Allah, Rabb yang memiliki panggilan yang sempurna dan shalat yang akan ditegakkan ini, karuniakanlah kepada Muhammad al-wasilah dan keutamaan, serta bangkitkanlah baginya kedudukan yang terpuji yang Engkau telah janjikan untuknya, niscaya dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat (dengan izin-Nya)." (HR. Al-Bukhari no. 579, Kitabul Adzan, Bab Ad-Dua inda an-nida, dari Jabir bin Abdillah).

[1] Beliau hafizhahullah mengisyaratkan kepada salah satu penafsiran firman Allah , "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun." (Al-Maarij: 4)

Lihat Tafsir Ibnu Katsir (4/357). [Asysyariah/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Allah Mempermudah, Kenapa Manusia Mempersulit?
Senin, 12 Nov 2018 | 22:50 WIB
Allah Mempermudah, Kenapa Manusia Mempersulit?
Mau Naik Kelas? Bersedekah jangan Motivasi Dunia
Senin, 12 Nov 2018 | 18:59 WIB
Mau Naik Kelas? Bersedekah jangan Motivasi Dunia
Allahu Akbar, Inilah Pohon Mengerikan di Neraka
Senin, 12 Nov 2018 | 13:47 WIB
Allahu Akbar, Inilah Pohon Mengerikan di Neraka
Bahaya! Asal-asalan Memilih Jodoh Orang Celaka
Minggu, 11 Nov 2018 | 13:00 WIB
Bahaya! Asal-asalan Memilih Jodoh Orang Celaka

KOMENTAR

Mengharap Syafaat Nabi Muhammad di Hari Kiamat

PEMERINTAHAN

235 dibaca
Puluhan Pejabat Fungsional Pemprov Banten Dilantik
1028 dibaca
Perintah Perpres 16/2018, LPSE Dibentuk dalam Satu Badan/Dinas
217 dibaca
Lokakarya, Pemprov Bahas Pengurangan Kawasan Kumuh di Banten

POLITIK

263 dibaca
Caleg Golkar Dilarang Saling Menjelekkan dan Menjegal
209 dibaca
Dikukuhkan, Karya Nyata ICMI Ditunggu Masyarakat Banten
289 dibaca
Memilih Pemimpin di Pilpres 2019 Menurut UAS

HUKUM & KRIMINAL

144 dibaca
Di Pandeglang, Seorang Anak Bacok Ibu Tirinya Hingga Meninggal
631 dibaca
Sebar Ujaran Kebencian di Facebook, Warga Petir Ditangkap
339 dibaca
6 Oknum Anggota Ormas Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara

PERISTIWA

105 dibaca
Melalui ARDEX-18, Provinsi Banten Siap Atasi Dampak Bencana
1182 dibaca
Mayat Laki-laki Membusuk di Rumah Kontrakan Gegerkan Warga Cikande
1781 dibaca
Di Waringinkurung, Polisi dan TNI Ini Kompak Gotong Keranda Mayat

EKONOMI & BISNIS

79 dibaca
Andika Ingin Ekraf Jadi Tulang Punggung Baru Perekonomian di Banten
102 dibaca
Selama Oktober 2018, Nilai Tukar Petani di Banten Alami Kenaikan
Top