Kamis, 27 Juni 2019

Mengapa Kita Tak Boleh Menghina Orang Lain?

[foto ilustrasi]
Jumat, 14 Jun 2019 | 07:17 WIB - Mozaik Islami

Oleh: KH Ahmad Imam Mawardi

SEJAK saya kecil dulu, para guru dan tetua kampung sering mengajarkan agar tidak mudah menghina orang lain. Alasan utamanya ada dua: pertama adalah siapa tahu nantinya orang yang dihina itu berubah perilaku menjadi manusia mulia; kedua adalah siapa tahu orang yang dihina itu memiliki simpanan amal kebaikan yang disembunyikan, yang hanya dia dan Allah yang mengetahuinya.

Adalah fakta bahwa ada banyak orang yang berupaya menampilkan kebaikannya dan kelebihannya di hadapan orang banyak dan menyembunyikan kejelekan dan kekurangannya sedemikian rupa. Manusia semacam ini disebut terjangkit penyakit jiwa yang disebut eksibisionis. Ada banyak orang yang tertipu dengan penampilannya di depan publik.

Sebagian orang ada yang lebih suka "menampilkan" kekurangannya dan menyembunyikan kebaikannya. Saya bertemu dengan beberapa orang tipe ini. Tiap pengajian orang ini selalu duduk di belakang dan sering kali hadir paling akhir. Banyak orang yang membicarakan beliau dan mencibir. Saya bersyukur akhirnya saya tahu bahwa beliaulah pendana pengajian-pengajian yang diadakan oleh para orang miskin. Beliau sendiri tidak tampak sebagai orang kaya.

Pernah juga saya bertemu dengan seorang yang dihina dan difitnah habis-habisan sementara beliau hanya tersenyum dan terus berbicang tentang ummat. Saat saya bertanya mengapa orang-orang banyak mencibir dan menghinanya, beliau menjawab: "Guru saya bertanya mana yang paling saya suka antara jalan hidup dipuja-puja dan jalan hidup dihina-hina, saya memilih yang kedua. Yang penting saya tak melakukan hal hina di hadapan Allah."

Sungguh mulia dan hina yang hakiki itu hanya Allah yang tahu. Karenanya, jangan senang-senang menilai jelek orang lain. Orang yang rajin sebar uang belum tentu orang baik, bisa jadi itu memang uangnya rakyat yang dikorupsinya yang dibagi-bagikan lagi demi membeli suara.

Orang yang melempar sekoper uang di pasar dan kemudian melarikan diri itu jangan dikejar dan diteriaki sebagai copet. Karena ternyata setelah berhasil menghilang dari pasar dia bersujud di masjid sambil berkata: "Ya Allah biarlah mereka menyebut dan menuduhku sebagai copet, yang penting Engkau tahu bahwa semua kulakukan hanya demi Engkau, bukan demi lainnya.

Nah, unik bukan? Masih mau menghina dan menilai jelek orang lain? Maafkan saya jika saya salah menilai para penjenengan ya.Salam, AIM. [lnilah]https://z.inilah.com/www/delivery/lg.php?bannerid=0&campaignid=0&zoneid=259&loc=https%3A%2F%2Fbola.inilah.com%2Fread%2Fdetail%2F2530774%2Ftimnas-indonesia-alihkan-fokus-ke-vanuatu&referer=http%3A%2F%2Fwww.inilah.com%2F&cb=618fc711d7

Bagikan:

LAINNYA

Lima Resep Awet Muda Bagi Suami-Istri
Selasa, 25 Jun 2019 | 21:32 WIB
Lima Resep Awet Muda Bagi Suami-Istri
Suami Tegas, Istri tak Mau Berjilbab ya Ceraikan
Selasa, 25 Jun 2019 | 19:02 WIB
Suami Tegas, Istri tak Mau Berjilbab ya Ceraikan
Amalan Lenyap di Akhirat karena Mencari Dunia saja
Selasa, 25 Jun 2019 | 18:55 WIB
Amalan Lenyap di Akhirat karena Mencari Dunia saja

KOMENTAR

Mengapa Kita Tak Boleh Menghina Orang Lain?

PEMERINTAHAN

557 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik
1203 dibaca
Pemprov Banten Merubah RPJMD 2017-2022, Ini Sebabnya
1408 dibaca
Perencanaan APBD Banten 2019, Pembangunan Fisik Harus Selesai November

POLITIK

1208 dibaca
Pilkada Kabupaten Serang 2020, KPU Ajukan Anggaran Rp85 Miliar
1393 dibaca
2 Tahun Kepemimpinan WH-Andika, Eks Relawan Bentuk Tim Kajian 
10974 dibaca
Arwan Benarkan Ucapan Gubernur WH ‘Siapa Suruh jadi Relawan’

HUKUM & KRIMINAL

643 dibaca
Cabuli Siswa Hingga Hamil, 3 Oknum Guru Terancam 20 Tahun Penjara
2159 dibaca
Kapolda Banten Berhentikan Dua Anggota Polri
494 dibaca
Dua Spesialis Pencuri Rumsong Dibekuk Resmob

PERISTIWA

374 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman
306 dibaca
Angka Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Pemkab Serang Siaga Satu
1421 dibaca
Ops Cipta Kondisi, Polres Serang Minimalisir Pergerakan Massa

EKONOMI & BISNIS

543 dibaca
Dekopinwil Banten Diminta Lakukan Perubahan di Era Digital
525 dibaca
WH Ingatkan Tertinggal Revolusi 4.0, Menganggur Kita
Top