Minggu, 13 Juni 2021

Mengapa Kita Tak Boleh Menghina Orang Lain?

[foto ilustrasi]
Jumat, 14 Jun 2019 | 07:17 WIB - Mozaik Islami

Oleh: KH Ahmad Imam Mawardi

SEJAK saya kecil dulu, para guru dan tetua kampung sering mengajarkan agar tidak mudah menghina orang lain. Alasan utamanya ada dua: pertama adalah siapa tahu nantinya orang yang dihina itu berubah perilaku menjadi manusia mulia; kedua adalah siapa tahu orang yang dihina itu memiliki simpanan amal kebaikan yang disembunyikan, yang hanya dia dan Allah yang mengetahuinya.

Adalah fakta bahwa ada banyak orang yang berupaya menampilkan kebaikannya dan kelebihannya di hadapan orang banyak dan menyembunyikan kejelekan dan kekurangannya sedemikian rupa. Manusia semacam ini disebut terjangkit penyakit jiwa yang disebut eksibisionis. Ada banyak orang yang tertipu dengan penampilannya di depan publik.

Sebagian orang ada yang lebih suka "menampilkan" kekurangannya dan menyembunyikan kebaikannya. Saya bertemu dengan beberapa orang tipe ini. Tiap pengajian orang ini selalu duduk di belakang dan sering kali hadir paling akhir. Banyak orang yang membicarakan beliau dan mencibir. Saya bersyukur akhirnya saya tahu bahwa beliaulah pendana pengajian-pengajian yang diadakan oleh para orang miskin. Beliau sendiri tidak tampak sebagai orang kaya.

Pernah juga saya bertemu dengan seorang yang dihina dan difitnah habis-habisan sementara beliau hanya tersenyum dan terus berbicang tentang ummat. Saat saya bertanya mengapa orang-orang banyak mencibir dan menghinanya, beliau menjawab: "Guru saya bertanya mana yang paling saya suka antara jalan hidup dipuja-puja dan jalan hidup dihina-hina, saya memilih yang kedua. Yang penting saya tak melakukan hal hina di hadapan Allah."

Sungguh mulia dan hina yang hakiki itu hanya Allah yang tahu. Karenanya, jangan senang-senang menilai jelek orang lain. Orang yang rajin sebar uang belum tentu orang baik, bisa jadi itu memang uangnya rakyat yang dikorupsinya yang dibagi-bagikan lagi demi membeli suara.

Orang yang melempar sekoper uang di pasar dan kemudian melarikan diri itu jangan dikejar dan diteriaki sebagai copet. Karena ternyata setelah berhasil menghilang dari pasar dia bersujud di masjid sambil berkata: "Ya Allah biarlah mereka menyebut dan menuduhku sebagai copet, yang penting Engkau tahu bahwa semua kulakukan hanya demi Engkau, bukan demi lainnya.

Nah, unik bukan? Masih mau menghina dan menilai jelek orang lain? Maafkan saya jika saya salah menilai para penjenengan ya.Salam, AIM. [lnilah]https://z.inilah.com/www/delivery/lg.php?bannerid=0&campaignid=0&zoneid=259&loc=https%3A%2F%2Fbola.inilah.com%2Fread%2Fdetail%2F2530774%2Ftimnas-indonesia-alihkan-fokus-ke-vanuatu&referer=http%3A%2F%2Fwww.inilah.com%2F&cb=618fc711d7

Bagikan:

LAINNYA

Salat Sunat dan Pakaian Seksi untuk Berhubungan
Sabtu, 12 Jun 2021 | 20:29 WIB
Salat Sunat dan Pakaian Seksi untuk Berhubungan
Ini Gambaran Suami Istri Ahli Surga
Sabtu, 12 Jun 2021 | 17:50 WIB
Ini Gambaran Suami Istri Ahli Surga
Suami Sering Minta Jimak, Istri Harus Semangat
Jumat, 11 Jun 2021 | 17:28 WIB
Suami Sering Minta Jimak, Istri Harus Semangat

KOMENTAR

Mengapa Kita Tak Boleh Menghina Orang Lain?

INILAH SERANG

153 dibaca
Polres Serang Bagikan Masker ke Pengunjung Ponpes Syech Nawawi Tanara
707 dibaca
Polres Serang Amankan Belasan Preman dan Sita Uang Pungli
161 dibaca
Polres Serang Ringkus Dua Pengedar Obat Tramadol dan Hexymer

HUKUM & KRIMINAL

50 dibaca
Polda Banten Gagalkan Penyelundupan 90 Ribu Bibit Lobster
707 dibaca
Polres Serang Amankan Belasan Preman dan Sita Uang Pungli
161 dibaca
Polres Serang Ringkus Dua Pengedar Obat Tramadol dan Hexymer

POLITIK

390 dibaca
Pemkab Serang Soroti Pilkades Serentak di Dua Kecamatan
448 dibaca
Amankan Pemilihan Anggota BPD Tanara, Polres Serang Prokes Covid-19
651 dibaca
Andika Minta PPP Banten Dukung Pemprov Sejahterakan Masyarakat

PENDIDIKAN

354 dibaca
Andika: Data BPS Menunjukkan Kualitas Pendidikan Penduduk Banten Meningkat
382 dibaca
PPDB di Kabupaten Serang Dibuka 21 Juni, Ini Tahapannya
Top