Kamis, 18 Oktober 2018

Mencari Rezeki Kewajiban setelah Ibadah Fardu

[foto ilustrasi]
Rabu, 10 Okt 2018 | 12:00 WIB - Mozaik Islami

"MAKA apabila salat telah selesai ditunaikan, bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia (rezeki) Allah dan ingatlah kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (QS.Al-Jumu'ah [62]:10)

Ayat di atas menegaskan bahwa kita diperintahkan untuk mencari rezeki demi kelangsungan hidup di muka bumi ini. Tentu, rezeki tidak akan datang sendiri menghampiri kita tanpa ada usaha untuk memperolehnya. Allah tidak akan menurunkan hujan emas dan perak dari langit.

Untuk itu, perintah bertebaran di muka bumi untuk mencari rezeki mengandaikan sebuah usaha maksimal, kerja keras disertai ketekunan dan sikap tawakal kepada Allah Swt.

Islam sangat menjunjung tinggi etos kerja. Bahkan dalam salah satu sabdanya Rasulullah saw pernah menegaskan, "Sesungguhnya, bekerja mencari rezeki yang halal itu merupakan kewajiban setelah ibadah-ibadah fardu". (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Jika demikian kenyataannya, kerja keras mencari rezeki merupakan kewajiban seorang muslim setelah ibadah fardu, masihkah kita merasa menjadi muslim sejati, muslim yang baik, ketika dalam jiwa kita masih tersimpan sikap malas, tidak mau berusaha menjemput rezeki Allah yang demikian luasnya?

Selayaknya ketika ibadah fardu telah ditunaikan, kita tempa diri kita dengan cucuran keringat karena bekerja keras. Hanya dengan cara inilah, kita bisa bangga dan menunjukkan kalau kita benar-benar seorang muslim sejati. Seorang muslim yang sanggup menghadapi hidup dengan penuh semangat juang yang tinggi, meyakini rezeki Allah sangat berlimpah dan disediakan bagi siapa saja yang mau berusaha menggapainya dengan bimbingan-Nya.

Kerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, selain menunjukkan jiwa serta kepribadian seorang muslim, juga merupakan salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa kita.

Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan karena kedua tangannya bekerja pada siang hari, maka pada malam harinya ia diampuni Allah." (HR.Ahmad)

Dengan demikian jelaslah bahwa tidak ada ruang bagi sikap malas dalam ajaran Islam. Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras, mencari karunia Allah di muka bumi ini dengan sikap gagah, sabar dan pantang menyerah. Di sinilah letak 'izzah (kehormatan, harga diri sekaligus jati diri) seorang muslim.

Sedangkan sikap berpangku tangan, selalu mengharapkan bantuan orang lain, pasrah terhadap keadaan, tidak berusaha mengubah ke arah yang lebih baik menunjukkan kerendahan diri serta kehinaan seseorang. [Didi Junaedi, Qur'anic Inspiration/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Silahkan Pilih, Ingin Pujian atau Celaan?
Rabu, 17 Okt 2018 | 03:40 WIB
Silahkan Pilih, Ingin Pujian atau Celaan?
Marah Pertanda Tunduknya Kita kepada Setan
Senin, 15 Okt 2018 | 23:58 WIB
Marah Pertanda Tunduknya Kita kepada Setan
Membalas Keburukan dengan Kebaikan
Senin, 15 Okt 2018 | 23:41 WIB
Membalas Keburukan dengan Kebaikan

KOMENTAR

Mencari Rezeki Kewajiban setelah Ibadah Fardu

PEMERINTAHAN

210 dibaca
ASN Pemprov Banten jangan Main-main dalam Absen
269 dibaca
HUT Ke-492, Pemkab Serang Diminta Perkuat Ekonomi Desa
246 dibaca
Dilantik, Pj Walikota Serang Diminta Perbaiki Jalan

POLITIK

128 dibaca
Pemilu 2019, Andika Ajak Masyarakat Cek Data Diri Sebagai Pemilih
415 dibaca
Ratusan Buruh Cikoja Deklarasi Pemilu Damai 2019
322 dibaca
Serempak di 29 Kecamatan, KPU Kabupaten Serang Lakukan GMHP

HUKUM & KRIMINAL

287 dibaca
6 Oknum Anggota Ormas Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara
310 dibaca
Pengguna dan Pengedar Narkotika, Tiga Warga Cilegon Diringkus
215 dibaca
Alfamart Dibobol Maling, Uang Rp60 Juta Raib

PERISTIWA

155 dibaca
Polres Serang Kota Sita 3500 Lebih Botol Miras
184 dibaca
Tim PFA Dompet Dhuafa Pulihkan Anak-anak Pasca Gempa-Tsunami Sulteng
218 dibaca
Warga Petir Ditemukan Tewas Gantung Diri

EKONOMI & BISNIS

166 dibaca
MoU dengan DP3AKKB, Bank Banten Dukung Pemberdayaan Perempuan
181 dibaca
Andika Launching Toko Online Industri Rumahan Sijelita
Top