Sabtu, 30 Mei 2020

Mencari Rezeki Kewajiban setelah Ibadah Fardu

[foto ilustrasi]
Rabu, 10 Okt 2018 | 12:00 WIB - Mozaik Islami

"MAKA apabila salat telah selesai ditunaikan, bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia (rezeki) Allah dan ingatlah kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (QS.Al-Jumu'ah [62]:10)

Ayat di atas menegaskan bahwa kita diperintahkan untuk mencari rezeki demi kelangsungan hidup di muka bumi ini. Tentu, rezeki tidak akan datang sendiri menghampiri kita tanpa ada usaha untuk memperolehnya. Allah tidak akan menurunkan hujan emas dan perak dari langit.

Untuk itu, perintah bertebaran di muka bumi untuk mencari rezeki mengandaikan sebuah usaha maksimal, kerja keras disertai ketekunan dan sikap tawakal kepada Allah Swt.

Islam sangat menjunjung tinggi etos kerja. Bahkan dalam salah satu sabdanya Rasulullah saw pernah menegaskan, "Sesungguhnya, bekerja mencari rezeki yang halal itu merupakan kewajiban setelah ibadah-ibadah fardu". (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Jika demikian kenyataannya, kerja keras mencari rezeki merupakan kewajiban seorang muslim setelah ibadah fardu, masihkah kita merasa menjadi muslim sejati, muslim yang baik, ketika dalam jiwa kita masih tersimpan sikap malas, tidak mau berusaha menjemput rezeki Allah yang demikian luasnya?

Selayaknya ketika ibadah fardu telah ditunaikan, kita tempa diri kita dengan cucuran keringat karena bekerja keras. Hanya dengan cara inilah, kita bisa bangga dan menunjukkan kalau kita benar-benar seorang muslim sejati. Seorang muslim yang sanggup menghadapi hidup dengan penuh semangat juang yang tinggi, meyakini rezeki Allah sangat berlimpah dan disediakan bagi siapa saja yang mau berusaha menggapainya dengan bimbingan-Nya.

Kerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, selain menunjukkan jiwa serta kepribadian seorang muslim, juga merupakan salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa kita.

Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan karena kedua tangannya bekerja pada siang hari, maka pada malam harinya ia diampuni Allah." (HR.Ahmad)

Dengan demikian jelaslah bahwa tidak ada ruang bagi sikap malas dalam ajaran Islam. Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras, mencari karunia Allah di muka bumi ini dengan sikap gagah, sabar dan pantang menyerah. Di sinilah letak 'izzah (kehormatan, harga diri sekaligus jati diri) seorang muslim.

Sedangkan sikap berpangku tangan, selalu mengharapkan bantuan orang lain, pasrah terhadap keadaan, tidak berusaha mengubah ke arah yang lebih baik menunjukkan kerendahan diri serta kehinaan seseorang. [Didi Junaedi, Qur'anic Inspiration/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Mau Jadi yang Biasa atau yang Luar Biasa?
Jumat, 29 Mei 2020 | 21:26 WIB
Mau Jadi yang Biasa atau yang Luar Biasa?
Covid-19 Hingga Musim Haji..
Jumat, 29 Mei 2020 | 20:51 WIB
Covid-19 Hingga Musim Haji..
Kepada Siapa Saya Harus Bertanya?
Kamis, 28 Mei 2020 | 21:07 WIB
Kepada Siapa Saya Harus Bertanya?

KOMENTAR

Mencari Rezeki Kewajiban setelah Ibadah Fardu

PEMERINTAHAN

148 dibaca
Pakai Protokol Kesehatan, Pemkab Serang Gelar Halabihalal Terbatas
550 dibaca
Pemkab Serang Bentuk Satgas Ketahanan Pangan Daerah

POLITIK

1084 dibaca
DPP Serahkan ke DPD Gerindra Banten Tentukan Balon Kada
1175 dibaca
PDIP Usulkan Tatu-Pandji di Pilkada Kabupaten Serang 2020

HUKUM & KRIMINAL

86 dibaca
Salah Sasaran, Warga Tanara Kena Bacok
67 dibaca
Kantongi Sabu, Seorang Pemuda di Cilegon Diciduk Polisi

PERISTIWA

74 dibaca
Diduga Stres, Mahasiswi Bina Bangsa Gantung Diri
510 dibaca
Warga Curug Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai

EKONOMI & BISNIS

480 dibaca
Sekretaris Bapenda: Bank Banten Gagal Bayar Disebabkan Utang ASN dan DPRD
559 dibaca
Bupati Serang Sebut Bantuan Beras Harus Serap Petani Lokal
Top