Minggu, 17 Februari 2019

Mencaci Maki di Medsos Bukan Ciri Muslim & Beriman

[foto ilustrasi]
Selasa, 12 Feb 2019 | 10:05 WIB - Mozaik Islami

AKHIR-AKHIR ini membuat nyata kelompok orang yang menerima muslim dan beriman tetapi tidak menampakkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Masalah ini sangat banyak kita temui baik dalam rutinitas sehari-hari selain di media sosial. Sumpah serapah dan caci maki, tak urung menggambarkan "komunikasi" yang bisa terjadi.

Kita pun dibuat bertanya-tanya, "Bagaimana mungkin meminta Islam, melakukan hal-hal seperti itu?" Untuk memahaminya, perlu dipertimbangkan adanya perbedaan antara orang-orang muslim (ber-Islam), mukmin (beriman), dan muhsin (ber-ihsan).

Definisi keislaman dipaparkan dalam Al-Hujurat ayat 14: "Orang-orang Arab Badui (a'rab, pengembara Badui yang belum mengembangkan peradaban, bukan 'arab) itu mengatakan: Kami telah beriman .... Katakanlah: Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'Kami telah menjadi muslim', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu. "

Sedang resolusi keimanan dipaparkan dalam Al-Anfal ayat 2 -3: "Sesungguhnya orang2 beriman adalah mereka yang disebut Allah, gemetarlah hati mereka, dan dibacakan ayat-ayatnya, ditambah iman, dan hanya Tuhanlah yang bertawakkal." -orang yang menyusun shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka. "

Jadi kira-kira Muslim yang melakukannya berdasarkan hukum, sedangkan Mukmin adalah sikap hati (batiniyah). Orang beriman (Mukmin) adalah yang gemetar senang ketika mendengar kata Allah dan bertambah terus imannya kompilasi membaca ayat Allah. Menyambut dan menghayati shalatnya - menghadirkan hati dalam ibadah - dan menerima amal-amal saleh di antara yang lain dalam bentuk sedekah.

Sedang berkenaan dengan Ihsan, Allah Swt. berfirman dalam Al-Mulk, ayat 23: "... Yang menjadikan mati dan hidup, Dia yang telah mengangkat kamu, siapa di antara kamu yang lebih sempurna amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."

Dalam hadis, sansan ih ih menyembsan melihat Allah Allah melihatsan adalah melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat melihat Atau jika kita tidak bisa memandangnya, kita yakin Allah melihat / melihat kita. Dalam hadis lain dinyatakan: "Allah Swt. Cinta pada orang yang menyelesaikan pekerjaan, dia selesaikannya dengan ihsan (sempurna)."

Ada juga dalam hadis lain yang ditetapkan: "Allah telah menetapkan al-ihsan dalam semua hal." (HR Muslim)

Ada 166 ayat yang mengandung kata ihsan dan turunannya. Salah satunya yang populer: "Sungguh Allah menyuruh berlaku adil & melakukan ihsan serta memberi kepada kaum kerabat, dan Allah memberlakukan keji, kemungkaran dan permusuhan." (An-Nahl: 90)

Segera tampak sebagai ihsan terkait erat dengan kepemilikan dan penerapan akhlak mulia konkret dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, orang yang berihsan tak hanya memegang kendali, tetapi juga memaafkan orang yang berhasil mengatasi dan menyelesaikannya dengan baik.

Membahas firmanNya dalam QS. Ali Imran: 134; "Dan orang yang tahan marahnya & yg memaafkan kesalahan org2. Dan Allah yang menerima org yang berhasil baik (mengerjakan ihsan)."

Yang menarik dalam ayat di atas adalah Allah sendiri tidak pernah menyebut diriNya "menerima orang-orang beriman" atau "orang-orang Muslim", tetapi "menerima orang-orang yang berihsan".

Ihsan adalah mendukung seluruh amal agar kita semakin dekat kepadaNya. Maka tak sedikit ulama mengidentikkan Ihsan dengan tasawuf.

Dan bukan membahas juga tasawuf disebut mazhab cinta, yang mendorong hubungan saling cinta manusia dengan Allah (dan dengan manusia juga menciptakan-penciptaan lain). Penjelasan lbh panjang tentang tasawuf sbg mazhab cinta al. ada di buku saya: ISLAM Risalah Cinta dan Kebahagiaan.

Jadi, Islam-Iman-Ihsan sejajar dengan Syariah-Akidah-Tasawuf (akhlak). Ketiganya tak terpisahkan, tapi puncaknya adalah akhlak. Dengan kata lain, puncak keislaman kita harus terwujud pada kepemilikan / penerapan akhlak mulia. Tak akan berarti apa-apa jika kita mengakui Islam, dan takkan terbukti akan beriman, kecuali jika kita telah benar-benar memiliki / menerapkan akhlak mulia. Inilah makna hadis Nabi Saw. "Aku tak diutus kecuali untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak."

Demikian juga inti dari firmanNya yang sering kita ulang-ulang: "Dan tak Kami utus kau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat (terima kasih) untuk alam semesta."

Maka, orang-orang yang menerima Muslim tetapi tidak berakhlak mulia bisa jadi baru mencapai Islam, mungkin iman, tetapi belum ihsan. Walla a'lam. [haidar bagir dalam islamindonesia]

Bagikan:

LAINNYA

Azab untuk Istri yang Menolak Jimak dengan Suami
Jumat, 15 Feb 2019 | 18:15 WIB
Azab untuk Istri yang Menolak Jimak dengan Suami
11 Ancaman Penyakit Berpakaian Sangat Ketat
Kamis, 14 Feb 2019 | 12:01 WIB
11 Ancaman Penyakit Berpakaian Sangat Ketat
Doa Ampuh Orangtua untuk Anak, Buktikan!
Rabu, 13 Feb 2019 | 07:41 WIB
Doa Ampuh Orangtua untuk Anak, Buktikan!
Keadaan Seorang Hamba yang Dekat dengan Allah
Rabu, 13 Feb 2019 | 07:36 WIB
Keadaan Seorang Hamba yang Dekat dengan Allah

KOMENTAR

Mencaci Maki di Medsos Bukan Ciri Muslim & Beriman

PEMERINTAHAN

512 dibaca
Ketua dan Pengurus PPDI Kecamatan Jawilan Dilantik
400 dibaca
Tahun Ini, Dana Desa Pemprov Banten Tembus Rp61,9 Miliar
301 dibaca
Dihadapan Kades se-Lebak, Andika Beberkan Prioritas Penggunaan Dana Desa

POLITIK

340 dibaca
KPU Kabupaten Serang Target Satu Relawan Demokrasi 1000 Pemilih
246 dibaca
Warga Belum Paham Berpartisipasi pada Pemilu 2019
4239 dibaca
Gubernur Banten Wahidin Halim Dilaporkan ke Bawaslu

HUKUM & KRIMINAL

104 dibaca
Buron Curanmor Pingsan Saat Persembunyiannya Digerebag
84 dibaca
Diringkus, Dua dari Enam Bandit Jalanan Ditembak
502 dibaca
BNN Gagalkan Penyelundupan Narkotika di Pelabuhan Bojonegara

PERISTIWA

297 dibaca
Jelang Pemilu, Pejabat Polres Serang Gencar Kunjungi Ponpes dan Ulama
319 dibaca
Suhendar Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kontrakan

EKONOMI & BISNIS

285 dibaca
Produksi Pangan Kabupaten Serang Surplus dan Aman
277 dibaca
Pencairan Bansos, Dinsos Banten Libatkan Dua Lembaga Perbankan
Top