Selasa, 18 Januari 2022

Memilukan, Gadis 14 Tahun Warga Kabupaten Serang Diperkosa

Ilustrasi/Net
Selasa, 04 Jan 2022 | 19:53 WIB - Serang Hukum & Kriminal

lBC, Serang - Nasib memilukan dialami seorang gadis yang duduk di bangku sekolah menengah pertama. Gadis berusia 14 tahun ini mengaku dipaksa melayani nafsu bejad pelaku yang diketahui merupakan siswa sekolah menengah atas di sebuah rumah kosong di sekitar Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. 

Usai diperkosa, korban kemudian dibawa pelaku lalu ditinggalkan di sebuah komplek pemakaman. Akibat perbuatan itu, korban mengalami guncangan batin dan trauma mendalam dengan apa yang menimpanya.

Diperoleh keterangan, kasus asusila tersebut terjadi 13 Desember 2021 silam. Saat itu korban yang baru pulang sekolah dijemput pelaku yang duduk di bangku SMA. Korban yang mengenal pelaku tak menaruh curiga bahwa pelaku berniat jahat.

Keluarga yang tak mendapati korban pulang ke rumah merasa khawatir dan mencari-cari keberadaan korban. Dari informasi warga yang melihat, korban dibawa pria yang berseragam sekolah saat pulang menuju rumah. Keluarga korban pun memperoleh rekaman CCTV yang dipasang warga tepat di jalan lokasi korban dijemput pelaku.

Dari rekaman CCTV, pelaku yang masih mengenakan seragam SMA menjemput korban yang berseragam SMP di pinggir jalan arah pulang dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter merah. Dari sana, pelaku membawa korban ke daerah Jawilan, Kabupaten Serang. 

Korban yang bertanya akan dibawa ke mana, tak digubris oleh pelaku yang terus memacu laju sepeda motor. Memasuki perkampungan yang sepi, pelaku membawa korban ke sebuah rumah kosong. Korban diancam untuk menuruti hawa nafsu pelaku.

"Di sana keponakan saya disekap dan disetubuhi oleh pelaku," kata FD, kerabat korban kepada wartawan pada Selasa, 4 Januari 2022.

Setelah disekap dan diperkosa, dini hari pelaku membawa korban dari rumah kosong ke tempat pemakaman umum tak jauh dari perkampungan warga. Di sana korban yang trauma menghabiskan malam di kuburan. 

Keesokan harinya, tanggal 14 Desember 2021, pelaku kembali menemui korban yang trauma di kuburan dan meminta ojek untuk mengantar korban pulang. 

"Jadi si pelaku datang lagi paginya. Ada tukang ojek lewat pelaku bilang kalau korban itu siswa terlantar dan minta diantarkan pulang. Padahal dia yang bawa korban ke sana," kata FD. 

Setiba di rumah, korban yang trauma tak berani menceritakan hal yang ia alami. Baru pada sore harinya, keluarga berhasil membujuk korban untuk bercerita peristiwa yang menimpanya. 

Setelah mendapat keterangan korban, pihak keluarga memutuskan untuk visum dan membuat laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Serang pada tanggal 17 Desember 2021. 

Dua hari setelah laporan polisi tersebut pihak keluarga didatangi pihak pelaku dan mengancam untuk mencabut laporan. "Setelah mengetahui kami pihak keluarga membuat laporan polisi, pihak keluarga didatangi pihak pelaku untuk tidak membuat laporan dan mengancam pihak keluarga kami. Saya bilang selesaikan saja di kantor kepolisian," kata FD. 

Sementara Kasi Humas Polres Serang Iptu Dedi Jumhaedi saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut Dedi, kasus ini sudah ditangani penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan masih dalam penyelidikan.

"Untuk saksi-saksi sudah dilakukan pemeriksaan, hanya pelapor (orang tua korban,red) belum dilakukan karena sakit. Jika pelapor sudah dimintai keterangan dan hasil visum sudah keluar, kasus ini naik ke penyidikan," terang Kasi Humas melalui pesan whatsapp.

Reporter: Haji Imat
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Memilukan, Gadis 14 Tahun Warga Kabupaten Serang Diperkosa

INILAH SERANG

29 dibaca
Bupati Beri Semangat, Vaksinasi Anak di Kabupaten Serang Dimulai
37 dibaca
Begini Kronologi Pembuangan Bayi di Areal Pesawahan Pontang
85 dibaca
Tekan Harga, Diskopumindag Kabupaten Serang Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

HUKUM & KRIMINAL

37 dibaca
Begini Kronologi Pembuangan Bayi di Areal Pesawahan Pontang
121 dibaca
Polres Serang Tangkap Dua Pelaku Pembuang Bayi di Pontang
333 dibaca
Penemuan Bayi di Areal Sawah Gegerkan Warga Pontang

POLITIK

336 dibaca
Pilkada Kabupaten Serang 2024, KPU Ajukan Anggaran Rp107 Miliar
1054 dibaca
Pendukung Anies Dideklarasikan di Banten
1305 dibaca
Diskominfosatik Kabupaten Serang Ajak IPPNU Sinergi Adakan Literasi Digital

PENDIDIKAN

308 dibaca
Ratusan Kepala Sekolah di Pandeglang Dilantik
197 dibaca
Pemkab Serang Berikan Bantuan Sepatu untuk Siswa SDN Ujungtebu 3
Top