Jumat, 26 April 2019

Masyarakat Indonesia Kurang Peduli Kesehatan

[Foto Istimewa]
Jumat, 12 Okt 2018 | 22:00 WIB - Gaya Hidup

lBC, Jakarta - Masyarakat Indonesia saat ini kurang peduli kesehatan. Padahal, saat ini gaya hidup menjadi salah satu pemicu utama penyakit kritis.

Masyarakat dari berbagai usia, baik yang produktif maupun usia senja tidak luput dari risiko penyakit kritis. Menurut dr. Johan Winata, Sp,JP (K) FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah konsultan kardiologi intervensi RSPI, masyarakat Indonesia sangat kurang peduli dengan gaya hidup sehat. Memilih makanan yang sehat dan mengelola stress yang baik adalah salah satu kunci menjalankan hidup sehat.

"Di Indonesia, penyakit kritis yang paling pertama adalah masalah cardiovaskular yaitu stroke atau gangguan pembuluh darah dan jantung kemudian baru kanker. Sebenarnya angka ini dibanding 20 tahun lalu sangat terbaik. Kalau dulu kanker yang pertama. Baru penyakit metabolik termasuk jantung. Untuk data, memang setengahnya atau 50 persen angka kematian disebabkan karena penyakit jantung dan pembuluh darah. Kemudian 40 persen jantung coroner dan 38 persen stroke," papar Johan saat ditemui di acara BCA dan AIA Luncurkan Proteksi Penyakit Kritis Maksima (PRIMA), Jakarta, baru - baru ini.

Meski angka tersebut sangat tinggi untuk penderita penyakit kritis, ternyata masih banyak masyarakat yang tidak memiliki jaminan kesehatan untuk mengantisipasi biaya kesehatan di dalam keluarga. Menurut data dari AIA Healthy Living Index Survey 2018 menunjukkan bahwa sekitar 87 persen masyarakat Indonesia sangat mencemaskan biaya untuk pengobatan penyakit kritis.

Kemudian,, penyakit yang dianggap akan menimbulkan dampak finansial yang serius adalah kanker 53 persen, penyakit jantung 47 persen dan diabetes 31 persen. Untuk pengobatan penyakit seperti kanker, 31 persen menyatakan mereka membayar menggunakan uang tabungan dan 28 persen melalui asuransi.

"Kalau dihitung, untuk biaya mengatasi penyakit jantung, sekitar Rp. 100 juta lebih. Tergantung dari masalah atau kasus kesehatan jantungnya," tambah Johan.

Karena itu, direktur BCA Suwignyo Budiman mengatakan, memiliki jiwa dan raga yang sehat merupakan dambaan hidup semua orang. Meski demikian, gangguan kesehatan atau penyakit yang menyerang tubuh memang tidak bisa diprediksi.

"Oleh sebab itu, BCA bersama AIA mengambil langkah dengan menawarkan solusi proteksi jiwa dan penyakit kritis yang saat ini semakin mahal biayanya," ujar Suwignyo.[lnilahcom]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Awas! Tidur Setelah Salat Subuh Berbahaya
Rabu, 24 Apr 2019 | 14:12 WIB
Awas! Tidur Setelah Salat Subuh Berbahaya
Tugas Orangtua Kini Semakin Kompleks
Rabu, 24 Apr 2019 | 13:52 WIB
Tugas Orangtua Kini Semakin Kompleks
Cara Merawat Rambut dengan Baik dan Benar
Senin, 22 Apr 2019 | 19:51 WIB
Cara Merawat Rambut dengan Baik dan Benar
Kartini Week 2019 Meriahkan Perayaan Hari Kartini
Senin, 22 Apr 2019 | 14:32 WIB
Kartini Week 2019 Meriahkan Perayaan Hari Kartini

KOMENTAR

Masyarakat Indonesia Kurang Peduli Kesehatan

PEMERINTAHAN

203 dibaca
Tatu Optimis Pemkab Serang Raih WTP Tanpa Catatan dari BPK RI
6828 dibaca
Soal Tiga Guru Dilantik jadi Pejabat, Gubernur WH: Apa, Apa?
5969 dibaca
Guru Diangkat jadi Pejabat, Ombudsman Sebut Melanggar SE MenPAN- RB

POLITIK

21747 dibaca
Akui Kalah di Banten, Ketua TKD Salahkan Masyarakat dan Kyai Ma'ruf
224 dibaca
Tunggu Hasil Resmi KPU, Andika: Kita Jaga Kondusifitas
202 dibaca
Gubernur Tunggu Rekomendasi KASN Soal Tiga ASN Dukung Calon DPD RI

HUKUM & KRIMINAL

194 dibaca
Polisi Tembak Dua Tersangka Perampok Spesialis Mini Market
125 dibaca
Dua Ribu Gram Sabu dari Jaringan Internasional Dimusnahkan
181 dibaca
Polda Selidiki Pemalsuan 80 SPBJ Palsu di Tangerang

PERISTIWA

1252 dibaca
Pertemuan Gubernur Banten dengan HMI Serang Tuai Kritikan
262 dibaca
Satu Petugas KPPS Meninggal Dunia, Bupati Serang Berduka
269 dibaca
Ricuh Saat Demo Gubernur, HMI Lapor ke Propam Polda Banten

EKONOMI & BISNIS

64 dibaca
Layani Pensiunan, Bank Banten Jalin Kemitraan dengan BPR Baturaja
186 dibaca
Bank Banten Dukung Layanan Samsat Nasional Modern Channel
Top