Sabtu, 20 April 2024

Mantan Kadindikbud Banten Kritik Gubernur WH Soal Pendidikan Gratis

Capture akun Facebook Eko Endang Koswara soal kritikan pendidikan gratis. [Foto inilahbanten.co.id]
Selasa, 07 Agt 2018 | 17:53 WIB - Serang Pendidikan

lBC, Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim memimpin apel bulanan bersamaan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Banten serta pelantikan dewan pendidikan Provinsi Banten periode 2018-2022 dan pembukaan pekan olah raga Pegawai  bertempat di halaman masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang pada Senin, 6 Agustus 2018.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa program pendidikan gratis yang dicanangkan Pemprov Banten dibawah kepemimpinannya dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy merupakan keputusan final yang tidak bisa ditawar lagi. Untuk itu, Gubernur meminta agar seluruh pihak dapat mendukung program tersebut karena akan memberikan manfaat untuk masyarakat. 

"Untuk pendidikan gratis itu sudah final bahwa pendidikan gratis adalah keniscayaan. Sudah tidak ada tawar menawar lagi karena merupakan bentuk kehadiran negara bagi rakyatnya, bagi masyarakatnya," tegas Gubernur dalam apel.

Menanggapi hal tersebut, mantan Kepala Dindikbud Banten, Eko Endang Koswara mengkritik atas pernyataan Gubernur Banten Wahidin Halim tersebut. Kritikan Eko melalui akun media sosial milik pribadinya sebagai berikut.

“Saudara Gubernur Banten hari (ini) menyampaikan bahwa pendidikan gratis sudah final, benarkah?. Sidahkah pemda memenuhi semua standar pelayanan pendidikan,”tulis Eko dalam postingannya pada Selasa, 7 Agustus 2018 sekira pukul 16.15 WIB.

Sambung Eko, jika memang benar program pendidikan gratis sudha final aturan mana yang di pakai. Eko juga memertanyakan untuk siapa pendidikan gratis itu. “Wow ternyata hanya untuk 223 SMA/SMK Negeri. Tahukan berapa jumlah SMA/SMK di Banten kurang lebih ada 1268 sekolah. Berarti sisanya SMA/SMK Swasta yang nota bene disanalah rakyat miskin bersekolah,”cetus Eko.

Atas postingan tersbeut pun mendpaatkan komentar saah satunya akun Anggia Suzana Iiih atuh kenapa gratisnya tebang pilih,,,bang haji,,,suruh belajar ke pak anies gubernurnya tuh,,,bagaimana caranya biar semua sekolah gratis bagi lapisan masyarakat dari kelas bawah hingga kelas atas,,,malah bagi yg tidak mampu ada KJP Plus (dulu hanya KJP),”tulisnya.

Berikut lengkapnya postingan EKo Endang Koswara:

Sdr.Gubernur Banten ..hari menyampaikan bahwa Pendidikan Gratis sudah Final....benarkah ????...Sudahkah pemda memenuhi semua standar pelayanan pendidikan....???...Lalu jika benar sudah final....aturan mana yg dipakai....???..Lalu untuk siapa layanan pendidikan gratis itu....Wow ternyata HANYA untuk 223 SMA/SMK Negeri....tahukan berapa jumlah SMA/SMK di Banten kurang lebih ada 1268 sekolah....berarti sisanya SMA/SMK SWASTA.. yg nota bene disanalah Rakyat miskin bersekolah......Rakyat kaya raya yg berada di Sekolah Negeri di gratiskan....sementara anak rakyat miskin yg sekolah di swasta...harus memeras keringat dan berdarah..darah membiayai pendidikannya......Mereka sekolah swasta yg merangkak dan bersusah payah harus bersaing dengan orang kaya yg dibiayai gratis oleh pemerintah.....FIKIRKAN DIMANA NURANI GUBERNUR KU.....HAYO TANTANGAN BAGI DEWAN PENDIDIKAN UNTUK MEMBERI SOLUSI....BAGI BANTEN TERCINTA.......AAMIIN..

Sdr.Gubernur Banten..telah mengukuhkan Dewan Penddikan prov.Banten 2018-2022.....6/8/2018....mereka adalah orang2terbaik pilihan Gubernur.....yg akan melaksanakan tugas2nya sebagai ..adviser..mitra..dan kontrol terhadap kebijakan bidang pendidikan....termasuk.mencari sumber keuangan untuk.pddkan... bukanpengekor dan loyalis gubernur...Selamat semoga amanah dan menjalankan tugas dgn baik....Aamiin.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Mantan Kadindikbud Banten Kritik Gubernur WH Soal Pendidikan Gratis
aulmummc zf

INILAH SERANG

2652 dibaca
Musda ke-VI, Dedi Muhdi Resmi Daftar Calon Ketua Pemuda/KNPI Banten

HUKUM & KRIMINAL

1158 dibaca
Dua Ribu Gram Sabu dari Jaringan Internasional Dimusnahkan

POLITIK

1428 dibaca
Hingga Hari ke Tiga, Jalur Perseorangan Sepi Peminat
Top