Rabu, 03 Maret 2021

Mahasiswa Pertanyakan Kinerja Saber Pungli Polda Banten

Ilustrasi
Minggu, 29 Okt 2017 | 10:51 WIB - Pandeglang Hukum & Kriminal

IBC, Pandeglang - Kasus Orasi Tangkap Tangan (OTT)  terhadap lima perangkat desa Kananga dan Sukamanah,  Kecamatan Menes,  Kabupaten Pandeglang yang dilakukan Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli)  Polda Bantan dipertanyakan mahasiswa di Pandeglang.  Mereka  mempertanyakan Kinerja  Satuan Tugas (Satgas) bentukan Presiden Joko Widodo  tersebut.

Dean Bayu Pradana Mahasiswa asal Pandeglang mempertanyakan kasus OTT didua desa tersebut. Menurutnya apakah Tim Saber Pungli mau menegakan aturan atau hanya mencari sensasi.

"Ketika kami mendengar penangkapan oknum perangkat desa yang dilakukan Saber Pungli. Tetapi yang kita tanyakan bukan penangkapanya.  Tapi efek jeranya. Kalau pun harus dipenjara sesuai dengan barang bukti yang diambil kenapa tidak. Karena ini sudah melanggar hukum buka etika," ungkap Dean kepada IBC,  Sabtu 28-Oktober -2017.

Dengan barang bukti yang didapat Tim Saber Pungli, kata dia sudah memenuhi unsur pidana,  seharusnya segera ditindak. Sementara dalam OTT ini dikabarkan Tim Saber Pungli mengamankan uang masing-masing desa sebesar 200 ribu terkait pengurusan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)  dari Badan Pertanahan Negara (BPN). Ia menegaskan,  jangan sampai ini terjadi seperti kasus di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) beberapa bulan lalu tanpa ada kejelasan.

"Massa iya sih Saber Pungli kalau nangkap orang terus dikembalikan lagi karena buktinya tidak lengkap. Berarti mereka gagal,  sebab mengambil orang tanpa memiliki barang yang jelas," tegasnya.

"Kita juga pertanyaan kerja tim Saber Pungli ini,  contoh misalnya Disdukcapil (Pandeglang)  barang bukti sudah ada,  orang sudah ditangkap, digelandang ke sana ke Polda Banten. Tapi gak ada kabar baik tindakan selanjutnya." tambahanya Mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (Unma)  Banten.

Pria yang akrab disapa Deonk meminta Saber Pungli Polda Banten untuk menjelaskan kasus terhadap  lima perangkat desa yang terjaring OTT kepada publik. Jika kelimanya tidak bersalah maka tim Saber Pungli harus meminta maaf. Begitu pula jika bersalah mereka harus mendapatkan hukuman.

"Tim saber Pungli harus minta maaf, karena mereka sudah di dzolim dan (mereka harus) menanggung malu,"tandasnya.

Saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus OTT terhadap lima perangkat desa melalui pesan elektronik,  kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin menyarankan untuk mengkonfirmasi langsung ke Tim Saber Pungli.

"Kalau bisa langsung hubungi Tim Saber Pungli saja yah, kebetulan saya lagi diluar kota,"singkatnya.

Tim sapu bersih (saber) pungutan liat (pungli) Polda Banten melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap lima perangkat desa Sukamanah dan Kananga,  Kecamatan Menes,  Kabupaten Pandeglang, Kamis 26 Oktober 2017

Dua orang perangkat desa  Sukamanah bernama Maman dan Darwito,  kemudian tiga orang perangkat Desa Kananga bernama Hasani, Ikbal Muhaji, dan Septi. Sementara dua perangkat Desa Sukamanah telah dipulangkan. 
 

Reporter: Saepullah
Redaktur: Akew
Bagikan:

KOMENTAR

Mahasiswa Pertanyakan Kinerja Saber Pungli Polda Banten
dewan ac as Fae SF

INILAH SERANG

49 dibaca
Pemkab Serang Implementasikan PPKM Mikro di Tingkat Desa

HUKUM & KRIMINAL

38 dibaca
DPO Pelaku Curanmor dan Spesialis Bobol Rumah Diringkus
Top