Selasa, 13 November 2018

Lokakarya, Pemprov Bahas Pengurangan Kawasan Kumuh di Banten

Pj Sekda Banten, Ino S Rawita [Foto ist]
Rabu, 07 Nov 2018 | 17:28 WIB - Banten Serang Pemerintahan

lBC, Serang – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Banten mengeglar Lokakarya tingkat Provinsi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Provinsi Banten tahun 2018, yang bertempat di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang pada Rabu, 7 November 2018. Lokakarya dalam rangka menyatukan persepsi dan pandangan antara Pemerintah Pusat, provinsi dan kabupaten/kota se Banten untuk penanganan kawasan kumuh di Banten.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Banten, Ino S Rawita yang membuka langsung acara lokakarya mengatakan untuk mengurangi kawasan kumuh di Provinsi Banten perlu dilakukan koordinasi antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota agar adanya persamaan persepsi untuk mencerminkan satu peta, satu data dan satu perencanaan.

“Program Kotaku (kota tanpa kumuh) merupakan program yang dilaksanakan secara nasional untuk membangun sistim yang terpadu untuk penanganan pemukiman kumuh yang dilakukan secara bertahap, melalui pengembangan kapasitas daerah dan partisipasi masyarakat,”ungkap Ino.

Sebut dia,bahwa bahwa lokakarya ini dianggap penting untuk membicarakan apa yang harus dilakukan dalam rangka mengurangi kawasan kumuh yang ada di Banten. Ino berharap, pada tahun 2022 Banten sudah terhindar dari kawasan kumuh baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Provinsi Banten ingin meyakinkan agar program kotaku ini bisa sukses. Ini harus berhasil. Keberhasilanini tidak bisa dilakukan hanya oleh Dinas Perkim atau oleh Dirjen Cipta Karya, tetapi harus dikerjakan bersama-sama terpadu,”katanya.

Dengan lokakarya ini juga, sambung Ino, diharapkan ada masukan dari berbagai unsur diantaranya yaitu perguruan tinggi, unsur pemda kabupaten/kota, BUMN dan BUMD. “Banten akan menjadi Provinsi yang besar dengan dibukanya wilayah Kota Maja di Lebak dan dibukanya tol Serang–Panimbang, ini akan menumbuhkan kota yang ada di Banten,”katanya.

“Mari kita membangun bersama-sama untuk kemajuan Banten, dengan lokakarya ini kita akan membahas tentang pengurangan kawasan kumuh di Banten. Kita mengharapkan Banten memiliki 0 hektare kawasan kumuhnya,”tutur Ino.

“Pak Gubernur benar-benar ingin membangun Banten. Beliau terus berupaya membangun Banten agar ikon Banten terlihat walaupun banyak yang menkgritik beliau,”tutup Ino.

Sementara Sekretaris DPRKP Banten, Tians Utami mengatakan bahwa lokakarya dihadiri dari Bappeda provinsi, kabupaten/kota ,Dinas Perkim maupun Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Pokja PKP Provinsi Banten, BUMN dan Akademisi.

Tujuan diadakannya lokakarya ini, sambungnya, untuk menyatukan pandangan agar semua pelaku pembangunan memiliki kapasitas dan pandangan yang sama dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi tentang penutasan target pembangunan secara terukur. “Sehingga melalui lokakarya ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan pengetasan kawasan kumuh di Provinsi Banten,”tuturnya.[SubLip]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Lokakarya, Pemprov Bahas Pengurangan Kawasan Kumuh di Banten

PEMERINTAHAN

235 dibaca
Puluhan Pejabat Fungsional Pemprov Banten Dilantik
1029 dibaca
Perintah Perpres 16/2018, LPSE Dibentuk dalam Satu Badan/Dinas
218 dibaca
Lokakarya, Pemprov Bahas Pengurangan Kawasan Kumuh di Banten

POLITIK

264 dibaca
Caleg Golkar Dilarang Saling Menjelekkan dan Menjegal
210 dibaca
Dikukuhkan, Karya Nyata ICMI Ditunggu Masyarakat Banten
290 dibaca
Memilih Pemimpin di Pilpres 2019 Menurut UAS

HUKUM & KRIMINAL

146 dibaca
Di Pandeglang, Seorang Anak Bacok Ibu Tirinya Hingga Meninggal
632 dibaca
Sebar Ujaran Kebencian di Facebook, Warga Petir Ditangkap
340 dibaca
6 Oknum Anggota Ormas Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara

PERISTIWA

106 dibaca
Melalui ARDEX-18, Provinsi Banten Siap Atasi Dampak Bencana
1183 dibaca
Mayat Laki-laki Membusuk di Rumah Kontrakan Gegerkan Warga Cikande
1782 dibaca
Di Waringinkurung, Polisi dan TNI Ini Kompak Gotong Keranda Mayat

EKONOMI & BISNIS

80 dibaca
Andika Ingin Ekraf Jadi Tulang Punggung Baru Perekonomian di Banten
102 dibaca
Selama Oktober 2018, Nilai Tukar Petani di Banten Alami Kenaikan
Top