Kamis, 05 Agustus 2021

Lintasan Kekufuran Hanya Permainan Setan

(foto ilustrasi)
Sabtu, 31 Mar 2018 | 23:41 WIB - Mozaik Islami

PERTAMA, jangan sampai diucapkan atau dipraktekkan Demikialah sikap sahabat, sebagaimana diceritakan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa pernah datang beberapa orang menghadap Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Mereka mengatakan, Kami menjumpai dalam diri kami lintasan yang sangat berat bagi kami untuk mengucapkannya. Beliau bertanya kepada mereka, "Benar kalian menjumpai perasaan itu?" Itu bukti adanya iman." (HR. Muslim 132).

An-Nawawi menjelaskan, "Makna hadis, kalian merasa berat untuk mengucapkannya merupakan bukti adanya iman. Karena dia merasa berat mengucapkan kalimat semacam ini, disertai perasaan sangat takut untuk mengucapkannya. Lebih-lebih dia yakini. Sikap semacam ini hanya ada pada orang yang imannya kokoh dan teruji, sehingga hilang darinya segala keraguan dan bimbang." (Syarh Shahih Muslim, 2/154).

Kedua, segera minta perlindungan kepada Allah dari godaan setan (baca taawudz). Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Setan mendatangi kalian dan membisikkan: Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu? Sampai akhirnya dia membisikkan, Siapa yang menciptakan Tuhanmu? jika sudah demikian, segeralah minta perlindungan kepada Allah, dan berhenti (tidak memikirkannya). (HR. Bukhari 3276 dan Muslim 134).

Ketiga, jangan digubris. Barangkali inilah senjata paling ampuh untuk melawan was-was setan. Tidak mempedulikannya dan tidak menggubrisnya. Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan, "Maksudnya, berhenti tidak terus menerus memikirkan lintasan pikiran itu. Namun dia pasrahkan kepada Allah untuk menghilangkannya. Dan dia sadari bahwa setan hendak merusak agama dan pikirannya dengan bisikan semacam ini. sehingga selayaknya dia berusaha menghilangkannya dengan menyibukkan diri memikirkan yang lainnya. (Fathul Bari, 6/340)

An-Nawawi juga memberikan penjelasan yang semakna, "Maknanya, berpaling, tidak gubris dengan lintasan pikiran yang batil ini, dan pasrah kepada Allah untuk menghilangkannya. Selanjutnya, An-Nawawi membawakan nasehat, dengan mengutip keterangan Al-Maziri, 'Al-Imam Al-Maziri rahimahullah mengatakan, "Zahir hadis menunjukkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan mereka untuk menghilangkan lintasan pikiran itu dengan berpaling dan tidak digubris, tanpa mencari-cari dalil atau merenungkan bantahan untuk menilai salahnya lintasan itu."

Dan benar apa beliau nasihatkan. Lintasan kekufuran semacam ini hanya permainan setan, sehingga buat apa menghabiskan waktu dengan mencari dalil atau ayat Alquran atau hadis untuk membantahnya. Lebih dari itu, ini bukan termasuk kekufuran, sehingga tidak perlu terlalu dipikirkan. [Ustadz Ammi Nur Baits/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Lintasan Kekufuran Hanya Permainan Setan

BERITA TERKAIT

INILAH SERANG

18 dibaca
Pedang Pora Warnai Pisah Sambut Kapolres Serang
54 dibaca
Kapolda Banten Lantik Pejabat Utama dan Kapolres
141 dibaca
Polres Serang Tangkap Dua Pembunuh Wanita yang Jasadnya Ditimbun Pasir

HUKUM & KRIMINAL

141 dibaca
Polres Serang Tangkap Dua Pembunuh Wanita yang Jasadnya Ditimbun Pasir
340 dibaca
Pengedar Obat Dicokok Polres Serang saat Rebahan di Rumahnya
265 dibaca
Pengedar Obat Terlarang Diringkus Saat Menunggu Pelanggan

POLITIK

132 dibaca
Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Ditunda sampai Batas Waktu yang Belum Dite...
230 dibaca
PPKM Diperpanjang, Ini Kata Wabup Serang Soal Pilkades Serentak
493 dibaca
Dijadwal Ulang, Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Digelar 8 Agustus

PENDIDIKAN

794 dibaca
Webinar STIE, Mufti Ali: Banten Punya Sejarah Panjang Strategi Ekonomi di Masa K...
1334 dibaca
Andika: Data BPS Menunjukkan Kualitas Pendidikan Penduduk Banten Meningkat
Top