Selasa, 20 Agustus 2019

Korupsi Bergeser ke Daerah, KPK Diminta Pantau Pembangunan Jalan Nasional di Banten

Aksi warga tanam pisang di jalan nasional Malingping-Bayah, Lebak beberapa waktu lalu.(foto:lnilahBanten/Ril)
Senin, 06 Mar 2017 | 20:45 WIB - Lebak Nasional

lBAN, Lebak— Praktisi Hukum di Banten, Agus Ruhban meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ikut memantau sejumlah proyek jalan nasional di Provinsi Banten. Sebab, selama ini penanganan jalan nasional di Banten diduga sarat penyelewengan, seperti penanganan jalan nasioanl Tangerang-Serang-Cikande Rangkasbitung dan Simpang Malingping-Bayah - Cibareno hingga batas Jawa Barat.

Terlebih, kata dia, kontraktor yang mendapatkan proyek penanganan jalan nasional di Banten saat ini kerap diterpa isu miring di berbagai daerah. Seperti ambruknya pembangunan jembatan Rejoto (Pulorejo-Blooto) di Kota Mojokerto, dan adanya dugaan jual beli proyek pembangunan Jalan Sentul - Bojong Gede - Parung Seksi II (Ruas Jalan Kandang Roda - Pakansari) / Lingkar Gor Tahap III.

“KPK harus ikut memantau kegiatan penanganan jalan negara di Banten yang dilaksanaan oleh Kementerian PUPR. Sebab, dengan adanya otonomi daerah ini korupsi kini sudah bergeser ke daerah,” ujar Agus kepada wartawan di Lebak pada Senin, 6 Maret 2017.

Untuk itu ia berharap, KPK harus ikut mengawasi proyek jalan nasional yang ada di Banten, sebagai langkah preventif terjadinya tindak pidana korupsi. Selain itu, Agus juga berharap kepada BPK untuk mengaudit secara menyeluruh pembangunan jalan nasional tahun 2016 lalu,yakni, jalan nasional Simpang Malingping-Bayah –Cibareno batas Jabar, dan Cikade Rangkasbitung yang baru beberapa bulan dilakukan perbaikan kini sudah hancur lagi.

”Logika kita, jika jalan itu dikerjakan sesuai dengan spek tentu umur jalan akan bertahan lama. Masa iya, baru beberapa bulan selesai dibangun sudah hancur lagi,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Front Aksi Mahaiswa Rakyat  Banten (Fakrab), Yana Musalev. Dia mendesak kepada aparat penegak hukum untuk menyelidiki adanya keterkaitan perusahaan yang mendapatkan proyek penanganan jalan negara di Banten dengan oknum pejabat di kementerian PUPR.

”Saya amati, kontraktor yang mendapatkan proyek jalan nasional di Banten itu itu saja. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika pekerjaannya selama ini tidak ada yang beres,” kata Yana.

Bahkan, Yana yang juga mantan ketua umum Kumala (Keluarga Mahasiswa Lebak) ini, mengaku miris melihat hasil pekerjaan penanganan jalan nasional di wilyah selatan Kabupaten Lebak yang terkesan amburadul dan asal jadi. Sehingga tak heran, baru beberapa bulan diperbaiki jalan sudah kembali hancur.

Tudingan adanya dugaan kongkalingkong antara oknum pejabat Kementerian PUPR dengan kontraktor, juga sempat diungkapkan oleh ketua Kadin Banten, H Mulyadi Jayabaya saat audensi antara anggota DPR RI Komisi VI dengan bupati Lebak Hj Iti Octavia yang dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Kementerian PUPR di pendopo pemkab Lebak baru baru ini.

Sementara kepala Satker balai wilayah I Banten, Efendi Tampubolon yang dikonfirmasi, mengaku akan memberikan yang terbaik dalam penanganan jalan negara tahun ini bagi masyarakat Banten. ”Saya baru beberapa minggu menjadi kepala satker jalan nasional di Banten.Meski demikiian,saya akan memberikan yang terbaik untuk penanganan jalan nasional yang menjadi tanggujawab saya,” tegasnya.[Ril]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Korupsi Bergeser ke Daerah, KPK Diminta Pantau Pembangunan Jalan Nasional di Banten
katarBanten

PEMERINTAHAN

668 dibaca
TAPD Tak Boleh Pangkas Anggaran Tanpa Seizin KPU dan Bawaslu
204 dibaca
Tatu: Efisiensi Anggaran Dilakukan Sejak Menjabat Bupati Serang
katarBanten1

POLITIK

214 dibaca
Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten Serang Digelar 3 November
218 dibaca
Pilkada Serang 2020, PKS Sebut Belum Ada Penantang Petahana

HUKUM & KRIMINAL

197 dibaca
Pelaku Curanmor di Kibin Tewas Setelah Dianiaya Warga

PERISTIWA

517 dibaca
Gunakan Water Canon Salurkan Bantuan Air Bersih di Pontang

EKONOMI & BISNIS

297 dibaca
Ini Dia Perlengkapan Perkayuan yang Wajib Dimiliki untuk Wood Working
Top