Selasa, 19 November 2019

Komisi Irigasi Kabupaten Serang 2019 Dikukuhkan

[Foto InilahBanten]
Rabu, 10 Jul 2019 | 17:03 WIB - Serang

lBC, Serang – Bupati Ratu Tatu Chasanah mengukuhkan Komisi Irigasi Kabupaten Serang Tahun 2019. Pengukuhan bertempat di pendopo bupati Jalan Brigjen KH. Syam’un Alun-alun Kota Serang pada Rabu, 10 Juli 2019.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan bahwa dengan di kukuhkannya Komisi Irigasi merupakan implementasi atas Peraturan Menteri PUPR Nomor 12/2015 yang terbit April 2015 tentang Komisi Irigasi. Ada pun untuk Komisi Irigasi di isi sebanyak 18 anggota, 11 diantaranya dari Bappeda, PUPR, dan Distan Kabupaten Serang.

“Sedangkan untuk 7 orang dari perguruan tinggi, Balai Besar, dan petani tergabung dalam (P3A) Perkumpulan Petani Pemakai Air,”ujar Tatu kepada wartawan usai pengukuhan.

Dijelaskan dia, dengan di kukuhkannya Komisi Irigasi tentunya Pemerintah Pusat dan daerah memandang bahwa persoalan pangan merupakan persoalan yang sangat krusial. Sehingga harus benar-benar fokus dalam penanganannya mulai dari pemerintah daerah sampai pemerintah pusat.

“Ini fungsinya mereka bisa mengkomunikasikan antara petani dengan pemerintah persoalan irigasi atau persoalan kebutuhan air di petani. Dengan adanya Komisi Irigasi ini saya meyakini komunikasi akan terbangun dengan baik,”terangnya.

Tatu Chasanah mencontohkan, terkadang disaat balai besar atau misal akan membangun irigasi kemudian ada penyetopan saluran air dari irigasi berdampak adanya salah paham antara petani dengan pemerintah. “Karena petani tidak paham, nah itu bisa dibicarakan dengan adanya komisi ini kenapa ada penyetopan. Dan sepertinya Pak Mentri dengan mengeluarkan Permen PU kemungkinan di daerah lain muncul persoalan seperti ini,”paparnya.

Ditempat yang sama Ketua Komisi Irigasi Kabupaten Serang, Rahmat Maulana memastikan akan menyusun rencana kerja untuk mengidentifikasi beberapa masalah pokok yang menjadi prioritas sesuai dengan tugas pokok yang ada. Kemudian memastikan rencana aksi, rencana untuk keseluruhan.

“Kita punya waktu tiga tahun. Kita coba memastikan persoalan teknis yang sering terjadi pada persoalan pengaturan air dari waduk, dari bendungan pamarayan terhadap distribusi air agar petani tidak terganggu padahal petani lagi butuh air,”ujarnya.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Komisi Irigasi Kabupaten Serang 2019 Dikukuhkan

PEMERINTAHAN

125 dibaca
DPMD Kabupaten Serang Bentuk BUMDes, Ekonomi Masyarakat Meningkat
142 dibaca
Diskominfosatik Kabupaten Serang Akan Sosialisasikan Wali Data

POLITIK

284 dibaca
Hanya Ingin Dampingi Tatu, Pandji Daftar ke Gerindra
187 dibaca
Tatu Ajak Demokrat Tuntaskan Pembangunan Kabupaten Serang

HUKUM & KRIMINAL

73 dibaca
Resmob Gerebeg Perjudian Togel Beromset Ratusan Juta
155 dibaca
Buruh Pabrik Bawa Satu Paket Sabu

PERISTIWA

198 dibaca
Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Polres Serang Perketat Pemeriksaan
217 dibaca
Kebakaran di Pasar Baros, 300 Kios Ludes Terbakar

EKONOMI & BISNIS

47 dibaca
PUPR Putuskan Uang Muka Rumah Bersubsidi Cuman 1 Persen
139 dibaca
BUMD Pemkab Serang Kelola Pelabuhan Swasta 
Top