Jumat, 12 Agustus 2022

Kita Patut Bangga, Pantun Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda

Ilistrasi
Jumat, 18 Des 2020 | 07:36 WIB - Internasional Pendidikan

IBC, LONDON - Pantun bagi masyarakat Melayu bukan hanya sebagai alat komunikasi sosial namun juga kaya akan nilai-nilai yang menjadi panduan moral ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh  Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB -UNESCO)

Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Prof. Surya Rosa Putra kepada Antara London, Kamis mengatakan penetapan itu ditetapkan pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis, Kamis.

Dikatakan Nominasi Pantun diajukan secara bersama Indonesia dan Malaysia ini menjadi tradisi budaya Indonesia ke-11 yang diakui UNESCO. Sebelumnya Pencak Silat diinskripsi sebagai Warisan Budaya Takbenda 12 Desember 2019.

Surya Rosa Putra mengatakan UNESCO menilai Pantun memiliki arti penting bagi masyarakat Melayu bukan hanya sebagai alat komunikasi sosial namun juga kaya akan nilai-nilai yang mejadi panduan moral.

Dikatakannya pesan disampaikan melalui Pantun umumnya menekankan keseimbangan dan harmoni hubungan antar manusia.

"Bagi Indonesia, keberhasilan penetapan Pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda tidak lepas dari keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya dilansir dari antaranews.com Jumat (18/12/2020).

Dikatakannya keterlibatan baik pemerintah pusat dan daerah, maupun berbagai komunitas terkait Pantun seperti Asosiasi Tradisi Lisan (ATL), Lembaga Adat Melayu, Komunitas Joget Dangdung Morro, Komunitas Joget Dangdung Sungai Enam, Komunitas Gazal Pulau Penyengat, Sanggar Teater Warisan Mak Yong Kampung Kijang Keke, serta sejumlah individu dan pemantun Indonesia.

Prof. Surya menyampaikan sebagai nominasi Indonesia pertama diajukan bersama dengan negara lain, inskripsi Pantun memiliki arti penting bagi Indonesia dan Malaysia, yang merefleksikan kedekatan dua negara serumpun yang berbagi identitas, budaya, dan tradisi Melayu.

Bagi komunitas Melayu, Pantun memiliki peran penting sebagai instrumen komunikasi sosial dan bimbingan moral yang menekankan keseimbangan, harmoni, dan fleksibilitas hubungan dan interaksi antarmanusia dalam syairnya.

“Hari ini, tidak hanya sebagai identitas Melayu, Pantun juga telah menjadi media pendukung dalam pemberdayaan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Diharapkan Indonesia dan Malaysia berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan pelindungan Pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda melalui pelibatan aktif komunitas lokal di kedua negara.

Pantun juga dilestarikan dengan diajarkan secara formal di sekolah dan melalui kegiatan kesenian. (antara/IBC)***

Redaktur: Nunu
Bagikan:

LAINNYA

Zidane Positif Covid 19
Sabtu, 23 Jan 2021 | 11:17 WIB
Zidane Positif Covid 19
Hajar Juventus, Conte Puji Inter Milan
Senin, 18 Jan 2021 | 20:04 WIB
Hajar Juventus, Conte Puji Inter Milan
Inter Hajar Juventus 2 - 0, Siap Juara Inter?
Senin, 18 Jan 2021 | 08:55 WIB
Inter Hajar Juventus 2 - 0, Siap Juara Inter?

KOMENTAR

Kita Patut Bangga, Pantun Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda

BERITA TERKAIT

pemda

INILAH SERANG

71 dibaca
Perakit Mobil Odong-odong Ditetapkan sebagai Tersangka
94 dibaca
Pemkab Serang Bentuk Tim Pertahankan 26 Ribu Hektare LSD
103 dibaca
BPS Jadikan Desa Kemanisan sebagai Desa Cantik 2022

HUKUM & KRIMINAL

71 dibaca
Perakit Mobil Odong-odong Ditetapkan sebagai Tersangka
150 dibaca
Pengamen Jalanan Nekat Jualan Sabu
153 dibaca
Personil Polres Serang Gerebeg Rumah Pengedar, 20 Paket Sabu Diamankan

POLITIK

139 dibaca
Wabup Serang Harap Anggota DPRD Hasil PAW Berikan Masukan Positif
189 dibaca
Pemprov Banten Siap Fasilitasi Pemilu 2024
484 dibaca
Andika Ingatkan Pembangunan Baitul Qur’an oleh Pemprov Banten Tahun Ini
Top