Minggu, 24 Januari 2021

Kita Patut Bangga, Pantun Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda

Ilistrasi
Jumat, 18 Des 2020 | 07:36 WIB - Internasional Pendidikan

IBC, LONDON - Pantun bagi masyarakat Melayu bukan hanya sebagai alat komunikasi sosial namun juga kaya akan nilai-nilai yang menjadi panduan moral ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh  Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB -UNESCO)

Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Prof. Surya Rosa Putra kepada Antara London, Kamis mengatakan penetapan itu ditetapkan pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis, Kamis.

Dikatakan Nominasi Pantun diajukan secara bersama Indonesia dan Malaysia ini menjadi tradisi budaya Indonesia ke-11 yang diakui UNESCO. Sebelumnya Pencak Silat diinskripsi sebagai Warisan Budaya Takbenda 12 Desember 2019.

Surya Rosa Putra mengatakan UNESCO menilai Pantun memiliki arti penting bagi masyarakat Melayu bukan hanya sebagai alat komunikasi sosial namun juga kaya akan nilai-nilai yang mejadi panduan moral.

Dikatakannya pesan disampaikan melalui Pantun umumnya menekankan keseimbangan dan harmoni hubungan antar manusia.

"Bagi Indonesia, keberhasilan penetapan Pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda tidak lepas dari keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya dilansir dari antaranews.com Jumat (18/12/2020).

Dikatakannya keterlibatan baik pemerintah pusat dan daerah, maupun berbagai komunitas terkait Pantun seperti Asosiasi Tradisi Lisan (ATL), Lembaga Adat Melayu, Komunitas Joget Dangdung Morro, Komunitas Joget Dangdung Sungai Enam, Komunitas Gazal Pulau Penyengat, Sanggar Teater Warisan Mak Yong Kampung Kijang Keke, serta sejumlah individu dan pemantun Indonesia.

Prof. Surya menyampaikan sebagai nominasi Indonesia pertama diajukan bersama dengan negara lain, inskripsi Pantun memiliki arti penting bagi Indonesia dan Malaysia, yang merefleksikan kedekatan dua negara serumpun yang berbagi identitas, budaya, dan tradisi Melayu.

Bagi komunitas Melayu, Pantun memiliki peran penting sebagai instrumen komunikasi sosial dan bimbingan moral yang menekankan keseimbangan, harmoni, dan fleksibilitas hubungan dan interaksi antarmanusia dalam syairnya.

“Hari ini, tidak hanya sebagai identitas Melayu, Pantun juga telah menjadi media pendukung dalam pemberdayaan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Diharapkan Indonesia dan Malaysia berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan pelindungan Pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda melalui pelibatan aktif komunitas lokal di kedua negara.

Pantun juga dilestarikan dengan diajarkan secara formal di sekolah dan melalui kegiatan kesenian. (antara/IBC)***

Redaktur: Nunu
Bagikan:

LAINNYA

Zidane Positif Covid 19
Sabtu, 23 Jan 2021 | 11:17 WIB
Zidane Positif Covid 19
Hajar Juventus, Conte Puji Inter Milan
Senin, 18 Jan 2021 | 20:04 WIB
Hajar Juventus, Conte Puji Inter Milan
Inter Hajar Juventus 2 - 0, Siap Juara Inter?
Senin, 18 Jan 2021 | 08:55 WIB
Inter Hajar Juventus 2 - 0, Siap Juara Inter?

KOMENTAR

Kita Patut Bangga, Pantun Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda

BERITA TERKAIT

INILAH BANTEN

44 dibaca
Polda Banten Kawal Distribusi Vaksin Sinovac ke Kabupaten/Kota
99 dibaca
Sambil Ngopi, Polda Banten Imbau Masyarakat Patuhi Prokes

INILAH SERANG

3 dibaca
Polda Banten Kawal Pengiriman Vaksin Covid-19 ke Pulau Sumatera
41 dibaca
Laznas Chevron dan Dompet Dhuafa Banten Salurkan Paket Nutrisi

HUKUM & KRIMINAL

66 dibaca
Selundupkan Bibit Lobster, Dua Warga Pandeglang Dibekuk
81 dibaca
Usai Disetujui DPR, Komjen Listyo Sigit Siapkan Rencana Aksi

POLITIK

112 dibaca
KPU Tetapkan Tatu-Pandji Bupati dan Wakil Bupati Serang Terpilih
116 dibaca
KPU Pandeglang Siapkan Materi Gugatan di MK

PENDIDIKAN

173 dibaca
Nadiem Makarim Bicara Korban Sriwijaya Air
303 dibaca
Tenaga Pengajar Berstatus ASN di Pandeglang Masih Minim
Top