Senin, 27 Januari 2020

Kisah Minyak Kutus Kutus Atasi Masalah Kesehatan

Kamis, 05 Des 2019 | 22:12 WIB - Gaya Hidup

lBC, Jakarta - Minyak kutus kutus kini menjadi salah satu andalan ketika sedang sakit.

Dimulai dari cerita terperosoknya Bapak Servasius Bambang Pranoto ke dalam sebuah parit yang berakibat hampir lumpuhnya kaki beliau.

Mencoba segala cara untuk menyembuhkan baik dari medis, alternatif dan cara-cara lain yang hampir saja membuat Pak Bambang putus asa. Dari sanalah beliau teringat resep leluhur akan minyak balur kesehatan dan lahirlah minyak balur Kutus Kutus.

Servasius Bambang Pranoto, seorang pria berdarah seni kuat lahir di Kota Klaten, Solo. Mengenyam pendidikan di SMA Debritto Yogyakarta, dan merampungkan S1 Teknik Elektro di Satya Wacana Salatiga, selanjutnya meniti karir hingga menjadi Executive Staff di Philip Jakarta.

Tapi ketertarikan dia akan seni terus mengusik hingga akhirnya memutuskan untuk masuk ke dunia seni musik.

Drama perjalanan hidup pun terus mengalir mengikuti intuisi seni yang akhirnya mengantarkan Bambang Pranoto berlabuh di Desa Bona, Gianyar, Bali di tahun 2002 dan episode hidup selanjutnya pun diwarnai dengan berbagai tragedi hingga akhirnya mengalami kecelakaan saat kakinya terkilir hampir lumpuh karena terperosok.

Tragedi inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya minyak balur kesehatan Kutus Kutus.

Karakter Bambang Pranoto yang ringan hati dan suka berbagi, akhirnya menjadi berkah untuk orang lain. Banyak yang tertolong dengan minyak balur yang ia buat.

Dari sinilah intuisi Bambang Pranoto mendorong dia untuk memproduksinya lebih luas, dimulai dari proses produksi secara manual di rumahnya di desa Bona. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya penerimaan masyarakat luas, pada 2018 berdirilah pabrik Kutus Kutus yang berlokasi di Gianyar Bali, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis, (05/12/2019).

Bagi Bambang Pranoto, Kutus Kutus bukan sekedar produk tapi sebuah idealisme, jawaban dari apa yang dia percayai selama ini. Bahwa manusia sebagai bagian dari alam memiliki energi, kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri dan Kutus Kutus membangkitkan kekuatan itu.

Kutus Kutus sendiri adalah Bahasa Bali yang artinya 88, yang secara bentuk cukup unik dan menyerupai simbol infiniti, sebuah harapan ke depan agar Kutus Kutus bisa terus abadi menjadi minyak yang dikenal di dunia.
Saat ini produksi Kutus Kutus telah mencapi satu juta botol perbulan dan pemasaran Kutus Kutus sudah sampai ke Australia dan Eropa serta negara-negara lain.

Semangat berbagi terus mengalir membahagiakan banyak umat manusia, bersinergi dengan alam dan kembali ke ranah manusia terdahulu saat diciptakan oleh Sang Maha Kuasa. Kutus Kutus, sehat, sukses & sejahtera.[lnilah]

Bagikan:

LAINNYA

Kenal Lebih Dekat Komplikasi Jantung Koroner
Kamis, 23 Jan 2020 | 21:00 WIB
Kenal Lebih Dekat Komplikasi Jantung Koroner
Dampak Kesehatan dari Jam Kerja Berlebih
Selasa, 21 Jan 2020 | 17:55 WIB
Dampak Kesehatan dari Jam Kerja Berlebih
Lions Club Distrik 307 Gelar Baksos di Tangerang
Minggu, 19 Jan 2020 | 00:00 WIB
Lions Club Distrik 307 Gelar Baksos di Tangerang
Perempuan Harus Bijak Gunakan Internet
Rabu, 18 Des 2019 | 20:57 WIB
Perempuan Harus Bijak Gunakan Internet

KOMENTAR

Kisah Minyak Kutus Kutus Atasi Masalah Kesehatan

PEMERINTAHAN

243 dibaca
Bupati Serang: APBD Rp 3 Triliun Adalah Amanah Rakyat
344 dibaca
Lantik 277 Pejabat, Bupati Serang Minta Pemerintah Kecamatan Siaga Bencana

POLITIK

107 dibaca
Juni, KPU Buka Pendaftaran Cabup dan Cawabup Serang
209 dibaca
Puji Program Infrastruktur, Tatu Direkomendasikan ke DPP Berkarya

HUKUM & KRIMINAL

186 dibaca
Bosan Pelayanan Istri, Kakek di Pandeglang Cabuli 2 Bocah
255 dibaca
Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Pedagang Pakaian Ditangkap

PERISTIWA

280 dibaca
Banjir, Ratusan Rumah di Kecamatan Kasemen Terendam
482 dibaca
Tak Mampu Penuhi Mahar Janda Idamannya, Pria Ini Tewas Gantung

EKONOMI & BISNIS

219 dibaca
Andika: Banten Siap Dukung Kebijakan Strategis OJK
160 dibaca
Produksi Pertanian Surplus, Bupati Serang Kampanyekan Beras Jaseng
Top