Selasa, 23 Juli 2019

Kerap Kebanjiran, Puluhan Warga Oncog Kantor Kecamatan Baros

Kamis, 03 Jan 2019 | 15:16 WIB - Serang Peristiwa

IBC, Serang - Puluhan massa tergabung dalam Aliansi Masyarakat Baros mengoncog Kantor Kecamatan Baros, Kabupaten Serang pada Kamis, 3 Januari 2019. Kedatangan mereka untuk menagih janji karena hingga kini belum adanya upaya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menangani bencana banjir akibat meluapnya Sungai Cipareang di Kampung Siliwung, Desa Sukamanah. 

Pantauan dilokasi, sebelum mendatangi kantor kecamatan setempat mereka terlebih dahulu berkumpul di Jalan Serang-Pandeglang tepatnya di Kampung Siliwung, Desa Sukamanah dan long march menuju kantor kecamatan yang dikawal Petugas Satpol PP dan Polsek Baros yang berjarak 500 meter. Mereka pun saling bergantian melakukan orasi menagih pihak kecamatan agar menyampaikan tuntutan mereka kepada Pemkab Serang. 

"Sudah belasan tahun kami (warga) selalu dihantui banjir ketika musim hujan datang akibat meluapnya sungai cipareang, namun pemerintah belum adanya upaya normalisasi hanya janji tanpa realisasi," kata Koordinator aksi, Agung Setia Budi dalam orasinya.

Menurutnya, jika Pemkab Serang dalam hal ini Dinas PUPR tidak segera merealisasikan akan berdampak gejolak terhadap warga yang merasa dibohongi. Sebab berbagai upaya warga kepada Pemkab Serang sudah dilakukan, namun belum adanya realisasi. "Sudah belasan tahun tidak ada perhatian dari Pemerintah, kami menagih janji agar segera dinormalisasi sungai cipareang agar ada keadilan," tegas Agung. 

Senada dikatakan Ketua PK KNPI Baros, Ubaedi. Kata dia, jika Pemkab Serang dalam hal ini PUPR tidak ada realisasi pada tahun 2019 ini akan ada aksi lebih besar lagi. Maka, perlu ada bukti kongkrit dalam merealisasikan janji untuk menormalisasi Sungai Cipareang. "Kami sudah bosan aras janji-janji hingga kini belum ada realisasi. Anehnya pada Desember 2018 kemaren pihak PUPR cuma sosialisasi bukan realisasi," katanya. 

Dijelaskan Ubaedi, dengan kerap terjadinya banjir akibat meluap Sungai Cipareang karena terjadinya pendangkalan. Selain itu juga terjadinya penyempitan akibat banyaknya bangunan yang dibangun dibibir sungai."Warga sudah merasa gelisah, jangan sampai terjadi aksi lebih besar lagi kalau Pemkab Serang mengabaikan aspirasi warga Baros," tandasnya. 

Berselang 30 menit, perwakilan warga dipersilahkan masuk untuk melakukan dialog. Hingga kini audensi masih berlangsung.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Didi Rosadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kerap Kebanjiran, Puluhan Warga Oncog Kantor Kecamatan Baros

PEMERINTAHAN

697 dibaca
Silpa APBD Kabupaten Serang TA 2018 Capai Rp403 Miliar
1849 dibaca
Dinilai Sukses, Bupati Minsel Belajar Kelola BUMD ke Bupati Serang
1712 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik

POLITIK

892 dibaca
Tak Penuhi Kuorum, Paripurna DPRD Kabupaten Serang Batal Digelar
1939 dibaca
Pilkada Serentak 2020, Golkar Banten Prioritaskan Usung Kader
1780 dibaca
Eks Relawan Sebut Kepemimpinan WH–Andika Bergaya Otoriter

HUKUM & KRIMINAL

108 dibaca
Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Alami Peningkatan
2414 dibaca
Orang Tua Kades di Kecamatan Ciruas Dibacok
1466 dibaca
Tiga Pelaku Curas Biasa Aksi di Wilayah KP3B Diringkus

PERISTIWA

1882 dibaca
Bupati Serang: TMMD Bangkitkan Budaya Gotong Royong di Masyarakat 
1959 dibaca
Diduga Terlibat Jual Aset Negara, Kejari Didesak Usut Walikota Serang
1735 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman

EKONOMI & BISNIS

70 dibaca
Capai Target, Investasi di Kabupaten Serang Serap 1.152 Tenaga Kerja
439 dibaca
Soal Pasir Laut, Bupati Tatu Minta Kajian Tim Ahli Dipublikasikan
Top