Sabtu, 02 Maret 2024

Kepemimpinan Kepsek, Kunci Implementasi Keberhasilan Pelatihan Guru

Mustafa, fasilitator program buku bacaan berjenjang hadir dalam pendampingan.
Selasa, 24 Jan 2017 | 07:32 WIB - Banten Tangerang Pendidikan

IB, Tangsel– Peran kepala sekolah (kepsek) dalam menindaklanjuti hasil pelatihan menjadi hal utama bagi keberlangsungan manfaat dan dampak pelatihan penggunaan buku bacaan berjenjang. “Pada saat pelatihan, kami mengundang kepsek agar dapat melihat langsung pelatihan yang kami berikan dan juga berkomitmen untuk mendampingi implementasi hasil pelatihan di kelas,” kata Rifki Rosyad, Koordinator Provinsi Banten USAID PRIORITAS (24/1).

Lanjutnya “Kepsek berperan untuk memantau penggunaan buku bacaan berjenjang yang sudah kami hibahkan agar implementasi pelatihan ini bisa berdampak untuk meningkatkan literasi siswa.”

Di Tangerang Selatan, ada 113 sekolah yang sudah mendapatkan hibah buku bacaan berjenjang dan 4,624 guru kelas awal yang telah mendapatkan pelatihan dari USAID PRIORITAS. Rifki Rosyad mengatakan bahwa setiap sekolah sudah mendapatkan hibah 75 judul buku bacaan berjenjang atau 612 buku. Untuk Banten, buku bacaan berjenjang telah berhasil dihibahkan lebih dari 600.000 buku bacaan berjenjang dan melatih hampir 5,000 guru kelas awal sejak tahun lalu.

Usai pelatihan, para guru kelas awal berkumpul lagi untuk melaksanakan pendampingan. Pendampingan bertujuan untuk memonitor kemajuan implementasi pelatihan di sekolah.

“Pelatihan penggunaan buku bacaan berjenjang sudah dilaksanakan sejak April tahun lalu di tingkat gugus di Tangsel. Setelah pelatihan, para guru berkumpul untuk melaksanakan pendampingan seperti yang sedang dilaksanakan sekarang di gugus Pondok Aren ini,” kata Mustafa, fasilitator program buku bacaan berjenjang.

Di gugus 14 Pondok Aren Tangsel, misalnya ada 24 guru kelas awal dari 8 sekolah binaan gugus. Mereka berkumpul bersama untuk melakukan refleksi dan mengamati dua guru model yang menggunakan buku bacaan berjenjang di kelas.

“Pendampingan bukan bertujuan untuk mencari kesalahan para guru melainkan untuk belajar bersama implementasi hasil pelatihan di kelas,” jelas Mustafa sambil mengamati empat guru model yang mempraktikkan membaca terbimbing dan membaca bersama dengan buku besar.

Jumiyati, Fasilitator program buku bacaan berjenjang yang juga hadir berpendapat sebagian besar kendala implementasi usai pelatihan adalah peran kepala sekolah untuk memonitor para guru di kelas.

“Saat refleksi bersama ternyata sebagian besar guru tidak mengalami kesulitan menerapkannya di kelas. Namun kendala terbesar adalah peran kepsek dalam memantau guru dan melaksanakannya di kelas. Lagipula masih banyak buku yang dihibahkan belum digunakan pihak sekolah. Ini semua memerlukan peran kepsek untuk mengelolanya lagi,” kata Jumiyati lagi.

Reporter: Usaid Prioritas
Bagikan:

KOMENTAR

Kepemimpinan Kepsek, Kunci Implementasi Keberhasilan Pelatihan Guru

INILAH SERANG

1068 dibaca
Banten Siap Jadi Tuan Rumah Hari Pers Nasional
1406 dibaca
Gubernur Harap Kepolisian dan TNI Ciptakan Stabilitas Keamanan

HUKUM & KRIMINAL

2818 dibaca
Polisi Amankan 3 Mata Elang Perampas Kendaraan Bermotor
2021 dibaca
Langgar Izin Usaha, Polda Banten Ungkap Perusahaan Pengoplos BBM

POLITIK

647 dibaca
Andika Disambut Baik Jadi Bakal Calon Bupati Serang
1965 dibaca
Laporan Dana Kampanye WH-Andika Rp5 M, Rano-Embay Rp3,9 M

PENDIDIKAN

2395 dibaca
Ikhsan Ahmad: Gubernur Tugaskan Inspektur Kusmayadi Tangani PPDB Online
1082 dibaca
Warga Malingping Selatan Gotong Royong Rehab MI
Top