Selasa, 18 Januari 2022

Kepemimpinan Kepsek, Kunci Implementasi Keberhasilan Pelatihan Guru

Mustafa, fasilitator program buku bacaan berjenjang hadir dalam pendampingan.
Selasa, 24 Jan 2017 | 07:32 WIB - Banten Tangerang Pendidikan

IB, Tangsel– Peran kepala sekolah (kepsek) dalam menindaklanjuti hasil pelatihan menjadi hal utama bagi keberlangsungan manfaat dan dampak pelatihan penggunaan buku bacaan berjenjang. “Pada saat pelatihan, kami mengundang kepsek agar dapat melihat langsung pelatihan yang kami berikan dan juga berkomitmen untuk mendampingi implementasi hasil pelatihan di kelas,” kata Rifki Rosyad, Koordinator Provinsi Banten USAID PRIORITAS (24/1).

Lanjutnya “Kepsek berperan untuk memantau penggunaan buku bacaan berjenjang yang sudah kami hibahkan agar implementasi pelatihan ini bisa berdampak untuk meningkatkan literasi siswa.”

Di Tangerang Selatan, ada 113 sekolah yang sudah mendapatkan hibah buku bacaan berjenjang dan 4,624 guru kelas awal yang telah mendapatkan pelatihan dari USAID PRIORITAS. Rifki Rosyad mengatakan bahwa setiap sekolah sudah mendapatkan hibah 75 judul buku bacaan berjenjang atau 612 buku. Untuk Banten, buku bacaan berjenjang telah berhasil dihibahkan lebih dari 600.000 buku bacaan berjenjang dan melatih hampir 5,000 guru kelas awal sejak tahun lalu.

Usai pelatihan, para guru kelas awal berkumpul lagi untuk melaksanakan pendampingan. Pendampingan bertujuan untuk memonitor kemajuan implementasi pelatihan di sekolah.

“Pelatihan penggunaan buku bacaan berjenjang sudah dilaksanakan sejak April tahun lalu di tingkat gugus di Tangsel. Setelah pelatihan, para guru berkumpul untuk melaksanakan pendampingan seperti yang sedang dilaksanakan sekarang di gugus Pondok Aren ini,” kata Mustafa, fasilitator program buku bacaan berjenjang.

Di gugus 14 Pondok Aren Tangsel, misalnya ada 24 guru kelas awal dari 8 sekolah binaan gugus. Mereka berkumpul bersama untuk melakukan refleksi dan mengamati dua guru model yang menggunakan buku bacaan berjenjang di kelas.

“Pendampingan bukan bertujuan untuk mencari kesalahan para guru melainkan untuk belajar bersama implementasi hasil pelatihan di kelas,” jelas Mustafa sambil mengamati empat guru model yang mempraktikkan membaca terbimbing dan membaca bersama dengan buku besar.

Jumiyati, Fasilitator program buku bacaan berjenjang yang juga hadir berpendapat sebagian besar kendala implementasi usai pelatihan adalah peran kepala sekolah untuk memonitor para guru di kelas.

“Saat refleksi bersama ternyata sebagian besar guru tidak mengalami kesulitan menerapkannya di kelas. Namun kendala terbesar adalah peran kepsek dalam memantau guru dan melaksanakannya di kelas. Lagipula masih banyak buku yang dihibahkan belum digunakan pihak sekolah. Ini semua memerlukan peran kepsek untuk mengelolanya lagi,” kata Jumiyati lagi.

Reporter: Usaid Prioritas
Bagikan:

KOMENTAR

Kepemimpinan Kepsek, Kunci Implementasi Keberhasilan Pelatihan Guru

INILAH SERANG

29 dibaca
Bupati Beri Semangat, Vaksinasi Anak di Kabupaten Serang Dimulai
37 dibaca
Begini Kronologi Pembuangan Bayi di Areal Pesawahan Pontang
85 dibaca
Tekan Harga, Diskopumindag Kabupaten Serang Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

HUKUM & KRIMINAL

37 dibaca
Begini Kronologi Pembuangan Bayi di Areal Pesawahan Pontang
121 dibaca
Polres Serang Tangkap Dua Pelaku Pembuang Bayi di Pontang
330 dibaca
Penemuan Bayi di Areal Sawah Gegerkan Warga Pontang

POLITIK

333 dibaca
Pilkada Kabupaten Serang 2024, KPU Ajukan Anggaran Rp107 Miliar
1051 dibaca
Pendukung Anies Dideklarasikan di Banten
1305 dibaca
Diskominfosatik Kabupaten Serang Ajak IPPNU Sinergi Adakan Literasi Digital

PENDIDIKAN

308 dibaca
Ratusan Kepala Sekolah di Pandeglang Dilantik
195 dibaca
Pemkab Serang Berikan Bantuan Sepatu untuk Siswa SDN Ujungtebu 3
Top