Minggu, 13 Juni 2021

Kekhawatiran Rasul: Ulama tak Lagi Jadi Panutan

[foto ilustrasi]
Kamis, 21 Mar 2019 | 21:45 WIB - Mozaik Islami

APA yang sebenarnya dikhawatirkan Rasulullah terhadap umatnya sekarang?

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ibnu Syihab, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Hai para sahabat, aku khawatir terjadi tiga perkara yang menimpa komunitas bangsa dan masyarakat." Lantas para sahabat bertanya, "Apa ya Rasulullah yang engkau khawatirkan?"

Pertama, kata Rasulullah, zaalatul 'aalimin, yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh para ulama atau tokoh agama. Ulama tidak berfungsi sebagai warosatul anbiya. Ulama tidak lagi menjadi penerang dan panutan umatnya.

Rasulullah khawatir jika hal itu terjadi pada bangsa manapun. Bahkan, yang paling dikhawatirkan adalah manakala ulama telah menyimpang dari keulamaannya. Bukan membimbing umat kepada hal yang benar, justru mengarahkan umat kepada yang menyelamatkan dirinya atau justru mengantarkan umat kepada kebinasaan.

Kedua, wahukmun zairin, yakni supremasi hukum yang tidak benar. Penegakan hukum tidak mencerminkan keadilan. Kalau ini terjadi, kata Rasulullah, hancurlah masyarakat dan bangsa di manapun. Hukum yang mandul, hanya akan menjatuhkan wibawa penguasa, dan orang semakin mudah mempermainkan hukum.

Pada sisi lain, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum semakin menurun. Orang berkantong tebal dan berpangkat tinggi semakin berani berbuat kejahatan, sebab akan sangat sulit dijerat hukum.

Sementara masyarakat kecil tidak ada yang terlewatkan dari jeratan hukum, sekecil apa pun pelanggaran yang dilakukan. Praktik seperti ini hanya akan menyuburkan berbagai ketidakadilan sosial, suburnya kemaksiatan, dan kejahatan berskala besar.

Kekhawatiran Rasulullah yang ketiga adalah wahwan muttaba'un, manusia sudah mengikuti nafsunya masing-masing. Bila setiap orang sudah memikirkan dan mementingkan dirinya sendiri sesuai hawa nafsunya dan tidak lagi mementingkan orang banyak, maka hancurlah tatanan masyarakat tersebut.

Inilah egoisme, sifat yang sangat dibenci Islam. Paradigma kaum egois, orang lain tidak dipandang sebagai saudara, tetapi sebagai objek. Objek untuk memuaskan nafsu dan syahwat duniawinya.

Inilah yang dikhawatirkan Rasulullah. Kekhawatiran yang sudah beliau ungkapkan sejak 14 abad lalu. Dan realitas yang terjadi saat ini hendaknya perlu menjadi renungan dan upaya bersama, sehingga dapat mencapai kondisi yang lebih baik.[lnilah]

Bagikan:

LAINNYA

Salat Sunat dan Pakaian Seksi untuk Berhubungan
Sabtu, 12 Jun 2021 | 20:29 WIB
Salat Sunat dan Pakaian Seksi untuk Berhubungan
Ini Gambaran Suami Istri Ahli Surga
Sabtu, 12 Jun 2021 | 17:50 WIB
Ini Gambaran Suami Istri Ahli Surga
Suami Sering Minta Jimak, Istri Harus Semangat
Jumat, 11 Jun 2021 | 17:28 WIB
Suami Sering Minta Jimak, Istri Harus Semangat

KOMENTAR

Kekhawatiran Rasul: Ulama tak Lagi Jadi Panutan

INILAH SERANG

153 dibaca
Polres Serang Bagikan Masker ke Pengunjung Ponpes Syech Nawawi Tanara
705 dibaca
Polres Serang Amankan Belasan Preman dan Sita Uang Pungli
160 dibaca
Polres Serang Ringkus Dua Pengedar Obat Tramadol dan Hexymer

HUKUM & KRIMINAL

50 dibaca
Polda Banten Gagalkan Penyelundupan 90 Ribu Bibit Lobster
705 dibaca
Polres Serang Amankan Belasan Preman dan Sita Uang Pungli
160 dibaca
Polres Serang Ringkus Dua Pengedar Obat Tramadol dan Hexymer

POLITIK

390 dibaca
Pemkab Serang Soroti Pilkades Serentak di Dua Kecamatan
448 dibaca
Amankan Pemilihan Anggota BPD Tanara, Polres Serang Prokes Covid-19
651 dibaca
Andika Minta PPP Banten Dukung Pemprov Sejahterakan Masyarakat

PENDIDIKAN

354 dibaca
Andika: Data BPS Menunjukkan Kualitas Pendidikan Penduduk Banten Meningkat
382 dibaca
PPDB di Kabupaten Serang Dibuka 21 Juni, Ini Tahapannya
Top