Rabu, 21 Oktober 2020

Kekeringan, 192 Hektare Tanaman Padi di Kabupaten Serang Puso

Kondisi tanaman padi di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang pada pekan lalu.[Foto: InilahBanten/Arif Soleh]
Selasa, 27 Agt 2019 | 17:55 WIB - Serang Peristiwa

lBC, Serang – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang mencatat seluas 192 hektare tanaman padi mengalami puso atau gagal panen. Penyebabnya, karena kekeringan akibat kemarau panjang sehingga persawahan tidak teraliri air.

 

“Sudah puso 192 hektare tanaman padi berdasarkan data minggu lalu,”kata Kepala Bidang (Kabid) pada Distan Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 27 Agustus 2019.

 

Dijelaskan dia, untuk daerah yang sudah dinyatakan puso tanaman padinya tersebar di Kecamatan Jawilan, Cikande, Pamarayan, dan di Kecamatan Cikeusal. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Lebak Wangi, Ciruas, dan Kramawawatu pun terancam akan mengalami hal yang sama gagal panen atau puso. “Dalam waktu dekat (puso) jika tidak turun hujan,”terang Zaldi.

 

Ditambahkan Zaldi, berdasarkan adanya peringatan dini bakal terjadi kemarau selama 60 hari berturut-turu dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprediksi puncak musim kemarau berlangsung Agustus hingga September 2019. Awal musim hujan diprediksi pada awal November 2019, sehingga kekeringan diperkirakan bakal meluas. “kemungkinan tanaman padi yang mengalami puso akan meluas,”paparnya.

 

Mengingat, tanaman padi yang statusnya terkena puso kategori ringan seluas 1.601 hektare, status sedang 608,5 hektare, dan statsu berat 372 hektare. Artinya, tanaman padi yang statusnya ringan dimana kondiis daun padi lebih banyak berwarna hijau ketimbang kuning, kategori sedang setengah daun hijau dan setengah kuning, kemduian untuk yang kategori berat warna daun hijau hanya seperempat.

 

“Jadi, kalua status berat dalam jangka waktu satu minggu maish kekeringan dipastikan puso,”urai Zaldi.

 

Meski demikian, petani yang mengalami tanaman padinya puso akan mendapatkan bantuan dari pihak asuransi yakni PT. Jasindo. Dimana bagi yang terdaftar atau emmpunyai kartu petani akan mendapat ganti rugi dengan nilai uang sebesar Rp6 juta perhektare.

 

"Sedangkan bagi petani yang tidak memiliki kartu petani akan dibantu dari Pemkab Serang berupa benih sesuai dengan kebutuhan petani,”tutur Zaldi.

 

Sebelumnya  Distan Kabupaten Serang mencatat tanaman padi seluas 8300 hektare terancam puso atau gagal panen di delapan kecamatan. Penyebabnya, karena mengalami kekeringan sebagai dampak penutupan saluran Irigasi Pamarayan Barat karena ada kegiatan normalisasi irigasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

 

Adapun tanaman padi yang terancam puso berada di delapan kecamatan, diantaranya Kecamatan Kramatwatu, Tirtayasa, Pontang, Lebak Wangi, Kibin, Kragilan, Cikeusal, dan Kecamatan Bandung. Selain wilayah Kabupaten Serang, wilayah Kota Serang pun terkena dampak yakni di Kecamatan Kasemen.

 

"Kalau yang sudah kita data itu ada 8000 hektare. Kalau seluruh yang berpotensi (puso) yang terkena dampak sekitar seluas 14.000 hektare, yang ada tanaman lnya sekitar 8.300 hektare. Jadi kalau itu tidak ditanggulangi ya kemungkinan itu puso, harus ada kebijakan lain meski kemarin ada mis komunikasi antar petani dan pihak pelaksana (PT. Wika),” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana pada Rabu, 24 Juli 2019 petang.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Kekeringan, 192 Hektare Tanaman Padi di Kabupaten Serang Puso
dewan

PEMERINTAHAN

268 dibaca
PT HGP Serahkan Fasos Fasum Perumahan BCP ke Pemkab Serang
284 dibaca
Susun RKA 2021, Pemkab Serang Gunakan Aplikasi SIPD
xcddcvfsv cvn

POLITIK

44 dibaca
Ciptakan Pilkada Kabupaten Serang Aman Damai Sehat dan sejuk
86 dibaca
Dzikir Bersama, Ratu Tatu Gelar Tasyakuran Golkar Bareng Ulama

HUKUM & KRIMINAL

487 dibaca
Jual Obat Keras Heximer Terancam Hukuman Penjara 15 Tahun

PERISTIWA

1 dibaca
Sepeda Motor Wartawan di Kota Serang Raib Dicuri Maling
Top