Rabu, 27 Maret 2019

Kasus Pungli di RSUD Serang, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

Suasana jumpa pers di Mapolda Banten pada Sabtu, 29 Desember 2018.[Foto Istimewa]
Sabtu, 29 Des 2018 | 23:00 WIB - Serang Hukum & Kriminal

lBC, Serang – Sedikitnya tiga orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim gabungan Penyidik Polda Banten dan Polres Serang Kota. Ketiga tersangka tersebut dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) kepada keluarga korban tsunami yang jenazahnya diurus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang.

Kepala Bagian (Kabag) Wassidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli Saputra mengatakan, ketiga tersangka yakni seorang aparatur sipil negara (ASN) di RSDP berinisial F, dan dua karyawan dari sebuah perusahaan swasta penyedia mobil jenazah rekanan RSDP berinisal I dan B.

“Tim penyidik gabungan Polda Banten dan Polres Serang Kota kita sudah meningkatkan ke penyidikan tadi sore,”kata ujar Herli kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda Banten pada Sabtu, 29 Desember 2018.

“Berdasarkan fakta yang kami dapatkan kita dapatkan lima saksi kunci, dan dokumen yang kita gunakan dan beberapa kuitansi yang tidak resmi dikeluarkan oleh oknum ASN dan karyawan dari sebuah CV (perusahaan rekanan RSDP). Sore ini kita tetapkan tiga tersangka,” terang Herli.

Menurut Dadang, ketiga tersangka dijerat Pasal 12 huruf E Undang-undang Nomor 31 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dengan hukuman penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

“Dengan denda paling kecil ratusan juta dan paling besar mencapai Rp 1 miliar. Berdasarkan pasal ini kita temukan dua alat bukti seperti uang sebesar 15 juta serta kuitansi yang ini bisa jadi bukti dan bisa kita tetapkan ketiga tersangka ini sebagai pelaku,” ungkapnya.

Dadang menjelaskan, RSDP menerima 34 jenazah pindahan dari RSUD Berkah Pandeglang. 11 jenazah di antaranya menggunakan jasa CV dari perusahaan rekanan RSDP. Dari 11 jenazah ini, enam di antaranya gratis dan 5 jenazah yang melalui pihak ketiga dipungut pembayaran.

“Dari 34 zenajah dan 11 yang mengunakan pihak ketiga, 23 sisanya mengunakan ambulans sendiri atau pinjam apa itu menggunakan sendiri,” tungkasnya.

Sebelumnya, dugaan praktik pungli pengurusan jenazah korban tsunami di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang juga dialami kerabat Aa Jimmy saat akan memulangkannya ke rumah duka. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp14,5 Juta.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Kasus Pungli di RSUD Serang, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

PEMERINTAHAN

6749 dibaca
Soal Tiga Guru Dilantik jadi Pejabat, Gubernur WH: Apa, Apa?
5902 dibaca
Guru Diangkat jadi Pejabat, Ombudsman Sebut Melanggar SE MenPAN- RB
1724 dibaca
Ini 202 Nama Pejabat Pemprov Banten yang Dilantik
dvvdv wagub

POLITIK

825 dibaca
Gubernur Wahidin Ajak Warga NU Banten Dukung Ma'ruf Amin di Pilpres
548 dibaca
Pelapor ASN Dukung Calon DPD RI Anak Gubernur Banten Diperiksa Bawaslu
229 dibaca
Survei Demokrat: Masyarakat Tidak Puas atas Kinerja Gubernur dan Wagub Banten

HUKUM & KRIMINAL

344 dibaca
Personil Polsek Cikande Berhasil Selamatkan Uang Nasabah Rp80 Juta
269 dibaca
Kepergok Akan Mencuri, Warga Lampung Tewas di RSUD Serang

PERISTIWA

4160 dibaca
10 Ribu Forum Honorer Tetap Akan Demo Dindikbud Banten Terkait Pemecatan 6 Guru
Top