Selasa, 23 Juli 2019

Kasus Pungli di RSUD Serang, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

Suasana jumpa pers di Mapolda Banten pada Sabtu, 29 Desember 2018.[Foto Istimewa]
Sabtu, 29 Des 2018 | 23:00 WIB - Serang Hukum & Kriminal

lBC, Serang – Sedikitnya tiga orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim gabungan Penyidik Polda Banten dan Polres Serang Kota. Ketiga tersangka tersebut dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) kepada keluarga korban tsunami yang jenazahnya diurus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang.

Kepala Bagian (Kabag) Wassidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dadang Herli Saputra mengatakan, ketiga tersangka yakni seorang aparatur sipil negara (ASN) di RSDP berinisial F, dan dua karyawan dari sebuah perusahaan swasta penyedia mobil jenazah rekanan RSDP berinisal I dan B.

“Tim penyidik gabungan Polda Banten dan Polres Serang Kota kita sudah meningkatkan ke penyidikan tadi sore,”kata ujar Herli kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda Banten pada Sabtu, 29 Desember 2018.

“Berdasarkan fakta yang kami dapatkan kita dapatkan lima saksi kunci, dan dokumen yang kita gunakan dan beberapa kuitansi yang tidak resmi dikeluarkan oleh oknum ASN dan karyawan dari sebuah CV (perusahaan rekanan RSDP). Sore ini kita tetapkan tiga tersangka,” terang Herli.

Menurut Dadang, ketiga tersangka dijerat Pasal 12 huruf E Undang-undang Nomor 31 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dengan hukuman penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

“Dengan denda paling kecil ratusan juta dan paling besar mencapai Rp 1 miliar. Berdasarkan pasal ini kita temukan dua alat bukti seperti uang sebesar 15 juta serta kuitansi yang ini bisa jadi bukti dan bisa kita tetapkan ketiga tersangka ini sebagai pelaku,” ungkapnya.

Dadang menjelaskan, RSDP menerima 34 jenazah pindahan dari RSUD Berkah Pandeglang. 11 jenazah di antaranya menggunakan jasa CV dari perusahaan rekanan RSDP. Dari 11 jenazah ini, enam di antaranya gratis dan 5 jenazah yang melalui pihak ketiga dipungut pembayaran.

“Dari 34 zenajah dan 11 yang mengunakan pihak ketiga, 23 sisanya mengunakan ambulans sendiri atau pinjam apa itu menggunakan sendiri,” tungkasnya.

Sebelumnya, dugaan praktik pungli pengurusan jenazah korban tsunami di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang juga dialami kerabat Aa Jimmy saat akan memulangkannya ke rumah duka. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp14,5 Juta.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Kasus Pungli di RSUD Serang, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

PEMERINTAHAN

697 dibaca
Silpa APBD Kabupaten Serang TA 2018 Capai Rp403 Miliar
1849 dibaca
Dinilai Sukses, Bupati Minsel Belajar Kelola BUMD ke Bupati Serang
1712 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik

POLITIK

893 dibaca
Tak Penuhi Kuorum, Paripurna DPRD Kabupaten Serang Batal Digelar
1939 dibaca
Pilkada Serentak 2020, Golkar Banten Prioritaskan Usung Kader
1780 dibaca
Eks Relawan Sebut Kepemimpinan WH–Andika Bergaya Otoriter

HUKUM & KRIMINAL

108 dibaca
Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Alami Peningkatan
2414 dibaca
Orang Tua Kades di Kecamatan Ciruas Dibacok
1466 dibaca
Tiga Pelaku Curas Biasa Aksi di Wilayah KP3B Diringkus

PERISTIWA

1882 dibaca
Bupati Serang: TMMD Bangkitkan Budaya Gotong Royong di Masyarakat 
1959 dibaca
Diduga Terlibat Jual Aset Negara, Kejari Didesak Usut Walikota Serang
1735 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman

EKONOMI & BISNIS

72 dibaca
Capai Target, Investasi di Kabupaten Serang Serap 1.152 Tenaga Kerja
439 dibaca
Soal Pasir Laut, Bupati Tatu Minta Kajian Tim Ahli Dipublikasikan
Top