Jumat, 27 November 2020

Kapolres Serang jadi Imam Sholat Dzuhur Saat Amankan Demo Buruh

Kapolres Serang AKBP Mariyono menjadi imam sholat saat pengamanan aksi unjukrasa di Simpang Asem tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.[Foto Istimewa]
Kamis, 22 Okt 2020 | 19:03 WIB - Serang Peristiwa

lBC, Serang - Gagal berangkat ke Jakarta ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja di wilayah Serang Timur melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di sekitaran Cikande Asem, Kabupaten Serang pada Kamis, 22 Oktober 2020. Dalam aksinya, para pengunjukrasa ini melakukan aksi pemblokiran jalan yang mengakibatkan jalur yang menghubungan Serang-Tangerang tidak dapat dilintasi kendaraan.

Ketika memasuki waktu sholat Dzuhur, kondisi jalan lengang ini dimanfaatkan personil Polres Serang yang tengah bertugas pengamanan untuk melaksanakan ibadah shalat. Beberapa lembar kardus bersih bekas pun dijadikan sajadah oleh polisi yang tidak mau meninggalkan kewajibannya selaku umat Muslim yang taat. Nampak, Kapolres Serang AKBP Mariyono menjadi imam sholat.

"Karena memang sudah waktunya shalat Dzuhur, makanya kami melakukan ibadah shalat berjamaah meski di jalan secara bergantian agar pelayanan terhadap buruh tetap berjalan,"sebut Mariyono kepada wartawan.

Kapolres menjelaskan, aksi unjuk rasa massa buruh di Cikande berjalan aman hingga mereka membubarkan diri sekitar pukul 15.00. Kapolres tak menampik jika dalam aksi unjuk rasa sempat diwarnai pemblokiran jalan dan pembakaran ban namun aksi berjalan aman.

Terkait buruh yang berangkat ke Jakarta, Kapolres mengatakan pihaknya telah melakukan mediasi dengan pimpinan serikat pekerja agar tidak perlu berangkat ke Jakarta dan aksi unjuk rasa cukup dilaksanakan di Kabupaten Serang saja. Sebanyak 500 buruh akhirnya berangkat melalui jalur arteri dengan menggunakan 13 bus.

"Kami telah melakukan imbauan kepada serikat pekerja agar melakukan aksi cukup di wilayah Kabupaten Serang dan tidak memaksakan untuk berangkat ke Jakarta mengingat saat ini masih pandemi Covid-19.

Pihaknya penyekatan di gerbang tol Ciujung dengan melibatkan sebanyak 30 personil, sedangkan untuk wilayah Kawasan Industri Modern Cikande serta Simpang Asem sebanyak 180 personil. Ratusan buruh yang gagal berangkat ke Jakarta karena adanya penyekatan akhirnya melakukan unjuk rasa di kawasan Simpang Asem.

"Kami sampaikan pesan dan imbauan kepada buruh yang melakukan aksi unjuk rasa di Cikande ataupun yang ke Jakarta, agar melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan 3M supaya saat kembali pulang tidak membawa wabah penyakit Covid-19. Kita juga beri pesan, dalam aksi unjuk rasa tidak anarkis," kata Kapolres.

Reporter: Haji Imat
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Kapolres Serang jadi Imam Sholat Dzuhur Saat Amankan Demo Buruh

PEMERINTAHAN

149 dibaca
Jelang Nataru, TPID Kabupaten Serang Diminta Antisipasi Gejolak Harga
319 dibaca
Sekda Entus: DWP Kabupaten Serang Harus jadi Perekat Masyarakat

POLITIK

56 dibaca
Pjs Bupati Serang Optimis Target 75 Persen Partisipasi Pemilih Tercapai
59 dibaca
Apel Bersama Pangdam Siliwangi, Wagub Pastikan Pilkada di Banten Aman

HUKUM & KRIMINAL

24 dibaca
Staf Khusus Menteri KKP Turut Diciduk KPK
85 dibaca
Resmob Polres Serang Kota Tembak Satu Pelaku Curanmor

PERISTIWA

70 dibaca
Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK
74 dibaca
Di Wilayah Hukum Polres Serang, Spanduk dan Baligho Ilegal Diturunkan

EKONOMI & BISNIS

94 dibaca
Pemkab Serang Upayakan Empat BUMD Dapat Suntikan Dana
112 dibaca
Widih, Start up Kaesang Dapat Dana Rp 29 Miliar
Top